Berita Utama

Tak Lagi Pegang Kursi Gubernur, Mesin PDI Perjuangan Sulut Bergerak dari 1.839 Ranting

PDI Perjuangan Sulut memperkuat mesin organisasi dari tingkat ranting hingga panggung Bulan Bung Karno sepanjang Juni–Juli 2026.
PDI Perjuangan Sulut memperkuat mesin organisasi dari tingkat ranting hingga panggung Bulan Bung Karno sepanjang Juni–Juli 2026.

Penulis: Tim Redaksi

Manado — Tak lagi memegang kursi gubernur Sulawesi Utara, PDI Perjuangan menghadapi lanskap politik yang berbeda dibanding periode sebelumnya.

Namun sepanjang Juni hingga pertengahan Juli 2026, mesin partai berlambang banteng itu justru menunjukkan aktivitas organisasi yang padat.

Gerakannya tidak bertumpu pada panggung kekuasaan eksekutif provinsi. PDI Perjuangan Sulut memilih bekerja melalui tiga jalur yang saling menopang: konsolidasi struktur hingga akar rumput, mobilisasi kader lewat simbol ideologis Bulan Bung Karno, dan penguatan kapasitas legislatif di tingkat daerah.

Salah satu angka yang paling mencolok adalah 1.839 ranting.

Jumlah itu menjadi target konsolidasi PDI Perjuangan di seluruh desa dan kelurahan di Sulawesi Utara.

Lalu, seperti apa pola pergerakan mesin PDI Perjuangan Sulut sepanjang Juni hingga pertengahan Juli 2026?

Konsolidasi Struktur: Mengejar 1.839 Ranting

Langkah paling mendasar yang ditempuh DPD PDI Perjuangan Sulut pada periode ini adalah memperkuat organisasi hingga unit terkecil.

Setelah menuntaskan pembentukan kepengurusan di seluruh 171 kecamatan se-Sulawesi Utara, partai berlambang banteng tersebut menetapkan target ambisius: merampungkan pembentukan pengurus ranting di 1.839 desa dan kelurahan pada awal Juli 2026.

Target ini dibahas dalam rapat koordinasi daring pada Rabu, 10 Juni 2026, yang dipimpin Sekretaris DPD Reza Rumambi bersama Wakil Sekretaris Bidang Internal Fabian Kaloh.

Rapat tersebut diikuti jajaran pengurus DPC dari 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Semangat yang mengemuka cukup tegas: konsolidasi organisasi yang kuat harus dimulai dari desa dan kelurahan agar partai benar-benar hadir dan bekerja dekat dengan masyarakat — bukan sekadar menjadi mesin elektoral musiman menjelang kontestasi.

Langkah tersebut memperlihatkan pola kerja PDI Perjuangan yang khas: membangun kekuatan dari bawah.

Strategi ini menjadi semakin menarik karena dilakukan ketika PDI Perjuangan tidak lagi memegang akses kekuasaan eksekutif di level Provinsi Sulawesi Utara.

Bulan Bung Karno: Panggung Ideologis yang Bergulir Berminggu-minggu

Jika konsolidasi struktur merupakan kerja mesin organisasi di balik layar, Bulan Bung Karno 2026 menjadi panggung utama PDI Perjuangan di ruang publik Sulawesi Utara.

Rangkaian kegiatan dibuka meriah pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Tondano, Kabupaten Minahasa.

Stadion Maesa dan Lapangan God Bless berubah menjadi “lautan merah” oleh ribuan kader dan simpatisan dari berbagai daerah.

Pembukaan diawali dengan Bung Karno Fun Walk, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup U-17.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara