Berita Utama

Menembus Batas Medis: Satu Tahun Langkah Visioner Prof Starry Rampengan di RSUP Kandou

Menembus Batas Medis: Satu Tahun Langkah Visioner Prof Starry Rampengan di RSUP Kandou
Satu Tahun Kepemimpinan Dirut RSUP Kandou, Prof Starry Rampengan.

Penulis: JenlyWenur | Manado

Tepat pada Juni 2026 ini, genap satu tahun sudah Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, memegang kemudi di RSUP Prof Dr R D Kandou Manado.

Sejak resmi memimpin pada Juni 2025 lalu, sang nahkoda membawa angin perubahan yang segar.

Momentum satu tahun ini bukan sekadar angka di kalender, melainkan sebuah lembaran evaluasi dan pembuktian bahwa rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara ini mampu bertransformasi menjadi lebih cepat dan responsif, adaptif secara digital, namun tetap terasa sangat humanis di hati pasien.

Mari kita tengok kembali rekam jejak digital dan medis yang berhasil ditorehkan RSUP Kandou dalam setahun terakhir di bawah kepemimpinan Prof Starry, sebuah perjalanan yang membawa fasilitas kesehatan kebanggaan Indonesia Timur ini melompat jauh ke masa depan.

Pionir Teknologi Jantung dan Kedokteran Nuklir

Di bawah kepemimpinan Prof. Starry, yang juga seorang pakar jantung, RSUP Kandou bergerak agresif memodernisasi layanan kardiovaskular.

Tepat pada April 2026, berkolaborasi dengan Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), rumah sakit ini sukses melaksanakan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) pertama di Sulawesi Utara.

Teknologi terbaru untuk menjinakkan gangguan irama jantung (aritmia) ini menjadi bukti nyata bahwa warga Sulut tak perlu lagi jauh-jauh ke luar pulau untuk mendapatkan perawatan intervensi jantung tercanggih.

Langkah ini menyempurnakan inovasi sebelumnya pada Juli 2025, saat rumah sakit meresmikan Poli Pencitraan Kardiovaskular (Poli Imaging) dan Poliklinik Aritmia.

Tak berhenti di situ, pada Desember 2025, tindakan perdana Single Photon Emission Computed Tomography-Myocardial Perfusion Imaging (SPECT-MPI) juga berhasil digelar.

Lewat teknologi pencitraan nuklir non-invasif ini, deteksi dini Penyakit Jantung Koroner (PJK) kini bisa dilakukan sekejap mata dengan akurasi yang amat tinggi.

Bicara soal kedokteran nuklir, Januari 2026 menjadi saksi beroperasinya layanan pemeriksaan Renografi.

Ini menjadikan RSUP Kandou sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Pulau Sulawesi yang memiliki teknologi diagnostik dewa tersebut.

Tantangan deteksi penyakit ginjal yang selama ini buntu dengan metode konvensional, kini terjawab tuntas, cepat, dan aman.

Gebrakan Medis dan Sentuhan Humanis yang Mengubah Hidup

Bukan hanya soal mesin dan teknologi, kepemimpinan setahun ini juga menyentuh aspek kualitas hidup pasien yang paling mendalam.

Pada Januari 2026, tim medis RSUP Kandou sukses melaksanakan tindakan Phalloplasty, rekonstruksi organ vital pria akibat tumor, perdana di Indonesia dengan teknik modifikasi khusus.

Keberhasilan ini menempatkan RSUP Kandou sebagai pelopor bedah rekonstruksi di tanah air.

Sensitivitas yang sama juga ditunjukkan oleh Departemen Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara