“Misalkan kalau di kelas itu sedikit yang bertanya sesuatu ke dosen kalau di kuliah online lebih banyak, serta lebih banyak juga suka menjawab pertanyaan,” ujarnya.
Namun ia juga menyatakan, kuliah online ini mempunyai minusnya, seperti jaringan yang bisa mengganggu perkuliahan, karena tidak semua tempat jaringannya bagus, serta kuota internet sendiri menjadi momok paling menakutkan.
“Kuota internet sendiri menjadi momok paling ditakuti oleh mahasiswa karena tentunya ketika kuliah online memerlukan kuota yang lebih banyak lagi tentunya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kuliah online ini diharapkan segera selesai dan digantikan dengan aktivitas kuliah seperti biasanya di kampus, dengan harapan wabah COVID-19 yang menggemparkan dunia dan Indonesia bisa selesai.
“Wabah corona ini bisa selesai dengan cepat, agar segala hal yang ada di Indonesia termasuk untuk pendidikan bisa stabil kembali,” tutup Surentu yang merupakan mahasiswa Prodi Farmasi ini.
(DedyManlesu)
