Manado – Sesuai dengan adanya keinginan dan desakan dari masyarakat agar daerah Kabupaten/Kota yang ada di Bolaang Mongondow Raya dapat menjadi satu Provinsi Totabuan mendapat tanggapan dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), melalui Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Ir Siswa Rachmat Mokodongan mengatakan, sesuai hasil rapat konsultasi bersama dengan para Bupati dan Walikota se Bolmong, Gubernur Sulut (Dr Sinyo Harry Sarundajang) sudah menyatakan mendukung penuh rencana pembentukan Provinsi Bolmong Raya.
Hanya saja pernyataan dukung pembentukan Provinsi Bolmong yang sering dikatakan Sarundajang harus mengacu pada nilai history daerah itu sendiri. Maksudnya agar nama Provinsi harus tetap ada nama Bolmong (Bolaang Mongondouw) karena daerah tersebut sejarahnya terdiri dari dua kerajaan yang berbeda yaitu Kerajaan Bolaang dan Kerajaan Mongondow dan telah disatukan hinggah menjadi Bolaang Mongondow.
“Ini untuk mengenang sejarah. Dimana nama Bolmong merupakan penggabungan dua kerajaan, yakni, Kerajaan Bolaang dan Kerajaan Mongondouw. Jadi terserah, bagaimana nantinya, mau pakai Raya dibelakang atau tidak, yang penting harus tetap ada nama Bolmong (Bolaang Mongondow),”jelas Mokodongan. (Jrp)

saya rasa bkn tujuan dri para elit2 politik di bolmong mau membuat daerah provinsi baru karena merasa dianak tirikan tapi ada permainan diantara elit politik daerah dan pusat utk strategi tertentu, apapun nama provinsi yg baru nanti bukn suatu maslh tetapi hubngn kekeluargaan yg dri dulu sdh terjln antara daerah bolmong dan daerah minahasa serta sangir talaud sdh berakar rumput dgn istlh torang semua barsaudara.
Wacana pemekaran wilayah semoga tidak mengorbankan masyarakat kecil