
Airmadidi-Produk tepung kelapa lokal asli Minahasa Utara (Minut) yang dikelolah PT Royal Coconut masih laris di pasar Eropa.
GM Royal Coconut Alexander Gala mengatakan, produksi tepung kelapa perusahaan mencapai 100 ton per bulan yang menghasilkan 13 ton tepung.
“Tepung kelapa kami kemas dengan berat 25 Kilogram per kemasan dan dikirim ke Eropa sebanyak 520 kemasan per hari,” ujar Gala.
Gala mengatakan, produksi tepung kelapa dalam skala besar ini berdampak positif pada perekrutan tenaga kerja yang lebih banyak.
Menurutnya saat ini karyawan mencapai lebih dari 300 orang, dengan prosentase 75% karyawan asli warga Minut, sisanya dari Gorontalo dan Tomohon.
“Sesuai aturan kerja, seluruh karyawan kami beri tunjangan kesehatan, dan gaji sesuai upah minimun provinsi,” jelasnya.
Disisi lain terkait kesehatan lingkungan, Gala menjelaskan bahwa pihak perusahaan sudah mengubah sistem pembakaran dengan menggunakan tempurung kering,
“Dulu kami membakar dengan tempurung basah sehingga menimbulkan asap hitam, namun sekarang sudah tempurung kecil sehingga sudah tidak ada asap hitam. Kedepan juga ada rencana pemindahan area pabrik sehingga tidak lagi mengganggu masyarakat sekitar sini,” pungkasnya.(findamuhtar)
