
Minsel, BeritaManado.com — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi segera merespon terkait meningkatnya antrean kendaraan di Kabupaten Minahasa Selatan pada Senin (17/11/2025).
Kondisi tersebut terjadi setelah satu Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah itu menjalani masa pembinaan dan skorsing penyaluran Biosolar sehingga terjadi penumpukan pada SPBU lainnya.
Di Minahasa Selatan sendiri, terdapat tiga SPBU yang menyalurkan Biosolar.
Namun, salah satunya, yakni SPBU 7495302, sedang menjalani masa skorsing penyaluran produk Biosolar sejak 14 November hingga 13 Desember 2025.
Kondisi ini memicu peningkatan antrean pada dua SPBU lainnya, yang kemudian berkembang menjadi keluhan masyarakat setempat.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa Pertamina segera bergerak setelah menerima laporan terkait kondisi tersebut.
“Kami memahami keresahan masyarakat Minahasa Selatan. Skorsing yang diberikan merupakan langkah pembinaan yang harus ditempuh untuk memastikan penyaluran subsidi tetap tepat sasaran. Namun, di saat yang sama, kami mengambil langkah cepat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Rum.
Untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, Pertamina mengambil beberapa langkah secara simultan.
Pertamina telah memberikan penambahan pasokan stock Biosolar ke dua SPBU terdekat, yaitu SPBU 7495315 yang berjarak sekitar 7,1 km dan SPBU 7495301 yang berjarak sekitar 15,3 km dari lokasi SPBU yang sedang menjalani pembinaan.
Selain itu, Pertamina meminta kedua SPBU tersebut untuk memperkuat pengawasan penyaluran JBT Biosolar, memastikan setiap kendaraan diisi sesuai kuota dan nomor polisi yang terdaftar.
Disisi lain Pertamina terus berkoordinasi secara intensif bersama pemerintah daerah serta aparat penegak hukum terkait penyaluran BBM Subsidi agar kondisi di Kabupaten Minahasa Selatan tetap terjaga kondusif serta BBM subsidi benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.
Muhammad Rum menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut terus dievaluasi setiap hari untuk memastikan kondisi kembali normal dengan cepat.
“Fokus kami adalah memastikan pelayanan tetap berjalan lancar. Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM subsidi sesuai ketentuan agar penyaluran dapat berjalan adil dan merata,” tutup Rum.
(***/srisurya)
