
Manado – Pelaksana tugas (plt) Sekda Kota Manado Haefrey Sendoh, terlihat gerah ketika mengetahui bahwa sejumlah SKPD yang terlibat dalam tim koordinasi aset daerah tidak dapat hadir dalam rapat koordinasi pendataan dan inventarisasi barang dan milik daerah di ruang serbaguna, kantor Pemkot Manado, Selasa (7/2).
Saat memeriksa daftar hadir, Sendoh beberapa kali memanggil kepala-kepala SKPD yang diundang, dan ternyata hanya diwakilkan. Sehingga beberapa kali Sendoh mengatakan, “tolong..ada yang mewakili dari eselon IV, kalau tidak ada tolong dipanggil atau dihubungi,” tegas Sendoh yang merasa bahwa rapat koordinasi ini adalah rapat yang penting guna penataan aset kota Manado ke depan, karena selama ini, inilah yang menjadi kelemahan Pemkot Manado.
Bukan sampai di situ saja, kegerahannya semakin bertambah ketika seorang PNS wanita terlihat cuma asyik memainkan hp-nya sehingga Sendoh terpaksa menegur PNS tersebut. “Boleh-kah? selama rapat ini, handphone di silent saja, atau dimatikan saja. Mari kita konsentrasi saja di sini. Mungkin ibu atau cewek sudah tahu ini (penataan aset), tapi kalau belum, ini yang cilaka,” ujar Sendoh.
Menurutnya apa yang dibicarakan dalam rapat koordinasi tersebut, dapat membawa sesuatu yang bermanfaat dalam pengelolahan aset di SKPD masing-masing. “Bagusnya habis kita pertemuan dari sini, dapat membawa sesuatu. mari kita saling menghargai dan menghormati tanpa membedakan siapapun yang berbicara,” tegasnya. (cha)
