Ventje Pontoh (foto BeritaManado)
Manado – Terkait pengunduran diri kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKKD) Kota Manado, Ventje Pontoh diduga dilatarbeakangi tidak dilibatkannya dalam perekrutan Pala dan Lurah se-Kota Manado.
“Ini mungkin bentuk kekecewaan beliau (Ventje Pontoh) yang seharusnya dilibatkan dalam seleksi Pala dan Lurah, karena pak Pontoh merupakan sekretaris Baperjakat,” tutur Mona Kloer, personil Komisi A DPRD Kota Manado.
Dikatakannya, dengan adanya Baperjakat pemerinth Kota Manado, harusnya tidak perlu membentuk tim seleksi dalam perekrutan Pala dan Lurah.
“Dalam struktur pemerintahan jelas sudah ada pihak yang berwenang dalam hal rekrutmen Pala maupun Lurah. saya pikir pembentukan panitia penyeleksi tidak perlu ada lagi,” ungkap politisi cantik ini.
Selain itu ditegaskannya, jika perekrutan Pala dan Lurah menggunakan sistem keterbukaan informasi yang transparan, harusnya masyarakat dan DPRD Kota Manado turut dilibatkan.
“Kalaupun dibentuk tim seleksi, bisa melibatkan akademisi atau tim independen, tapi bukan berarti mengambil alih tugas. Alhasil, banyak ketimpangan dan tanda tanya masyarakat. Sebaiknya juga partisipasi dari masyarakat dan DPRD juga perlu ada agar supaya lebih memenuhi asas keterbukaan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Terkait hal itu, hingga saat ini, Pontoh belum bisa dikoonfirmasi atas kebenaran dugaan tersebut. Sejumlah nomor telepon yang biasanya dihubungi kini dalam keadaan tidak aktif.
Sementara itu, mengacu isi surat pengunduran diri tertanggal 2 februari 2015, alasan Pontoh mundur karena sudah tidak mampu lagi melaksanakan Tupoksi dan alasan kesehatan.(leriandokambey)
