Bisnis dan Ekonomi

Perdagangan Emas Digital Melonjak 338 Persen, Nilai Transaksi Tembus Rp172,7 Triliun

Perdagangan Emas Digital Melonjak 338 Persen, Nilai Transaksi Tembus Rp172,7 Triliun
Perdagangan emas digital

Editor: Sri Surya | Manado

Minat masyarakat terhadap investasi emas digital terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Semester I 2026, volume perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencapai 66.372.367 gram, meningkat 338 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 15.149.074 gram.

Dari sisi nilai transaksi, perdagangan emas digital juga mencatat pertumbuhan signifikan. Nilainya mencapai Rp172,7 triliun, atau naik 601 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp24,6 triliun.

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI), Anang Samsudin, mengatakan peningkatan transaksi didorong oleh semakin tingginya literasi masyarakat mengenai emas digital, serta fluktuasi harga emas yang mendorong investor melakukan diversifikasi aset dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Menurut Anang, PPEDI terus mendorong peningkatan literasi masyarakat dan memperluas pasar emas digital melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia juga menegaskan bahwa perlindungan dan keamanan nasabah menjadi prioritas utama.

Karena itu, PPEDI terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk memastikan keamanan transaksi, termasuk menjamin ketersediaan aset emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai underlying asset bagi emas digital yang dimiliki investor.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama ICDX, Nursalam, menilai pertumbuhan transaksi tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan emas digital sebagai salah satu instrumen investasi.

Menurutnya, ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan, sekaligus memperkuat edukasi dan literasi bersama regulator maupun para pedagang emas digital. Saat ini terdapat enam pedagang emas digital yang menjadi anggota bursa ICDX, yakni Indogold, Treasury, Laku Emas, ShariaCoin, Brankas LM, dan Pluang.

Nursalam menambahkan, ICDX juga berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem perdagangan emas yang transparan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menjadikan emas sebagai alternatif investasi.

Selain itu, ICDX kini menjadi bagian dari Indonesia Bullion Market Association (IBMA), asosiasi yang dibentuk pelaku industri bullion nasional untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri. (***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara