
Manado, BeritaManado.com — Sudah beberapa hari ini pemerintah menetapkan sistem social distancing, yaitu dimana masyarakat mengurangi kegiatan diluar rumah apalagi mengunjungi tempat tempat keramaian termasuk menjalankan sistem kerja dari rumah, belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia.
Untuk menjalankan sistem social distancing tersebut, beberapa kampus di Kota Manado menerapkan sistem kuliah online.
Kepada BeritaManado.com, melalui pesan daring, beberapa mahasiswa di Manado memberikan tanggapan terkait sistem kuliah online ini, salah satunya Delmon Tambem, mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat.
Delmon menyatakan, penerapan kuliah online tidak terlalu efektif karena banyak mahasiswa kurang mengetahui tentang penggunaan e-Learning.
“Tidak terlalu efektif karena kurangnya pengetahuan teman-teman tentang bgaimana cara mnggunakan e-learning. Apalagi tentang absen kelas,” ujar Delmon.
Namun, Delmon menyambut positif langkah pihak rektorat yang menjalankan kuliah online ini untuk pencegahan penyebaran COVID-19.
“Tapi menurut saya ini salah satu langkah positif dari pihak rektorat dalam hal pencegahan,” katanya.
Dia menambahkan agar mahasiswa lain juga untuk tidak mengangap ini sebagai liburan.
“Kita sebagai mahasiswa juga jangan menganggap ini hanya sebatas liburan semata, tapi berbicara diluar konteks e-Learning yang dijalankan saat ini, kita harus tetap tanggap dengan keadaan sosial msyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Delmon pun mengungkapkan kelebihan kuliah online yaitu bisa di akses dari mana saja, materi langsung pada initinya, tanya jawab lebih fleksibel serta bisa mereview kembali materi yang di dapat.
Sedangkan untuk kekurangannya, menurut Delmon, kuliah online bergantung pada internet, dan mengurangi interaksi sosial.
“Berhubung karena saya dari fakultas hukum yang lebih banyak berdiskusi dari pada bekerja sendiri,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Erlangga Paath, mahasiswa Prodi Hukum, Universitas Prisma Manado.
“Tidak terlalu efektif dibandingkan kuliah pada umumnya, karna menurut saya kuliah online ini terbagi atas dua metode yakni lewat chat dan lewat face call, dimana yang pertama kalau kita gunakan metode chating contohnya lewat aplikasi google class room itu, kalau menurut kita sangat membosankan, dan yang kedua jika kita gunakan metode face call, itu sangat boros anggaran, dengan kalau jaringan lemah maka nda akan efektif, kesimpulannya kalau menurut kita lebih efektif kuliah seperti biasa saja,” ujarnya.
Namun menurut Erlangga, untuk saat ini tidak ada jalan lain yg harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat selain bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah.
“Namun kalau berbicara mengenai penanganan virus corona, cara ini sangat efektif dalam tanda kutip jika masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak keluar keluar rumah, guna mencegah penularan virus corona ini,” kata Erlangga.
Terkait kuliah online ini, Presiden Mahasiwa Prisma, Kurnia Surentu, juga mengatakan, dengan diberlakukannya kuliah online mahasiswa jadi lebih berinteraktif dalam memberikan dan menjawab pertanyaan dari dosen.
