
Manado – Organisasi adat Sulawesi Utara (Sulut) Waraney Puser In’tana menilai bila mana Walikota Manado merupakan pimpinan salah satu partai, akan menimbulkan kesenjangan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai kepala daerah. Sehingga disarankan agar Walikota Manado untuk mengundurkan diri dari partai yang dipimpinnya.
“Tabea I Yayat U Santi. Biasanya Walikota yang memegang jabatan sebagai ketua partai kinerja dalam pelayanan terhadap masyarakat kurang maksimal karena tidak fokus dalam tugas dan tanggungjawabnya,” kata Stenly Suwuh, penasehat Dewan Pengurus Besar Waraney Puser In’tana Toar Lumimuut Sulut.

Selain itu menurutnya, dampak yang timbul atas kepemilikan jabatan seorang Walikota sebagai pimpinan partai yakni faktor dilematis yang akan dirasakan oleh para anggota DPRD dalam mengkritisi kepala daerah yang merupakan pimpinan partai pengusung legislator tersebut.
“Bagaimana anggota dewan akan melakukan kritikan tentang kinerja pemerintah sedangkan Walikota adalah ketua partainya. Sedangkan kritikan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang memilihnya sebagai wakil rakyat. Pastinya, anggota dewan partai tersebut tentu tidak akan bekerja maksimal dan dalam posisi dilematis. Jadi sebaiknya seorang kepala daerah mundur dari jabatan pimpinan partai,” tegas mantan anggota DPRD Kota Manado ini. (leriandokambey)

Betul juga stenly suwuh,pengawasan tidak maksimal, mar bukan karna sakit hati toh?
bagus kalu kepala daerah mundur dari jabatan politik, tapi apa ada aturan yg mengatur?….