Berita Utama

Benny Rhamdani: Stop Cuci Otak Tentang Prabowo Itu Tole Minahasa

Benny Rhamdani
Benny Rhamdani

Manado –  Politisi Sulut, Benny Rhamdani menyerukan kepada Tim Sukses pemenangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa untuk berhenti melakukan cuci otak rakyat Sulawesi Utara (Sulut) dengan mengatakan Prabowo adalah Tole Minahasa alias orang asli Minahasa.

“Hingga hari ini Prabowo tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa dia adalah orang Minahasa, yang jelas Prabowo merupakan warisan kekejaman Orde Baru serta didukung kelompok Islam garis keras seperti Front Pembela Islam (FPI, red). Itu berbahaya, Saat ini kebutuhan rakyat bagaimana Indonesia bisa dipimpin secara baik, Joko Widodo – Jusuf Kalla adalah tawaran kami,” ujar Rhamdani dalam jumpa persnya sore tadi.

Dirinya juga mengatakan dengan kekuatan penuh atas kerjasama para koalisi partai pengusung dengan sejumlah kelompok Relawan Jokowi-  JK dan bantuan rakyat, target 70 persen kemenangan di Sulut pasti dicapai.

“Saat ini kami dari kekuatan partai pendukung sudah mengantongi 46 persen suara di Sulut dari kemenangan Pemilihan Legislatif lalu, 24 persen kami akan mengambil dari masa mengambang dan tentunya kami akan merebut suara Golkar dan basis Prabowo – Hatta di Sulut,” tandasnya. (risat)

Baca juga:

 

45 tanggapan untuk “Benny Rhamdani: Stop Cuci Otak Tentang Prabowo Itu Tole Minahasa”

  1. Sudah stop sebut-sebut nama saya ya…?
    .
    .
    Itu cara posting yang kalau paragraph baru di kasih titik, di tinggalin juga dong…
    .
    .
    Itu kan Patent saya, cara saya, koq ikut-ikutan

    • oh ya…saya lupa menjelaskan…
      .
      kalau hahahahaha itu artinya tertawa terbahak-bahak
      .
      kalau hehehehehe itu artinya tertawa kecil
      .
      kalau hihihihihi itu artinya tertawa cekikikan
      .
      kalau kwakwakwak itu artinya tertawa ngakak sampai jungkir balik…
      .
      kasihan ya bro…anda gak bisa paham sampai sekecil itu…
      .
      hmmm…(narik napas panjang)…
      .
      hahahahaha…..

  2. Ada tim sukses Jokowi-jk yang memposting berita yang diambilnya lewat copy paste…
    yang isinya saya kutip sebagai berikut :
    .
    .
    Bukankah akan lebih baik jika Hashim, Bakrie, Jusuf Kalla, Chairul Tanjung dan semua pengusaha lainnya bersatu untuk merebut aset-aset Indonesia yang dikuasai asing?
    .
    jadi tulisan itu mendukung program Prabowo-Hatta untuk mengembalikan dominasi asing kepada pengusaha nasional…
    .
    .
    ada juga tulisan ini yang ditulis tim sukses jokowi-jk yang berada pada barisan audience…
    .
    Tapi faktanya malah berbeda. Bakrie sibuk plesiran dan lupa lunasi Lapindo, Jusuf Kalla sibuk kolusi bisnis pribadi ke proyek pemerintah, Hashim sibuk dagang bersama Yahudi untuk kuasai tambang Indonesia.
    .
    Bakrie sibuk pelesiran…
    Jusuf Kalla sibuk KOLUSI ke Proyek Pemerintah…
    Hashim sibuk dagang…
    .
    pelesiran kadang jadi ajang diplomasi dagang…
    .
    kalau Kolusi..??? KEJAHATAN…!!!
    .
    kolusi ke Proyek Pemerintah..??? itu GRATIFIKASI…!!!
    .
    hahahahahaha…
    .
    saking jagonya mencopy paste…sampai2 boroknya jusuf kalla ikut copy paste…
    katanya JUSUF KALLA SIBUK KOLUSI PROYEK PEMERINTAH
    hahahaha…

    hahahahahaha…
    .
    seperti itulah kalau orang berlagak pintar…hahahahahaha…

  3. Nilai harta kekayaan calon presiden Prabowo Subianto meningkat sekitar 100 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun 10 bulan. Saat melaporkan hartanya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada Juli 2003, total aset Prabowo sekitar Rp 10,1 miliar dan 416.135 dollar AS atau sekitar Rp 5 miliar (kurs Rp 11.957).

    Ketika itu, Prabowo melaporkan hartanya dalam kapasitas dia sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI.

    Nilai aset tersebut meningkat jika merujuk pada laporan harta kekayaan Prabowo sebagai calon presiden yang disampaikannya kepada KPK pada 20 Mei 2014. Setelah diverifikasi KPK, nilai aset Prabowo per Mei 2014 mencapai Rp 1,6 triliun dan 7,5 juta dollar AS atau Rp 92 miliar (kurs Rp 11.957).

    Prabowo juga tercatat pernah melaporkan hartanya kepada KPK ketika dia mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden, mendampingi Megawati Soekarnoputri. Per Mei 2009, total aset Prabowo sekitar Rp 1,57 triliun dan 7,57 juta dollar AS.

    Dalam laporan 2003, mantan Danjen Kopassus itu melaporkan memiliki utang Rp 500 juta dan 3,8 juta dollar AS. Pada laporan enam tahun setelahnya, utang itu menjadi nol.

    Sejak diberhentikan dari ABRI, Prabowo beralih profesi menjadi seorang pengusaha. Dalam laporan harta kekayaan 2003, Prabowo tidak mencantumkan bisnis yang dilakoninya. Sedangkan dalam laporan 2014, Prabowo tercatat memiliki tiga peternakan dengan total nilai sekitar Rp 12 miliar.

    Prabowo juga melaporkan surat berharganya atas kepemilikan saham pada 26 perusahaan dengan total nilai sekitar Rp 1,5 triliun dan 7,5 juta dollar AS. Aset berupa surat berharga ini yang mendominasi nilai aset kekayaan Prabowo yang dilaporkannya kepada KPK sebagai capres 2014.


    Kompas

  4. http://goo.gl/1tcFA1

    Ini alasan Alan Nairn Ungkap Wawancara “off the record” dengan Prabowo
    —————
    .
    JAKARTA, KOMPAS.com — Jurnalis Amerika Serikat Allan Nairn angkat bicara soal alasannya membuka kembali percakapan off the record dengan mantan Panglima Kostrad Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto pada tahun 2001 silam. Menurut Allan, apa yang dilakukannya memang melanggar kode etik jurnalistik. Akan tetapi, ia beralasan, hal ini dilakukan untuk kepentingan yang lebih besar, yakni bangsa Indonesia yang telah dibutakan dengan citra yang tengah dibangun Prabowo yang kini maju sebagai calon presiden.

    “Kalau ada sejarah jejak rekam jenderal yang paling jahat menyiksa orang sipil, membunuh orang sipil, itulah Prabowo. Prabowo adalah jenderal dengan rekor kejahatan terburuk. Ini serius sekali. Rakyat Indonesia harus memiliki akses terhadap informasi yang saya punya ini,” ujar Allan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (1/7/2014) malam.

    Menurut Allan, pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukannya tidak seberapa besarnya jika dibandingkan dengan dampak yang akan diterima masyarakat Indonesia jika Prabowo terpilih sebagai presiden.

    Dalam wawancara dengannya, kata Allan, Prabowo menjabarkan bahwa ia adalah seorang jenderal yang tidak percaya pada sistem demokrasi.

    “Dia bahkan mengatakan bahwa di Indonesia masih banyak kanibalisme dan kerumunan yang rusuh sehingga masih belum siap untuk demokrasi. Prabowo ingin rezim ototiter yang jinak,” kata Allan.

    Prabowo, sebut Allan, juga menghalalkan darah sipil yang dibunuh militer. Hal ini mengacu pada kasus pembunuhan massal Santa Cruz. Dalam tulisan yang diunggah dalam blog pribadi Allan, Prabowo disebutkan juga menyandingkan dirinya dengan pemimpin otoriter seperti Pervez Musharraf di Pakistan. Allan mengakui masih banyak jenderal lainnya yang juga berkasus seperti Prabowo. Di kubu Jokowi, kata Allan, ada dua jenderal, yaitu Hendropriyono dan Wiranto, yang disebutnya juga terlibat pelanggaran HAM berat.

    “Keduanya juga jahat, membunuh orang sipil. Tapi pilihannya, Jokowi didukung oleh jenderal-jenderal yang bunuh sipil. Sementara Prabowo adalah jenderal yang bunuh orang sipil,” kata Allan.

    “Jadi yang saya lakukan ini memang pelanggaran serius dalam praktik jurnalistisk. Tapi ini pengecualian. Saya memiliki informasi ini dan saya rasa masyarakat Indonesia berhak untuk tahu,” kata Allan.

    Allan adalah seorang jurnalis investigasi yang telah banyak meliput kasus-kasus pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia, seperti di Guatemela, Haiti, dan Timor Leste. Ia pernah dianggap sebagai ancaman bagi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto atas laporan-laporannya.

    Pada bulan Juni dan Juli 2001, Allan menginvestigasi kasus pembunuhan warga sipil yang dilakukan oleh militer Indonesia. Investigasinya itulah yang kemudian mempertemukan Allan dengan Prabowo yang sudah diberhentikan dari dunia kemiliteran.

    Dalam wawancara itu, Allan mengaku Prabowo tidak mau menjelaskan secara spesifik kasus per kasus pembunuhan yang terjadi pada zaman Orde Baru. Namun, ia justru bercerita panjang lebar kepada Allan tentang pemikirannya akan fasisme dan dunia militer.

  5. HAmpir satu dekade berkampanye, hampir satu dekade berambisi. Kita lihat apa jadinya para pendukungnya ketika idol mereka teerpuruk menangis dikalakan ex-bonekanya.
    .
    Kemunculan Jokowi itu x-traordinary buat sejarah panjang NKRI.
    Jokowi ditakdirkan jadi RI1.
    .
    Bangsa ini adalah terlalu besar untuk dibiarkan hanya berjalan di tempat.
    .
    Aroma ORBA harus di hilangkan dari bumi NKRI, dan berjayalah kita anak bangsa merdeka.
    .
    Jokowi adalah titisan untuk mencoba membendung para tukang cat congkak yang mencoba merubah warna GARUDAKU.
    .
    Bergabunglah hai bangsa,
    Jangan biarkan warna GARUDA-mu dirubah
    .
    Warnamu adalah warna Bhineka,
    Warnamu adalah warna kesatuan.
    .
    Hai bangsaku, janganlah kau biarkan Garuda kita di kucilkan,
    .
    Garudaku,
    Warnamu emas bukan merah.

  6. Prabowo, Pintu Lain Rothschild Kuasai Tambang di Indonesia
    =============================

    Siapa sangka, di belakang tokoh yang gembar-gembor mengusung ekonomi kerakyatan bernama Prabowo Subianto, calon presiden RI dari Partai Gerindra (apabila kuota Presidential Threshold memenuhi), ada kepentingan keluarga Rothschild untuk tujuan penguasan tambang-tambang di Indonesia.

    Bagaimana bisa? Bukankah Rothschild selalu mengedepankan kebebasan pasar, investasi asing dan pemangkasan kekuasaan negara atas capital?

    Ketika saya ke melancong ke Bali akhir tahun 2013, seorang teman dari Amerika Serikat, beliau bekerja bersama George Friedman dalam lembaga bernama Strategic Forecast atau yang lebih dikenal sebagai Stratfor.

    Beliau katakan, para global bankers (termasuk Rothschild) menerapkan pola kebebasan pasar untuk menaklukkan negara-negara Barat. Alasannya, karena Barat adalah tempat mereka berasal, para global bankers itu, sehingga siapapun yang menduduki kekuasaan jangan sampai menghalangi kompetisi para pemilik modal.

    Perlakuan berbeda diterapkan pada negara-negara Timur, khususnya yang pernah dekat dengan ideologi Kiri atau Komunisme. Mereka, para global bankers itu belajar pada kasus Rusia. Barat berhasil mendemokratisasi Uni Soviet, memecah belah negara-negara di dalamnya, tetapi mereka tidak mampu memenangkan sepenuhnya kompetisi di kawasan eks-Uni Soviet.

    Kenapa?

    Karena dengan mendemokratisasi dan memberikan kebebasan pasar, maka kekuatan modal pribumi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dan berkongsi dagang, sehingga pada akhirnya penguasaan penuh tidak dapat dilakukan.

    Di sisi lain, pada negara-negara eks-komunis atau yang terpengaruh pada ideologi kiri seperti Indonesia, terdapat karakter yang mendorong wacana nasionalisasi atau wacana yang menolak produk-produk asing. Khususnya ketika senjang ekonomi masyarakat sudah semakin jauh.

    Kapitalis Barat juga belajar dari beberapa negara Amerika Latin yang berhasil menasionalisasi sejumlah aset-aset Barat yang berarti kerugian maha besar bagi para Global Bankers.

    Belajar dari kasus Uni Soviet dan Amerika Latin, para global bankers melihat perlunya dilakukan adaptasi terhadap pola untuk penguasaan negara-negara berkarakter kiri tersebut. Solusinya adalah, perlunya mengunci industri pada kekuasaan negara dan investasi asing dibuka secara selektif.

    Apa artinya ini?

    Sebuah pasar yang eksklusif. Hanya investor yang menjadi “Sahabat atau Strategic Partnership” kekuasaan negara saja yang bisa melakukan investasi. Pola ini berhasil diterapkan para Global Bankers di China. Dengan sistem investasi selektif seperti China, tidak semua investor bisa investasi di China, sehingga hanya beberapa saja yang bisa mengolah pasar China atau memproduksi disana dengan murah lalu menjualnya ke seluruh dunia dengan selisih / laba yang lebih besar.

    Menurut rekan Stratfor tersebut, pola yang sama menjadi salah satu opsi bagi para Global Bankers untuk Indonesia. Alasannya jelas, Indonesia memiliki sumber daya melimpah, batubara, CPO, emas, tembaga, timah, minyak, gas bumi dan sebagainya.

    Membiarkan Indonesia terbuka secara pasar terlalu luas tidak menguntungkan. Mereka, para Global Bankers itu, lebih menyukai jika Indonesia tidak terbuka pasarnya dan dikuasai negara, sehingga hanya segelintir investor Strategis (Strategic Partnership) yang menjalin hubungan erat dengan kekuasaan Indonesia saja yang diizinkan mengolah sumber daya.

    Dalam pola ini, ujar rekan Stratfor tersebut, akan bermunculan tokoh-tokoh yang menjual isu “Nasionalisme” namun sebenarnya mereka ini tidak lain hanya boneka asing untuk penguasaan aset secara eksklusif.

    Dan itulah mengapa Rothschild mendukung Prabowo sebagai salah satu opsi. Untuk tujuan penguasaan tambang secara eksklusif di Indonesia.

    Hubungan Prabowo Subianto dengan keluarga Rothschild dilakukan melalui Hashim Djojohadikusumo (adik kandung Prabowo) yang memang menjadi pendana utama gerakan Prabowo melalui Gerindra, Tidar dan sebagainya.

    Hashim Djojohadikusumo merupakan pendiri Arsari Group yang berkantor pusat di Mid Plaza (Intercontinnental Hotel). Semua keuangan bisnisnya Hashim, pendanaan Gerindra, Prabowo dan lainnya diatur dari salah satu lantai tertutup di gedung tersebut.
    Hashim dulu menjadi pemilik tambang batubara Adaro Indonesia sebelum diambil alih dengan skema keuangan licik oleh Edwin Suryajaya melalui bonekanya Sandiaga Uno, pemilik Saratoga Group. Sandiaga Uno bekerja sama dengan Bank Mandiri dipimpin Agus Martowardoyo dan Deutsche Bank untuk merebut paksa saham Adaro Indonesia dengan skema Hostile Takeover (pengambilalihan paksa).
    Kehilangan Adaro Indonesia yang merupakan salah satu tambang tunggal batubara terbesar di Indonesia, membuat Hashim lebih banyak main minyak di luar negeri. Salah satunya Nation’s Energy yang memiliki ladang minyak di negara-negara bekas Uni Soviet seperti Kazakhztan dan sebagainya.
    Di Rusia, Hashim cukup dekat dengan kelompok penguasa tambang Rusia seperti bangsawan Rusia Oleg Deripaska dan Reuben Brothers (investor Yahudi global asal London). Oleg Deripaska dan Reuben Brothers bersama Nat Rothschild dan Peter Mandelson (politikus Rusia) berinvestasi bersama di United Company Rusia Aluminium (Rusal).
    Melalui pertemanannya dengan Reuben Brothers dan Oleg Deripaska, Hashim juga diperkenalkan dengan Robert Friedland, seorang Yahudi pemain tambang legendaris asal AS. Robert Friedland memiliki tambang emas dan tembaga raksasa di kawasan Mongolia dan menjual hasil tambangnya salah satunya ke Rusia, sehingga Robert Friedland juga dekat dengan Oleg Deripaska dan Reuben Brothers.
    Robert Friedland kemudian memperkenalkan Hashim kepada Nat Rothschild untuk keperluan mengambil alih tambang batubara di Indonesia. Robert Friedland diminta bantuan oleh Nat Rothschild untuk mengumpulkan investor untuk membentuk konsorsium dalam rangka akuisisi tambang-tambang di Indonesia.
    Pada September 2012, Hashim dipertemukan dengan Nat Rothschild oleh Robert Friedland di London. Nat Rothschild mempresentasikan konsepnya untuk penguasaan tambang di Indonesia. Nat Rothschild juga menyebutkan kalau kerjasama dengan Hashim ini akan menjadi kerjasama strategis jangka panjang, karena Prabowo Subianto, kakak Hashim sedang maju Pilpres 2014.
    Seperti biasa, Rothschild selalu berbisnis apabila juga didukung kekuatan politik. Contoh, ketika membentuk British Petroleum (BP), Rothschild bekerja sama dengan kerajaan Inggris. Ketika Rothschild membentuk Royal Dutch Shell untuk menggali ladang minyak di Sumatera, Indonesia satu abad lalu, Rothschild menggandeng Kerajaan Belanda. Begitu pula ketika membentuk Rusal bersama Reuben Brothers, mereka menggandeng Oleg Deripaska dari barisan kebangsawanan Rusia.
    Di Indonesia, Rothschild telah memiliki hubungan dengan Partai Demokrat dan Presiden SBY melalui Hillary Clinton. Pasangan Bill Clinton dan Hillary Clinton di AS didukung secara pendanaan oleh Lynn Forester de Rothschild, pemilik sekaligus Chairman di majalah The Economist.
    Namun, mendukung Partai Demokrat saja tidak cukup, karena SBY banyak digoyang oleh kompetitor utamanya seperti Partai Golkar dan PDIP. Rothschild sempat merapat ke keluarga Bakrie untuk 2 alasan. Pertama, menjalin bisnis untuk menguasai tambang-tambangnya Bakrie. Kedua, menjalin hubungan politik mengingat Ical hendak maju sebagai Capres Golkar.
    Sayangnya, rencana itu gagal dan dibatalkan juga karena 2 alasan. Pertama, Ical dinilai sulit menang karena banyak masalah mulai dari utang, Lapindo, pajak, konflik internal Golkar dan sebagainya. Kedua, perusahaan Bakrie dinilai Rothschild terlalu banyak bermain skema-skema keuangan berisiko tinggi, sehingga tidak aman.
    Akan tetapi, keluarga Rothschild tetap menginginkan tambang-tambang yang dikuasai Bakrie Group, khususnya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Berau Coal Tbk (BRAU) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Namun pengambilalihan tidak dapat dilakukan dengan kerjasama strategis karena alasan di atas. Maka harus dicari jalan lain.
    Dari dunia internasional, Rothschild mengangkat dosa-dosa keuangan Bakrie untuk menghantam saham-saham Bakrie agar bisa dibeli murah. Dari sisi nasional, Rothschild perlu dukungan dari kandidat yang potensial menang untuk nantinya menggoyang tambang-tambang, termasuk tambangnya Bakrie melalui penataan ulang regulasi pertambangan. Rothschild perlu ‘boneka politik’ yang bisa menang dan mampu menggoyang regulasi tambang.
    Prabowo sebagai tokoh yang gembar-gembor isu nasionalisme menjadi sasaran empuk bagi Rothschild. Dengan isu nasionalisme, tentu akan mudah menggoyang regulasi tambang sehingga Rothschild bisa merebut tambang-tambang itu lewat kapal-kapalnya yang lain nantinya.
    Sebagai informasi, Rothschild sebetulnya sudah memiliki kaki di Indonesia sejak lama. Bahkan sebelum negara ini berdiri. Pada pemerintahan Orde Baru, hubungan dagang juga tidak dapat dibangun secara politik karena persoalan Suharto yang anti Yahudi.
    Hubungan Rothschild dengan tanah Nusantara sebetulnya sudah berlangsung lebih dari 100 tahun. Demam bisnis minyak pada paruh kedua abad 19 (tahun 1.800-an) dipicu oleh kesuksesan Standard Oil milik John D Rockefeller yang didirikan tahun 1870 di Amerika Serikat. Kesuksesan Rockefeller mendorong Rothschild ikutan mengincar bisnis minyak.
    Baku Oil di Rusia adalah bisnis minyak Rothschild yang pertama. Kemudian pada tahun 1885, Royal Dutch milik kerajaan Belanda menemukan minyak di Sumatera, Hindia Belanda. Sayangnya, Belanda sebagai penjajah berkarakter Agraris kurang menguasai bisnis minyak. Rothschild yang melihat “peluang” itu lantas mengakuisisi perusahaan jual beli kerang dan jasa angkut laut bernama Shell Transport and Trading Company (didirikan tahun 1833) milik Samuel Marcus. Shell yang semula perusahaan jual beli kerang dan jasa angkut laut, kemudian disulap menjadi perusahaan minyak
    Melalui jaringan kuat Rothschild di kerajaan-kerajaan Eropa, termasuk Belanda, kemudian terbentuklah Royal Dutch Shell, kongsi bisnis minyak Rothschild dengan pemerintah Belanda untuk mengeruk minyak Sumatera.
    Royal Dutch Shell juga menjadi perusahaan minyak pertama yang memiliki kapal angkut minyak untuk melalui Terusan Suez. Terusan Suez adalah kanal yang dibangun oleh dana Rothschild untuk mengangkut minyak dari Baku Oil di Rusia, juga milik Rothschild.
    Tanpa Terusan Suez, biaya angkut minyak Rothschild dari Rusia ke Eropa jauh lebih mahal karena harus memutar Afrika. Besarnya biaya angkut Rothschild sebelum adanya Terusan Suez membuat bisnis minyak Rothschild kalah dari Rockefeller. Dengan adanya Terusan Suez, biaya angkut minyak Rothschild dari Baku Oil di Rusia dan Shell di Sumatera menjadi jauh lebih murah. Kombinasi Baku Oil di Rusia – Shell di Sumatera dan Terusan Suez menjadikan Rothschild sejajar dengan Rockefeller di bisnis minyak.
    Tak hanya itu, Rothschild juga ikut serta dalam pembentukan British Petroleum, kongsi bisnis minyak antara Rothschild dengan pemerintah Inggris. Jadi jangan heran kalau Rothschild bisa begitu berkuasa di dunia modern ini, beliau termasuk di antara sedikit orang yang mengendalikan bisnis minyak dunia.
    Pada sektor tambang, Rothschild juga tercatat sebagai pemilik Rio Tinto yang dibelinya pada tahun 1880. Rio Tinto merupakan raksasa tambang, termasuk yang mengendalikan bisnis batubara Australia bersama BHP Biliton yang juga dikendalikan oleh Rothschild.
    Lantas apa hubungannya dengan Indonesia masa kini?
    Sangat jelas. Rothschild melalui kepemilikannya di British Petroleum, Rio Tinto dan BHP Biliton sempat menguasai aset-aset batubara nasional, terutama sebelum memasuki era milenium. Tambang batubara Kaltim Prima Coal (KPC) sebelum diambil alih grup Bakrie dimiliki oleh British Petroleum dan Rio Tinto, masing-masing memiliki 50% saham, sedangkan tambang Arutmin Indonesia juga dimiliki oleh BHP Biliton dan Yayasan Ekakarsa Yasakarya, sebelum dibeli oleh grup Bakrie.
    Ketika masa konsesi KPC di bawah Rio Tinto dan British Petroleum serta konsesi Arutmin di bawah BHP Biliton habis, grup Bakrie melalui Bumi Resources mengambil alih tambang tersebut dari tangan asing, lebih tepatnya Rothschild. Akuisisi grup Bakrie terhadap 2 perusahaan tambang ini tuntas pada tahun 2004.
    Hengkang dari batubara di Indonesia tak membuat Rothschild urungkan niat untuk kembali ke Indonesia. Apalagi, bisnis batubaranya di Rio Tinto dan BHP Biliton tengah terancam. Krisis pasar modal global 2008 yang disebabkan oleh kekacauan kredit rumah berisiko tinggi (Subprime Mortgage), menghantam ekonomi barat.
    Negara-negara Barat tak lagi mampu memborong habis batubara yg dijual BHP Biliton dan Rio Tinto milik Rothschild. Rothschild sempat wacanakan merger Rio Tinto dan BHP Biliton untuk mengatasi krisis keuangan, tapi batal. Rothschild melihat, BHP Biliton dan Rio Tinto yang tambangnya ada di Australia, memerlukan pembeli batubara di Asia. Pembeli batubara Rio Tinto dan BHP Biliton yang semua negara-negara Barat mengalami penurunan daya beli akibat krisis 2008.
    China, India, Jepang yang menjadi pembeli batubara besar di kawasan Asia menjadi sasaran perubahan target pasar Rio Tinto dan BHP Biliton. Sayangnya, China, India dan Jepang tak mau beli batubara Rio Tinto dan BHP Biliton yang ada di Australia. Akan ada pembengkakan ongkos angkut jika China, Jepang dan India membeli dari Australia (Rio Tinto dan BHP Biliton). Rio Tinto dan BHP Biliton milik Rothschild pun tak mampu menekan harga menghadapi harga pembelian batubara di Asia. Sementara China, India dan Jepang sudah nyaman membeli batubara dari Indonesia.
    Tahukah kamu, 25% batubara Jepang dibeli dari Bumi Resources milik Bakrie?
    Jadi kalau Bumi Resources bangkrut, seperempat Jepang mati lampu. Harga jual batubara Indonesia ke India, China dan Jepang juga lebih murah karena ongkos kirim lebih rendah. Batubara Rothschild, Rio Tinto dan BHP Biliton tak mampu menyaingi harga jual batubara Indonesia ke China, Jepang dan India. Rothschild akhirnya putuskan harus menguasai tambang batubara di Indonesia secara langsung. Agar batubara Rio Tinto dan BHP Biliton dapat dipasok dan dijual melalui tambang di Indonesia. Selain itu, kartel harga tentunya.
    Rothschild lalu membentuk Vallar Plc untuk investasi (baca : rebut tambang2 strategis) di Indonesia. Selain Vallar Plc, Nat Rothschild juga membentuk Vallares Plc untuk mengambil migas-migas Indonesia. Vallar dan Vallares. Sepasang kekasih karya Nat Rothschild untuk menguasai tambang di Indonesia.
    Gagal berkongsi dengan Bakrie yang dinilai kurang berpotensi menang dan bisnisnya dijalankan dengan risiko tinggi, Rothschild pilih jalan lain, menggandeng Hashim Djojohadikusumo untuk agenda penguasaan tambang di Indonesia.
    Melalui perkenalan yang diperantarai Robert Friedland, orang yang ditunjuk Rothschild menjadi pemimpin konsorsium tersebut, Nat Rothschild pun menawarkan kerjasama bisnis dan politik tersebut kepada Hashim. Pada Oktober 2012 (satu bulan setelah presentasi Rothschild kepada Hashim di London), Hashim memberikan persetujuan atas proposal tersebut.
    Dimulailah kongsi Rothschild sebagai perwakilan Global Bankers / Investor dengan Hashim Djojohadikusumo sebagai perwakilan bisnis sekaligus mewakili kakaknya Prabowo Subianto untuk agenda penguasaan tambang-tambang di Indonesia.
    Mari kita simak pernyataan Hashim sebelum dan sesudah bergabung dengan Nat Rothschild, di bawah ini :
    1396254664722632077
    Bisnis Indonesia : 1 Maret 2012 (Sebelum Hashim Berkongsi dengan Rothschild)
    1396254705583653691
    Kompas, Kontan dan Okezone : 19 Februari 2013 (setelah Hashim bergabung dengan Rothschild)
    Kita bisa lihat sendiri bagaimana loyalitas beliau, Hashim Djojohadikusumo terhadap bangsa ini. Sebelumnya bangga mengucapkan “Saya Cinta Bangsa Saya”, kemudian berubah total dan siap melakukan segala cara untuk menghadang kompetitornya di Indonesia demi mengawal Nat Rothschild.
    Saya tidak kobarkan ini untuk mendukung Bakrie dan Bumi Resourcesnya. Saya jelas dan tegas menolak Ical Bakrie apabila ia tidak lunasi sisa Rp 1 triliun dari kewajiban Rp 9 triliun kepada warga Sidoarjo terkait Lapindo.
    Justru saya sangat kecewa, mengapa para pengusaha nasional bisa diadu domba dan dibeli seperti yang Hashim sudah terjual oleh Rothschild sang Yahudi Global.
    Lebih buruk lagi, Hashim siap pasang badan dan bela mati-matian kepentingan Rothschild kuasai tambang Indonesia. Bukankah akan lebih baik jika Hashim, Bakrie, Jusuf Kalla, Chairul Tanjung dan semua pengusaha lainnya bersatu untuk merebut aset-aset Indonesia yang dikuasai asing?
    Tapi faktanya malah berbeda. Bakrie sibuk plesiran dan lupa lunasi Lapindo, Jusuf Kalla sibuk kolusi bisnis pribadi ke proyek pemerintah, Hashim sibuk dagang bersama Yahudi untuk kuasai tambang Indonesia.
    Siapa yang untung dari semua ini? Tentu saja, kelompok Global Bankers, para Yahudi Global, The Rothschild dan rekan-rekan Zionis lainnya.
    So, Prabowo Subianto masih mengaku memperjuangkan kepentingan bangsa?
    Bangsa mana? Bangsa Indonesia atau bangsa Israel?
    Mari kita simak kelanjutannya.

  7. @Andre: Ngana itu tau apa, jang bacarita rupa nda ada saringan, dasar Pengetahuan Minim, Maju Terus Tole Minahasa, Sahabat Prabowo selalu berada digaris terdepan

  8. Baru skrg mo mangaku org minahasa kong lalu buang agama krn mo maso keluarga cendana, koalisi dg partai korupsi, pelaku HAM, di blkg ada FPI, dorang so ada kesepakatan 10 permintaan utk mo bkg org kristen lebe tersiksa, wowo itu susah mojadi presiden sedangkan mo berkunjung k negara adidaya sprti amerika, inggris, jerman, nda bisa maso krn nda dpt visa dari bekaspelaku HAM gmn mo krjsama dgn negara2 luar sdgkan mo berkunjung aja nda bisa

  9. Bagaimana dengan tudingan bahwa Jokowi terlibat korupsi proyek pengadaan bus Trans Jakarta dan bus reguler tahun anggaran 2013 bernilai total Rp 1.5 triliun? Mari kita ungkap fakta – fakta hukumnya.

    Hasil investigasi membuktikan bahwa Jokowi telah berbohong kepada rakyat Indonesia bahwa dirinya tidak mengenal Michael Bimo Putranto, pelaku utama korupsi proyek bus trans jakarta.

    Bimo Putranto adalah putra mantan Walikota Solo Slamet Suryanto yang digantikan Jokowi pada 2005 lalu. Bimo Putranto adalah orang yang ditugaskan ayahnya walikota Slamet Suryanto dan Ketua PDIP Solo FX Rudyatmo untuk mencari figur calon walikota Solo pada saat menjelang pilkada Walikota Solo tahun 2004.

    Status Slamet Suryanto sebagai tersangka korupsi dan FX Rudyatmo yang pemeluk Katolik, menjadi penghalang bagi kedua orang itu untuk maju sebagai calon walikota Solo pada 2005. Bimo Putranto ditugaskan mereka untuk mencari sosok calon walikota yang akan dijadikan boneka oleh kedua tokoh itu. Bimo berhasil menemukan Jokowi dan membawanya kepada Slamet Suryanto dan Rudyatmo.

    Kebohongan Jokowi kepada rakyat mengenai keterkaitan dan hubungan eratnya dengan Bimo Putranto membuktikan bobroknya moral dan integritas Jokowi.

    Fakta – fakta lain dapat diuraikan sebagai berikut :

    Michael Bimo Putranto pemilik perusahaan yang ditunjuk sebagai pemenang dalam lelang proyek pengadaan bus TJ tersebut adalah pengusaha baru dikenal di lingkungan pemda DKI Jakarta. Sebelum tahun 2012 tidak ada pejabat DKI Jakarta mengenal Bimo Putranto, apalagi sampai menjadi rekanan dan ditunjuk sebagai pemenang lelang proyek pengadaan di Pemda DKI Jakarta.
    Berdasarkan kesaksian Udar Pristono mantan Kepala Dishub DKI Jakarta pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) disebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, pada tahun 2012 pernah memanggil Udar ke ruang kerja Gubernur. Setiba di ruang kerja Gubernur, Jokowi memperkenalkan Bimo Putranto kepada Udar. Selanjutnya, Udar diminta bantuannya oleh Jokowi untuk mengamankan kepentingan Bimo Putranto yang terkait dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

    Joko Widodo pada hari Senin, tanggal 23 Desember 2013 mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dalam rangka menyambut kedatangan 86 Bus Impor ex China, yang merupakan bagian dari total 657 unit Bus Impor dari China yang dipesan oleh Bimo Putranto, sahabat dekat dan timses Jokowi sejak di Solo dulu.

    Jokowi selaku Gubernur Jakarta pro aktif terlibat dalam permohonan pembebasan bea masuk dan penghapusan pajak penjualan barang mewah atas 656 bus (310 unit bus untuk Trans Jakarata dan 346 unit Bus Reguler) hingga nol persen, yang diajukan Jokowi secara resmi ke Menteri Keuangan.

    PT Ifani Dewi yang direkomendasikan Jokowi untuk ditunjuk sebagai pemenang lelang pengadaan bus TJ dan Reguler ternyata adalah perusahaan fiktif. menurut informasi yang diperoleh dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), PT Ifani Dewi tercatat memiliki alamat di Jalan Tebet Barat Dalam Raya Nomor 153 A, Jakarta Selatan. Saat dilakukan pencarian langsung ke lapangan, ternyata nomor 153 A tidak tercatat di wilayah Jalan Tebet Barat Dalam Raya. Ketika akhirnya ditemukan, kantor PT Ifani Dewi hanya berupa bangunan kecil dihuni dua orang pegawai.

    Berdasarkan perkembangan pelaksanaan lelang, ada lima perusahaan yang menjadi pemenang, yakni :

    PT Korindo Motor dengan pabrikan China Yutong Bus, nilai kontrak Rp 113,856 miliar yang menggunakan nomor bus TJ 01-30.
    PT Ifani Dewi dengan pabrikan China Ankai, nilai kontrak Rp 110,520 miliar dengan nomer TJ 31-60

    PT Saptaguna Dayaprima dengan pabrikan China Ankai, nilai kontrak Rp 108,745 miliar Nomor bus TJ 61-90.

    PT Mobilindo Armada dengan pabrikan China Zhongthong Bus, nilai kontrak Rp 110,265 miliar

    PT Putriasi Utama Sari dengan pabrikan China BCIBus, nilai kontrak Rp 40,536 miliar.

    Fakta Selanjutnya : Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, setiap proyek yang bernilai di atas Rp 100 miliar harus diketahui dan ditandatangani gubernur.

    Sementara itu, Michael Bimo Putro diketahui sebagai importir Bus yang didatangkan dari China tersebut, dan merupakan salah satu dari perusahaan pemasok bus kepada lima perusahaan yang telah ditetapkan sebagai pemenang lelang di Dishub DKI Jakarta.

    Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, Michael Bimo Putranto pernah mewakili Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri seminar tentang penerapan sistem bus rapid transit(BRT) di Guangzhou, China, 31 Oktober-3 November 2013.

    Menurut Tigor, Bimo Putranto merupakan pria yang dekat dengan Jokowi. Ia merupakan makelar proyek pengadaan bus berkarat transjakarta. Berdasarkan pengakuan Bimo dan Udar Pristono, Bimo disebutkan sebagau utusan Gubernur Jokowi dan kenal dekat Pak Jokowi.

    Sebelumnya, Bimo memang mengakui jika ia pernah berkunjung ke China menjelang akhir tahun lalu. Namun, kunjungan tersebut bukan dalam rangka berkunjung ke pabrik bus Ankai di Hefei. Ankai merupakan produsen bus transjakarta yang terletak di Hefei, Provinsi Anhui.

    Bimo Putranto disebut – sebut telah memberikan mahar dan fee pada PDIP, tim sosial media pro Jokowi dan putra sulung Jokowi, total sebesar Rp 40 miliar.

    Meski demikian, hingga saat ini baru empat pelaku korupsi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan agung. Joko Widodo, Bimo Putranto dan putra Jokowi, Gibran Rakabuming belum ditetapkan sebagai tersangka. Diduga karena terkait agenda pilpres pada bulan Juli 2014 mendatang.

    Bimo Putranto juga adalah Ketua Pasoepati, sebuah ormas preman di Solo yang memiliki keterkaitan erat secara ideologis dengan Batalion Pasoepati, yang merupakan batolion desertir TNI pada paska rasionalisasi TNI tahun 1950an. Batolion Pasoepati lari dan bersembunyi ke pegunungan sekitar kawasan Boyolali, Jawa Tengah setelah gagal menyerang markas Kodam Diponegoro. Batalion ini kemudian menjelma menjadi Pasukan Tentara merah.

    • Wah gawat…!!!
      .
      Berarti jokowi terlibat konspirasi mafia proyek tingkat tinggi…
      .
      setelah tipu muslihat mobil Esemka Solo…
      kini…
      bus BRAKARAT TRANSJAKARTA… keren namanya…
      .
      Satu saja sudah cukup…kedekatan jokowi dengan Bimo Putranto yang sebelum kpk berkokok 3 kali sudah dikhianati jokowi….
      .
      hahahahahaha…
      Para penggemar jokowi harus baca dan pahami fakta ini…
      terutama si ada aja…(gak disebut namanya)…hehehehehe…
      inilah yang membuat jokowi masuk dalam the 50 World’s Greekest Leader 2014? (sory kalau salah ketik)hehehehe…

    • Segala tipu daya dilakukan untuk black campaign.
      .
      Termasuk menyuruh para agen untuk membuat surat palsu seolah-olah Jokowi berkirim surat ke Kejagung…
      .
      Ck..ck..ck
      .
      Coba perhatikan segala black campaign para pendukung yang sudah kehabisan akal untuk membendung ex-Boneka Prabowo yang sudah jadi manusia.
      .

  10. Jadilah Politisi terang agar menjadi contoh bagi masyarakat, jangan jadi Politisi Hitam, cukup kulit saja yang hitam, kumis lee so boleh cukur. Heheheeee

  11. samurai…memang benar, benny sudah lama tinggal di Sulut jadi sudah bisa menyandang gelar ‘orang sulut’…

    tapi dia tak mungkin bisa menghapuskan fakta bahwa Prabowo Subianto Berdarah Minahasa…
    itulah intinya bro…

  12. Comen2 banyak yg sentimentil kpada Rhamdani. Padahal, prnyataan Rhamdani pada konteks pengakuan, Prabowo blum prnah mengaku orang Manado saat brada diluar Sulut. Orang Sulut jangan primordial! Kalau disebut bukan orang Sulut bukti dia 3 periode anggota DPRD Sulut sejak 1999 sampai 2014, periode ke-4 trpilih anggota DPD-RI. Yang pilih dia orang Sulut. Banyak yg sudah dilakukan Rhamdani utk Sulut dan jangan menafikkan itu..

  13. Mau prabowo ada darah manado atau nda.. qta orang manado nda akan dukung pa dia.. secara dia tidak tegas dalam memlih koalisi dengan meminta dukungan FPI.. dan menawarkan janji2 terhadap koalisi2nya yg lain.. hutang diapun banyak dan banyak petinggi2 pendukung dia ada kasus rata2nya.. semua hanya mau bersembunyi di belakang dia.. klo dia berkuasa coba anda pikirkan lagi bagaimana masa depan negara kita ? mau dia ada darah mana atau nyanda !! diapun nda pernah mengakuinya terang-terangan

  14. Betul itu Barol.. turunan Minahasa itu nomor 1, milih Presiden mah nomor 2 #standOntheRightside

    Lia jo tu figur Prabowo ato Jokowi, analisa visi dan misi masing2, jadi pemilih yg cerdas.. jgn saling menjelek2an harus yg sportif..
    Lia rekam jejaknya,.. masyarakt butuh bukti yg real dilapangan bukan hanya sekedar janji.

  15. Bung Benny Rhamdani, saya tau anda tdk suka dgn Prabowo dan anda tdk mau Prabowo menjadi RI 1 tapi anda harus ingat bahwa jangan sekali – kali anda mengatakan bahwa PS bukan putra Minahasa sebab dengan mengatakan demikian itu berarti sama saja dengan mengatakan bahwa Fam Sigar dan Maengkom bukan Fam Minahasa padahal sangat jelas orang tua PS menyandang Fam tsb dan juga silahkan anda simak berita ini : http://beritamanado.com/prabowo-setengah-darah-saya-minahasa/
    agar anda tau bahwa pernah ada pengakuan dari PS tentang keminahasaannya.
    saran saya sebaiknya anda klarifikasi pernyataan anda diiringi permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat minahasa secara umumnya dan kepada kel besar Sigar – Maengkom secara khususnya.

  16. Oh kasian soputaaan…

    loe mau bilang einstein otak udang atau otak ketank…????!@#$%^#&^%
    hahahahaha…

    tapi ada baiknya juga yang loe bilang…
    tapi maksud kita disini…bukan seperti yang kau pikirkan…

    Memang Sulut cuma menyumbang 1% suara pemilih indonesia…

    Tapi keberpihakan orang Sulut pada lawan Prabowo…jokowi-jk akan menjadi bahan kampanye hitam menyerang prabowo…kau pasti ngerti maksudnya…

    einstein berdarah sangir-sitaro… tapi berjiwa Sulawesi Utara…

    kalau di jakarta orang sangir,sitaro,minahasa,bitung, gorontalo, bolmong…disebut ‘orang manado’…

    dan menurut saya….dari suku atau daerah manapun yang sudah lama berdomisili di sulawesi utara sudah berhak menyandang nama ‘orang manado’…

    Prabowo Numero Uno…!!!!

  17. Nda ontak ngana Benny… Kong ngaa orng apa kasta??? Kiapa ngana month maso campur orang minahasa p urusan?? Ngana so lupa ngana p hidop dulu kang? Kurang ada bacrita putarbale pa PDIP kong dorang percaya.. Hahahaha bilang ngana di gugus depan demonstrasi di jkt padahal ngana ada pi mandi kuala lantaran dirumah so abis aer.. Wkwkwkwkwk cuma orang bolmong tu bodok ada pilih pa ngana hahaha kacian deh loe

  18. Ini baru namanya debat udang deng katang……cara ba pikir sangat picik…..kalu memang Prabowo pilihan terbaik, ndak salah. Yang sangat salah kalu talalu tonjol-tonjolkan primordialisme…….so pasti suku laeng akan ba pikir panjang mo pilih Prabowo. Jadi, saran opo Soputan,stop tu ba kampanye bagitu…..karena suku laeng lebe ndak simpatik….coba ganti dengan cara lebih CERDAS…..BERUPA PESAN YANG MAMPU MERANGKUL SEMUA ETNIS……Kalu ingin Prabowo menang…….Ok. Salam Damai di Bumi Indonesia….

  19. Tetap biar apa le benny mo bilang Sulut khususnya Bolaang Mongondow Raya Prabowo-Hatta unggul jauh dari jokowi-jk… nda pengaruh deng beni pe statement. bae le kita nda coblos pa ngana waktu DPD beni

  20. Dari dulu sampai sekarang nda pernah berubah ini bera pe kalakuan, malah lebe rusak so itu nda ada partai yang suka pa dia. Bacalon DPD dee

  21. Harap maklum kasiang pa Benny, dia memang musti bilang bagitu, krn dia cuma da iko-iko pa dia pe Boss yg so kase jadi dia Anggota DPD dgn cara sulap. Krn di mana ada Boss pe kepentingan, pasti Benny ada di situ. Padahal dia pe Hati Nurani sebetulnya ada pa Prabowo. Coba jo klo dia pe Boss direstui jadi Ketua Timses Prabowo-Hatta, pasti Benny bilang Sulut Harus Satu. Mar ternyata dia pe Boss sandiri dapa skop dari Merah-Putih.

  22. Bogo-bogo ini orang nooo. biar kita Golput nda pilih sapa sapa itu presiden karena kita masih SMP, mar Prabowo Minahasa Bogo. Pigi kwa di Langowan, kong tanya.

  23. Kita suka Jokowi Menang, mar minta tolong kwa nee relawan Jokowi nda perlu hujat-hujat lawan. Pak Jokowi nda pernah bagitu eee, dia komang selalu minta kejujuran dan kesederhanaan menjadi kunci simpati for mo ambe hati rakyat, dengan bagitu katu pasti akan manang. coba jang saling hujat neee.

  24. Butul itu Beny, sonya ada cara laeng dorang mo cuci otak..brenti leh mo pilih sedangkan torang Org Bolmong, sanger deng Talaud nya mo Pilih Pa Prabowo lebeh bae Pilih Jo Pa Jokowi. Prabowo tako bmo bilang dia asal Minahasa..dia Malo.dia cuma bilang dp diri Stenga Indonesia Timur tako mo bilang kalo dari Minahasa..Org jawa nya mo pilih Padia.

  25. Masalah turunan atau darah Minahasa itu tetap nomor 1. Kalo masalah Presiden tetap nomor 2.

  26. Om benny ini pengalaman pribadi saya yg kebetulan saya kerja di minahasa om..tgl 6/6 ygbrusan kita lewati bersama kantor kami dapat kunjungan 15 anggota dewan KAB.kediri dan 7 aktivia peduli pendidikan di sela-sela kami shering tntang pendidikan muncul pertanyaan dr beberapa nggota dewan itu langowan kampung halaman nya pak prabowo masih jauh ngak dr tondano…?itu pertayaan para anggota dewan om benny..jd sangat saya sayangkan klo om benny bilang itu PS bukan orng minahasa…
    apapun staimend om beeny PS sudah mendapatkan pengakuan dari luar daerah…sekedar info om benny

  27. bang lia lia kalo bicara ngana,,jelas2 dy tole ngana apa toke,,ngana pe rekam jejak ley samua tau waktu nga lari akang tu kandang

  28. Melihat Hasil Akhirnya Saja. 1 atau 2 yang menang perlu memikirkan kepentingan rakyat dengan sungguh2 jangan ada agenda tersembunyi

  29. Bukan membela, justru kalau Prabowo hanya disebut orang Manado atau Minahasa, brarti orang Totabuan dan Nusa Utara tdk akan memilih Prabowo. Artinya, jangan trlalu smpit kita memilih Prabowo hanya karna faktor primordialisme (karena orang Manado. Bagaimana kalau orang Jawa bilang jangan pilih orang Minahasa! Alangkah baiknya kita menjadi pemilih rasional, memilih brdasarkan rekam jejak dan visi misi realistis.. Peace

  30. Ini manusia OTAK MATI !!
    Prabowo pe Mama SIGAR jelas fam Minahasa, kalau rhandani itu minahasa mana? Kenapa berani memberikan pernyataan bahwa Prabowo bukan orang minahasa ! Benny rhamdani hati hati kalu kasi statmen.

  31. Cuci Otak…???!!!

    Hahahahaha….Otakmu Benny yang harus dicuci…sudah karatan…!!!

    Lantas kita mau bilang apa…Mas..??? atau Daeng…???

    Seseorang dibilang Tole…bukan karena dia bilang “saya tole”…melainkan dari garis darahnya…

    Prabowo keturunan Ksatria Bangsa…
    Kakek Prabowo adalah Radenmas Margono Djoyohadikusumo…
    Ketua Dewan Pertimbangan Agung pertama…
    Anggota Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia…
    Pendiri Bank BNI…

    Ayah Prabowo adalah Sumitro Djoyohadikusumo Begawan Ekonomi Nasional…Master Ekonomi Pertama Indonesia…disaat usianya 26 tahun…

    Silahkan Benny bilang ‘Cuci Otak’…
    Garis keturunannya mengatakan bahwa Prabowo adalah Pemimpin yang akan membawa Indonesia menuju
    kesejahteraan…kedamaian dan menjadi bangsa yang besar…

  32. hei Om Ben, apa anko pe maksud?
    memang anko cuma jago kase kompor orang…! pejabat penjilad memang, cuma cari-cari kepentingan pribadi.
    memang anko bukan orang Langowan, jadi wajar kalo anko nentau Prabowo pe mama asli Langowan (Dora Marie Sigar). kalo ada waktu, pasiar ka Langowan, kong anko bataria dijalan kalo Prabowo nyanda asli Minahasa.
    paling kurang anko kurang pulang nama.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara