Manado – Piala Eropa di Polandia dan Ukraina tinggal hitungan hari saja. Tentunya perhelatan akbar empat tahun sekali ini sudah dinanti-nantikan bolania seluruh dunia tak terkecuali di Sulawesi Utara. Namun, jangan terlalu senang dulu, karena MNC grup yang mendapatkan hak siar melalui RCTI akan melakukan pengacakan siaran langsung televisi bagi pengguna fasilitas siaran televisi kabel.
Hal tersebut menarik perhatian komisi 1 DPRD Sulut untuk mencari solusi agar siaran langsung Euro Poandia-Ukraina dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat. “Paling lambat hari Kamis ini kami sudah melakukan pertemuan dengan beberapa stake holder seperti KPID, Kepolisian dan Kominfo untuk mencari solusi,” tutur anggota komisi 1 Herry Tombeng, Senin (4/6) sore.
Diakui Tombeng, pihaknya tak memiliki wewenang untuk melarang pengacakan siaran yang akan dilakukan pihak MNC grup. “Mudah-mudahan pertemuan itu menghasilkan solusi terbaik,” tambahnya.
Namun secara pribadi, Tombeng menyesalkan sistem monopoli siaran yang dilakukan stasiun televisi. “Sepakbola adalah cabang olahraga yang sangat universal. Semua orang berhak menikmatinya, kenapa harus ada pembatasan siaran seperti itu,” tukasnya. (jerry)

Kata Gusdur “Gitu aja kok repot…” hehehe
Memangnya DPRD yg bayar itu hak siar, makanya pemerintah beli dang hak siar supaya bisa tayang di TVRI……..
Makanya pake indovision sebulan 160rb. So bisa nonton itu piala eropa
mau diacak atau tidak itu hak nya mereka, kan mereka (stasiun TV) harus mengeluarkan biaya yg tidak sedikit utk membeli hak siar… klo pemerintah mau intervensi, ya harus membayar ke stasiun TV nya supaya masyarakat SULUT semuanya bisa nonton siaran bola Euro….
Ambil positifnya saja,jgn selalu mudah menyimpukan.berdoa saja sapa tahu.
deng daong menarik jo…ngana pe kata
bisnis ini bung.,.,, pikir dulu sebelum bicara.,..,
Oh Gosh, so bagini dang anggota dewan pe kualitas berpikir…. hehehhehee… mudah2an nyandak mayoritas bagini….
makin kelihatan ni pak tombeng pe wawasan sampe dimana. Hak siar dibeli bukan dengan uang yang sedikit, maka wajar jika mereka membatasi. Menonton sepak bola antar kampung saja kadang mesti bayar karcis.
Statement yg tdk berguna, hanya cari sensasi sj.
ngana kira stasiun televisi beli hak siaran deng daong…..
pak tombeng, memang olahraga itu universal… mar tu hak siar itu hal lain doe, dorang dapa tu hak siar le da bayar tinggi dari pesaing tv lain… bersyukur jo ada tv yg mau bayar mahal for bisa siarkan di indonesia.. soal orang mo bauni or nda, yah iko ketentuan tu tv noh…
noh kalo suka bauni tanpa ada batasan tv, pi bauni jo di polandia-ukraina…
Pembatasan terjadi karena pihak TV kabel secara hukum bisnis mencuri hak siar.