
Kawangkoan, BeritaManado.com – Ada sebuah gerakan masif yang melibatkan segenap lapisan tokoh masyarakat Kawangkoan.
Hal itu mulai terjadi beberapa hari lalu pasca pertemuan beberapa tokoh masyarakat Kawangkoan di salah satu tempat.
Menurut salah satu tokoh masyarakat Kawangkoan Eddy Ruata, gerakan masih tersebut bukan untuk sesuatu yang negatif, namun sebaliknya.
“Benar bahwa saat ini sedang terjadi sebuah gerakan masif. Ini untuk mendorong dua tuama Kawangkoan Alex Mendur dan Frans Mendur untuk dianugerahkan Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia,” ungkap Eddy Ruata.

Ditambahkannya, langkah tersebut sebenarnya sudah dirintis oleh pemerhati sejarah Judie Turambi asal Tomohon beberapa tahun lalu.
Setelah sekian lama terhenti, kini upaya tersebut kembali digaungkan melalui gerakan bersama yang lebih masif.
“Kami sedang menggalang dukungan, minimal dari semua lapisan masyarakat di tiga kecamatan yaitu Kawangkoan, Kawangkoan Utara dan Kawangkoan Barat. Jika dalam waktu tidak terlalu lama Alex Mendur dan Frans Mendur digelari Pahlawan Nasional, tentu akan menjadi kebanggaan bagi warga Kawangkoan, Minahasa maupun Sulawesi Utara.
Sebagaimana diketahui, Alex Mendur dan Frans Mendur merupakan wartawan foto yang berhasil mengabadikan momen-momen bersejarah jelang dan saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 silam.
Alex Mendur dan Frans Mendur berhasil mendokumentasikan detik-detik Proklamasi dan pengibaran bendera merah putih, namun sayangnya negatif film milik Alex Mendur berhasil dirampas oleh tentara Jepang dan dimusnahkan.
Beruntung, Frans Mendur yang mengetahui nasib yang dialami kakaknya Alex Mendur langsung menatisipasinya dengan menguburkannya negatif filmnya di dalam tanah dan setelah beberapa saat kemudian baru dicetak dan dipublikasikan ke masyarakat Indonesia dan dunia.
(Frangki Wullur)
