AMURANG – Christiany Eugenia Paruntu (Tetty), Asiano Gamy Kawatu (AGK) dan Farry Freyke Liwe (FFL) mendominasi baliho di Minahasa Selatan. Calon Bupati Partai Golkar dan PDI-Perjuangan ini menempatkan baliho hampir di semua desa di Minsel.
Pantauan beritamanado, Senin (11/01), baliho berbagai ukuran Tetty, AGK dan FFL diletakkan di pinggir jalan dan ada dipasang di halaman rumah, “kami sengaja pasang dihalaman rumah karena kami adalah pendukung setia Tetty,” ujar Recky Simbar, warga Motoling.

hidup HARUM Ber SERI….mari torang samua warga minsel dukung pa bpk Andre umboh no 2…dia s trbkti rendah hati..peduli p warga kecil..dia biarpun tanpa pemasangan baliho…masyarakat s kenal dri dlu..bahwa dia sangat baik utk mnjdi pemimpin Minsel
kami dri warga kecil mndukung setiap calon yang ada d minsel,,trutama kami para warga kecil mndukung bpk ANdre UMBOH…
Sy teringat komentar sdr Jeffry Mangindaan: “feeling Politik saya, dalam survey internal Golkar sendiri, AGK masih unggul dari tetty. ini bicara tingkat Elektabilitas (keterpilihan).”
Ternyata feeling tdk bisa mengalahkan data survei lapangan. Terbukti bukan AGK yg diusung oleh Partai Golkar, tapi Tetty Paruntu. Anehnya juga, kenapa AGK yg pernah dikabarkan menempati posisi tinggi di survei PDIP jg terkesan diabaikan oleh PDIP yg cenderung memilih FFL-Ferry Wongkar. Sy curiga, elektabilitas AGK mgk tdk setinggi yg didengung-dengungkan. Logikanya mana ada calon populer dg elektabilitas tinggi kok tidak diminati partai-partai politik, kecuali si calon memang sdh ‘dikapling’ partai ttt spt Tetty.
Skr berhembus kabar Ventje Tuela dan AGK tengah bersaing lawan Johny Sumual di Partai Demokrat. Apabila AGK gagal jg di Demokrat, harapan satu-satunya tinggal partai gabungan. Sayang, apabila AGK atau calon2 lain tdk segera menuntaskan masalah pelik kendaraan politik ini, mrk bisa sangat tertinggal jauh dlm start sosialisasi/kampanye politik. Ini mengingatkan sy pada kegagalan Jusuf Kalla dlm pilpres lalu yg pencalonannya terkesan mendadak shg strategi aliansi/koalisi politiknya gagal semua. Moga2 ‘kegagalan’ AGK di PDIP tdk terulang lg di partai2 lain. atau mgk bahkan maju dr jalur independen?
salam demokrasi
Sdr Delano,
Saya lbh setuju kader partai sendiri yg diutamakan. Jika tdk demikian, buat apa mengkader diri di sebuah partai. Jgn sampai org2 yg non partisan atau tdk mau berpeluh di partai tiba2 menikmati posisi menguntungkan dlm kandidasi.
Golkar di tingkat nasional thn 2004 lalu merasakan betapa perihnya mencalonkan org luar yg tdk didukung internal. Itu pula yg ditolak PDIP ketika pd pilpres 2009 lalu ada tekanan utk mencalonkan Prabowo sbg capres atas dasar elektabilitas.
Moga2 kekokohan karakter Mega bs berlanjut sampai ke tingkat lokal di sulut. Krn inilah pendidikan politik partisan yg baik.
@Julia Handi:saya rasa benar apa yang dikatakan Bpk jefry mangindaan bahwa Golkar adalah partai terbuka,dan menargetkan menang dalam smua pilkada sulut sesuai komitmen bpk SVR,sehingga Golkar ingin bersandar pada hasil survei…
Partai Golkar pun setuju Memasukan AGK dalam surveinya,berarti menunjukan Undagan ‘tertutup’ untuk AGK,yg sayangnya Sekarang sedang di ujung-unjungnya dgn PDIP…
saya yakin PDIP tidak akan mengulangi kesalahan yang sama yg terjadi di MINAHASA beberapa waktu lalu,yaitu Tidak memajukan KETUA PARTAI sebagai calon,sehingga membuat para anggota PAC dan kader partai lainya ‘sakit hati’ dan saya sangat yakin bahwa memajukan AGK dan FFL dalam satu paket sangatlah berisiko,,sprti yg saya katakan di atas,para kader partai nantinya akan merasakan kekecewaan yang mendalam,dan lain halnya apabila AGK di pasangkan dgn ktua partai PDIP saat ini bpk Frangky Wongkar,krna dgn begitu,saya percaya mesin partai akan bekerja maksimal untuk memenangkan pilkada…
Thanks Pak Jefry, klo sdh menyangkut pemilu spt ini mmg infonya berseliweran tdk jelas sumbernya. hasil2 survei pun diumumkan dg berbagai catatan tergantung siapa yg berkepentingan. wajar saja.
Klo menurut pemahaman sy, survey yg sahih memang harus menyertakan semua nama bakal calon populer utk diukur kadar elektabilitasnya. ini sekaligus utk mengukur kekuatan dukungan thd kandidat yg dianggap bakal mjd lawan. akan tetapi apakah dg mengikutkan nama dr luar Golkar seperti Gemmy, Ventje, Lombok, FFL, John Sumual, dll itu akan membuat si pemesan survei otomatis menjadikan nama2 tersebut sbg pilihan utama?
rasanya kok tdk tll masuk akal, terlebih apabila si partai itu merasa cukup percaya diri dg calonnya (dan partai Golkar anda ini tampak percaya diri sekali sejauh ini). klo selain utk ukur kekuatan lawan, mgk saja itu utk melirik potensi sbg calon wakil. yg ini serasa lbh masuk akal.
sy jg penasaran, mgp sbg partai terbuka, sampai detik ini Golkar tdk juga mengumumkan akan menjaring calon dr luar utk posisi calbupnya ya? yg ada malah elit-elitnya spt bersatu padu memberi dukungan ke TP. ini menurut koran2 di manado lho. mgk sbg simpatisan anda punya informasi menarik utk dibagikan.
utk feeling anda bhw AGK lbh tinggi posisinya dibanding TP di hasil survei Golkar, saya kira menarik bgt utk ditelusuri, apakah memang ada data spt itu. sedang utk FFL, anda tampaknya betul itu bukan kader PDIP, thanks koreksinya.
satu hal yg sy khawatirkan mengenai mekanisme jaring calon di PDIP ini. apakah mrk akan konsisten memilih calon dg popularitas tertinggi sesuai hasil survey? sbb bbrp kali disampaikan di media ini dn yg lain, bahwa soal kekuatan finansial jg mjd pertimbangan utama. apakah ini disadari oleh calon2 (di luar VT) yg sdh mendaftar?
Sebagai simpatisan partai Golkar Sepengetahuan saya, Partai Golkar adalah Partai terbuka. sehingga terlalu dini bagi kita utk mengatakan bahwa ibu Tetty sudah Pasti diusung oleh Golkar.
Buktinya, saat ini Partai Golkar menyertakan nama Asiano Gamy Kawatu dalam Surveynya. dan sesuai komitmen DPP, bahwa partai Golkar menggunakan hasil survey sebagai barometer dlm menentukan figur yang akan diusung. hal ini dekarenakan Partai Golkar bertekad utk menang di semua Pilkada Sulut. jadi, Mekanisme Survey mutlak dilakukan.
feeling Politik saya, dalam survey internal Golkar sendiri, AGK masih unggul dari tetty. ini bicara tingkat Elektabilitas (keterpilihan). AGK memiliki figur yang melekat di Minsel dan beliau punya historis yang kuat di Minsel, sehubungan dengan latar belakangnya yang adalah (Putra Mantan Camat Amurang, Tareran & Sonder era 70-an) singkat kata, AGK Lahir, Tumbuh dan telah Mengabdi di Tanah kelahirannya.
mengenai feeling Politik ibu Julia, mungkin saya koreksi sedikit. setahu saya Fary Liwe (FFL) bukanlah kader Internal PDIP seperti yang anda katakan. karena FFL merupakan Birokrat (Kadis PU Bolmut). dan PDIP sendiri, hanya menargetkan kader Partainya utk duduk di posisi papan 2. karena utk posisi papan 1, pada waktu penjaringan lalu diisi oleh figur2 independent (Gamy Kawatu, prof. Lombok, VT, FFL).
Tetty sdh pasti diusung Partai Golkar, selamat utk calbup perempuan termuda ini. Utk Gemmy & Freyke Liwe, yg maju utk posisi calbup di PDIP, feeling politik sy mengatakan, kader internal yg kemungkinan akan dipilih oleh DPP utk maju, yaitu FFL. walau sayang kader yg satu ini agak telat bergerak. kalo keduanya maju sbg pasangan, entah apakah pasangan birokrat-birokrat ini akan mudah bersaing dg pasangan lain dg komposisi yg berbeda atau lebih?