Amurang – Pascah Natal dan Tahun Baru 2015, Pusat Kota Amurang disekitar Pasar 54 Amurang dipenuhi sampah. Baik sampah basah maupun kering menghiasi pusat kota tersebut. Dibeberapa titik seperti samping kiri dan kanan Pondok Teguh Bersinar, Amurang. Samping took Rimon, Amurang dan sekitar pertokoan. Termasuk didalamnya, didalam pasar 54 Amurang sendiri.
Berdasarkan amatan media ini, mobil sampah milik Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (KPKP) Kabupaten Minahasa Selatan belum melakukan pengangkatan sampah. Akibatnya, baik pengendara sepeda motor roda dua hingga empat. Termasuk didalamnya pejalan kaki merasa risih bila melewati depan sampah yang ada dibeberapa titik tersebut.
“Ya memang bau busuk menyengat hidung, kalau melewati dibeberapa titik yang banyak sampah. Lebih parah lagi, akibat bau busuk tersebut, kami harus menutup hidung dan muka kalau lewat di samping Pondok Teguh Bersinar Amurang, samping Toko Rimon dan lainnya,” ujar Marthen Werupangkey, salah satu pengendara sepeda motor.
Senada dikatakan Sendra Wauran, IRT asal kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur mengaku kecewa dengan belum diangkatnya sampah-sampah tersebut. ‘’Memang, sampah-sampah berada di bak sampah yang tersedia. Akan tetapi, sisa sampah dari Natal dan Tahun Baru itu mulai membusuk. Lagipula, belum ada kesiapan secara serius KPKP Minsel untuk mengangkutnya,’’ungkap Sendra, mengaku sedikit kecewa dengan kinerja Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Minsel.
Sementara itu, pengamat Kota Amurang, Drs Ferry Mohede menjelaskan, bahwa harusnya sampah tidak bisa dibiarkan membusuk.
‘’Yang namanya sampah, harus langsung diangkut. Jadi, KPKP Minsel jangan tinggal diam soal sampah-sampah yang berserakan di Pusat Kota Amurang. Inikah, Kota Amurang akan mendapat Adipura,’’tanya Mohede.
Kepala Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Minsel, Meity Tumbuan, SPd belum berhasil dikonfirmasi terkait soal sampah-sampah yang belum diangkut itu. (sanlylendongan)
