Bencana banjir di Manado 15 Januari 2014
Manado – Memenangkan Pilkada berbagai program coba ditawarkan calon kepala daerah kepada masyarakat. Menarik, masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir berharap pemimpin kedepan dapat mengatasi permasalahan banjir yang sudah kronis di Kota Manado.
Pemerhati masyarakat Ventje Bilusayang menilai kepemimpinan sinergitas calon PDIP Olly Dondokambey- Steven Kandouw dan Hanny Joost Pajouw – Tonny Rawung dapat mengatasi permasalahan banjir di Kota Manado.
“Mengatasi banjir tak cukup dengan APBD. Posisi pak Olly yang berada di pusat kekuasaan berhasil memperjuangkan dana APBN bagi warga korban banjir. Kedepan, pembangunan dua waduk yakni di Kuwil dan Sawangan akan mengatasi banjir di Kota Manado. Program ini yang tidak bisa dilakukan calon lain,” tukas Bilusayang kepada BeritaManado.com, Jumat (30/10/2015).
Menurut jurnalis senior yang rumahnya di Kelurahan Dendengan Dalam ikut tenggelam akibat banjir pada Januari 2014 lalu, pemimpin Manado kedepan tak hanya menjalankan program mengandalkan APBD tapi harus berani melakukan rehabilitasi mendasar terutama bagi masyarakat rentan bencana alam. Pemimpin Manado menurutnya juga tidak sekedar memberikan bantuan tunai untuk menarik hati masyarakat.
“Saya melihat program rehabilitasi mendasar mengatasi banjir hanya pada HJP-ToRa yang nanti akan mendapat sokongan penuh Olly-Steven jika dipercayakan rakyat memimpin Sulut. Kalau saya lebih memilih tidak dibayang-bayangi banjir daripada sekedar pendapat bantuan tunai setiap bulan,” jelas Bilusayang diiyakan warga Dendal lainnya.
Sebelumnya Ketua tim pemenangan HJP-ToRa, Djenri Keintjem menegaskan, sinergitas kepemimpinan di daerah dibutuhkan untuk kesinambungan pembangunan. Keintjem mengajak masyarakat Manado mendukung HJP-ToRa untuk menjamin program pembangunan berjalan sesuai skala prioritas.
“Kita tidak sekedar memilih pemimpin tapi kita juga harus memilih pemimpin yang bersinergi dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota. Bayangkan jika Tuhan berkenan Olly-Steven memimpin Sulut dan HJP-ToRa memimpin Manado pasti sinergitas kepemimpinan akan menghasilkan pembangunan yang fokus, terarah dan berkesinambungan,” jelas Keintjem saat menjadi juru kampanye HJP-ToRa di lapangan Ketang Baru, Sabtu pekan lalu.
Diakui calon pengganti Olly Dondokambey di DPR-RI ini, ada pihak yang tidak setuju dengan konsep sinergitas. Menurutnya, sinergitas sangat penting dipahami oleh masyarakat dan calon kepala daerah.
“Kenyataan sekarang banyak kepala daerah yang tidak sinergis dengan pemerintah pusat dan pemerintahan diatasnya. Misalnya ada walikota atau bupati tidak seniergis dengan gubernur atau gubernur tidak sinergis dengan pemerintah pusat. Nah, jika walikotanya HJP, gubernur pak Olly itu berarti akan tercipta pemerintahan yang sinergis dari bawah hingga keatas,” tukas Keintjem disampaut aplaus ribuan warga yang hadir. (jerrypalohoon)


Olly Dondokambey tetap yang terbaik untuk Sulut 1. Olly sudah banyak membantu Sulut dalam melobi program pembangunan Sulut selama periode tahun 2004 – 2015. kt butuh orang seperti beliau. kita lihat saja pembangunan sulut selama ini maju tidak bisa dilepaskan dari bantuan beliau di DPR dalam melobi anggaran untuk Sulut.
daripada ribut2. realistis saja tgl 9des.trg pilih orang SULUT bukan org sulsel ataupun org gorontalo.
Ahhh…banya2 mulu tetap OD-SEKA
Saruta, BUkanlah masalah dompleng-domplengan karna SULUT tidak akan lepas dari domplengan dari pusat. Intinya di disini adalah kepiawaian seorang pemimpin untuk dapat merealisasikan suatu program yang baik untuk rakyat banyak….Orang Sulut sekarang juga tidak buta-buta amat dan tahu siapa orang di balik dana2 pusat dan proyek tersebut baik yang sudah dan yang akan datang. Dan juga yang tak kalah penting tentunya adalah visi seorang pemimpin akan prioritas dan kebutuhan masyarakat sekarang…Kalau masalah mana yang harus di dahulukan dan bagaimana merealisasikannya, kaseh pa OD!
OD punya capability untuk mendobrak dan mempercepat semuanya dengan kedekatannya pada pemerintah pusat dan parlemen.
.
Kalau kedekatan dengan rakyat, jang goreng pa OD :)
Haahaha ini Saruta mmg jago mengarang bebas… tabiasa hya pikir kekurangan org lain.. qt tebak pasti dia ini nda akur dgn tetangga kong byk orang nda suka… OLLY-SK dan HJP for TORAng harga mati demi myelamatkan Manado dari org2 munafik!
I like this!
OD-SK banyak ba dompleng program pusat, seperti proyek listrik 100 MW (bagian 35.000 MW program Jokowi-JK), kabel serat optik, bendungan. Pernyataan di atas juga agak aneh, karena terlalu subyektif. Apakah pemimpin bersih itu hanya ‘lips service’ untuk negara berkembang seperti Indonesia? Tidak juga, karena Jokowi-Ahok sudah membuktikan itu, dan walaupun belum 100%, tetapi niat ke arah itu sudah dimulai dan buahnya sudah mulai dipetik. Saya pribadi hanya melihat figur Benny Mamoto dan David Bobihoe yang bisa lebih dipercaya, dan mereka bukan pemimpin yang dilahirkan oleh partai, tetapi mereka miliki integritas mumpuni sehingga dilirik partai. Ketakutan ada pada para politikus kotor jika Benny Mamoto yang jadi nakhoda Sulut, karena segala yang berbau kotor akan disapu bersih demi kesejahteraan masyarakat SULUT secara merata, bukan hanya dimiliki kelompok-kelompok tertentu. Sebanyak 7 record dunia GUINNES dan 34 record MURI telah diberikan bagi lestarinya budaya SULUT dan masa depan anak-anak SULUT agar dapat berdaya saing global dengan jati diri lokalnya. Bagi saya hanya Benny-David yang benar-benar memiliki niat TULUS untuk mengabdi bagi SULUT. Benny-David selain bersih, visoner, juga sangat dicintai masyarakat SULUT yang sudah mengenalnya. Jika belum kenal, silahkan cari info mengenai figur kedua calon ini, dan anda yang berpikiran global serta menempatkan obyektifitas dalam mencari kandidat yang akan dipilih tanggal 9 Dec 2015 nanti, mudah2an langsung menemukan aura kedekatan yang begitu hangat. Salam 3 jare…, salam Sulut BEDA.
“Politicians are the same all over. They promise to build bridges even when there are no rivers.”
.
Tu tiga cagub, politician samua dorang itu dan janji pada rakyat selama kampanye adalh hal biasa dalam pemilu.
.
Tapi janji OD-SK adalah lebih mengena untuk sikon masyarakat skarang karna mereka menguasai bidang yang di janjikan mereka.
.
Sementara dua calon yang lain sangat terlalu mengada2 dengan janji-janji “Bersi? Jujur? tanpa korupsi?.
Pribadi mereka mungkin saja nanti bisa bersih dalam memimpin, tapi kalau ingin membuat semua aspek bersih adalah mustahil!
.
Slogan dan janji kampanye dari politikus calon pemimpin yang bawah2 kata bersih, jujur, tanpa korupsi mustahil terjadi di negara berkembang semacam negara kita.
Slogan begitu hanya akan laku dan bisa terjadi kalau HDI kita sudah di atas 0.85 dan INcome percapita so di atas USD20 ribu :) .
.
Makanya lebeh bae OD-SK jo…lebeh masuk akal
Hebat bro Adano…
Ketika ada calon gubernur yang menjanjikan Bersih Moral…dianggap mengada-ada…
namun…
Â
ketika ada calon yang menjanjikan waduk triliunan rupiah…dianggap bisa ada…
dan lebih relevan…
hahahahaha….
Â
padahal banjir manado lebih merupakan bencana alam…dibandingkan bencana lingkungan seperti banjir jakarta…
Â
curah hujan hingga puluhan kali lipat diatas rata-rata dalam 24 jam menyebabkan banjir bandang luaaar biasa yang jika ada waduk dengan anggaran hanya beberapa triliun saja…saya yakin pasti jebol dan menambah malapetaka…
coba pikirkan baik-baik…banjir yang terjadi di manado tahun terakhir dan disaat itu disawangan ada waduk…apakah Adano bisa menjamin waduk itu tidak akan jebol…??????
 Â
Itulah maksud saya…
jika pada saatnya nanti janji itu akan direalisasikan…pasti akan dikembalikan lagi pada perencanaan dan survey lapangan yang pada akhirnya tak bisa diwujudkan dan hanya pemikat massa saja…
Sinergis kok mesti se-partai? Sinergitas itu wajib terbangun antara Pusat, Provinsi dan Kab/Kota siapapun dan dari manapun pemimpinnya.
RAPBN 2016 telah disetujui menjadi APBN 2016 berarti Bravo PDIP Bravo OD-SK.
Olly Yes. HJP No.
mengatasi banjir Manado lakukan dengan melarang semua bangunan dibangun pada bantaran dan sempadan sungai(Permen PU 63 thn 93), serta melarang membuang sampa disungai (harus tegas dengan sanksi, bila perlu pakai penjaga sungai), yang terlanjur dibangun dibongkar, buat tanggul pada sempadan sungai didaerah pemukiman dan mengembalikan fungsi Bantaran dan Sempadan sungai, apa bisa? oh ya Gan… sawangan dan kuwil itu Bendungan bukan Waduk.
Sinergis supaya nda kejadian lagi pembangunan Jembatan Soekarno sampe belasan tahun baru klar… Peletakan batu pertama Era Megawati dan Selesai Era Jokowi… Sinergi bukan soal dukung mendukung tapi soal percepatan pembangunan. Cari mangarti jo itu arti ‘tak kenal maka tak sayang kalau kenal? lebe cepat proposal cair kan?’ itu cuma salah satu benefit browww. Mudah2an mangarti. Btw, ini program terhebat :)
Janji manis saat pilkada ibarat hipnotis yang membuai pemilih…
tapi ketika terpilih janji itu menjadi bias dan tak harus direalisasikan…
dengan alasan butuh perencanaan dan studi mendalam yang pada akhirnya masih harus ditunda lagi…
Lihat saja janji2 ketika pilkada bupati atau walikota yang diumbar ketika kampanye…
apakah sudah terealisasi saat ini…???
Seribu satu macam alasan yang dikeluarkan yang mengatakan bahwa janji itu belum bisa dipenuhi…
Sikap arogansi dan tidak demokratis terlihat jelas pada janji diatas…
Seakan masyarakat ‘harus’ memilih paket Gubernur-Walikota mereka untuk bisa memperbaiki keadaan…
Tapi harus ingat…bahwa sinergisitas pemerintah dari pusat ke daerah masih harus didukung oleh sinergisitas dari DPR-DPRD dan partai2 pendukung didalamnya untuk memuluskan perencanaan anggaran…
Dan jangan lupa…
partai pak Olly tak punya satupun kursi pimpinan di MPR atau DPR RI… sekalipun partai itu adalah pemenang pemilu legislatif…ironis sekali…
Ini yg komen pasti TS srbelah berusaha cari kekurangan Pak Olly… Inga jo so byk bliau beking cuma mo ba bangke bukan pak OD pya style..
Sinergis? Berati kalau walikota/bupati/gubernur bukan dari PDIp tidak akan didukung maksimal oleh pemerintah pusat?