Agama dan Pendidikan

Tim Setwapres Bertemu FKUB Sulut, Lihat Implementasi Moderasi Beragama di Manado

Lucky turut menerangkan sejarah toleransi warga Sulut yang sejak dulu telah hidup berdampingan.

Lucky mengisahkan, perbedaan agama di Sulut sudah dimulai sejak 1828 sejak kedatangan Kiai Modjo yang menyebarkan ajaran Islam, kemudian Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz yang memperkenalkan ajaran Kristen.

“Waktu itu masyarakat masih mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Nah, kehadiran tiga tokoh ini (Kiai Modjo, Riedel dan Schwarz) adalah mengedukasi warga dalam menanam, bekerja dan mengatur kampung. Dan semuanya dikerjakan dengan budaya Mapalus. Perjumpaan Kiai Modjon dengan tokoh Kristen tidak mengalami hambatan. Justru menjadi kekuatan dalam keberagaman,” jelas Pdt Lucky.

Dengan budaya kebersamaan dan majemuk sejak nenek moyang, Pdt Lucky yakin kerukunan Sulut semakin kuat dan terus mengangkat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

(Alfrits Semen)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara