Agama dan Pendidikan

FKUB Sulut Ajak Tokoh Agama Jadi Penyejuk, Tegaskan Sinergi dengan Pemprov dan Polda Jaga Stabilitas Daerah

FKUB Sulut bersama jajaran Polda Sulut berfoto bersama usai doa bersama Hari Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Utara.
Ketua FKUB Sulawesi Utara, Pdt Lucky Rumopa M.Th, bersama perwakilan enam agama berfoto bersama jajaran Polda Sulut usai doa bersama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 sebagai wujud komitmen memperkuat sinergi menjaga kerukunan, keamanan, dan stabilitas daerah.

Penulis: Tim Redaksi

MANADO, BeritaManado.com — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, Pdt Lucky Rumopa M.Th, menegaskan pentingnya peran tokoh agama sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang, khususnya terhadap berbagai isu publik yang berpotensi memicu diskriminasi maupun ujaran kebencian di media sosial.

Menurut Rumopa, kondisi nasional maupun daerah saat ini membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, FKUB Sulut terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, serta Kepolisian Daerah Sulawesi Utara yang dipimpin Kapolda Irjen Pol Roycke Harry Langie.

Di tengah berbagai pergumulan bangsa dan daerah, FKUB membangun sinergitas bersama pemerintah dan kepolisian. Untuk menjaga stabilitas keamanan daerah, kita harus terus mendukung serta mengawal program-program pemerintah sekaligus menjaga ketertiban umum bersama Polda Sulut,” ujar Rumopa.

Ia menyampaikan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi tersebut.

Dalam kegiatan doa bersama yang dihadiri Wakil Kapolda Sulut, para tokoh agama dari enam agama resmi di Indonesia turut memanjatkan doa bagi Polri, pemerintah, dan seluruh masyarakat.

Doa bersama itu, lanjutnya, merupakan wujud komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan di Sulawesi Utara sebagai modal utama pembangunan.

“Kerukunan yang terus terpelihara akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan percepatan pembangunan daerah,” katanya.

Rumopa juga mengingatkan bahwa kemajuan daerah akan sulit tercapai apabila ruang publik, khususnya media sosial, masih dipenuhi sikap diskriminatif serta penyebaran ujaran kebencian.

“Bagaimana mungkin kita memajukan daerah jika masih ada perilaku diskriminasi dan kebencian yang terus bertebaran di media sosial. Karena itu, tokoh agama harus hadir menjadi teladan, membawa pesan damai, persaudaraan, dan persatuan,” tegasnya.

Sejalan dengan harapan Gubernur Yulius Selvanus, Rumopa mengajak seluruh komponen masyarakat untuk semakin kuat, berani, dan tegas menghadapi berbagai tantangan sosial dengan mengedepankan semangat kebersamaan.

“Harapan kita sama, yakni menghadirkan Sulawesi Utara yang aman, rukun, maju, dan menjadi daerah yang diberkati Tuhan melalui persatuan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara