
Penulis: Tim Redaksi
Ribuan kader, simpatisan, dan masyarakat memadati Kota Tondano, Kabupaten Minahasa, Sabtu (30/5/2026), dalam pembukaan rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut).
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Lautan massa yang mengenakan atribut merah memenuhi sejumlah titik kegiatan, menjadikan pembukaan Bulan Bung Karno tahun ini sebagai salah satu agenda politik dan kebangsaan terbesar di Sulut.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey menegaskan bahwa bulan Juni memiliki makna historis dan ideologis yang sangat penting bagi partainya.
“Mulai bulan Juni ini kita konsentrasi memperingati Bulan Bung Karno. Semua agenda kita kaitkan dengan itu karena bulan Juni menjadi bulan yang sangat penting bagi PDI Perjuangan,” ujar Olly.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bung Karno Fun Walk 2026 yang mengambil start dari Lapangan God Bless Tondano. Ribuan peserta berjalan bersama menuju Stadion Maesa Tondano dalam suasana penuh semangat, kebersamaan dan gotong royong.
Setelah itu, Stadion Maesa Tondano menjadi pusat perhatian dengan dibukanya Kompetisi Sepakbola Soekarno Cup U-17.
Turnamen tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Sulut dan menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang kompetisi bagi generasi muda.
Menurut Olly, peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan kepada generasi penerus bangsa.
“Ini sangat positif bagi kader-kader muda untuk mengenal sosok pahlawan bangsa, bapak bangsa dan pendiri Partai Nasional Indonesia,” katanya.
Selain Soekarno Cup U-17, berbagai kegiatan olahraga juga turut memeriahkan Bulan Bung Karno 2026. Kompetisi Mini Soccer dan Padel digelar secara serentak di berbagai kabupaten dan kota di Sulut dengan melibatkan seluruh struktur partai, mulai dari tingkat DPD hingga DPC.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PDI Perjuangan untuk mempererat kebersamaan sekaligus menghidupkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Olly mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan Proklamator Bangsa Indonesia, Soekarno.
“Yang terpenting adalah bagaimana semangat perjuangan, nasionalisme, persatuan, dan gotong royong yang diajarkan Bung Karno tetap menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” pungkasnya.
