Agama dan Pendidikan

Sarah Shakira Sompie, Asisten Riset Termuda dari Unsrat yang Ukir Prestasi Internasional

Sarah Shakira Sompie (foto IST)
Sarah Shakira Sompie (foto IST)

Manado, BeritaManado.com — Di usianya yang masih 22 tahun, Sarah Shakira Sompie membuktikan diri sebagai sosok muda penuh prestasi.

Lahir di Jakarta pada tahun 2002, Sarah kini tengah menempuh semester terakhir di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Yang membuatnya menonjol, Sarah didaulat sebagai asisten riset termuda dalam proyek penelitian bilateral Australia–Indonesia bertajuk Policy & Governance: Net-Zero Transition within Coastal Area Healthcare Facilities.

Ia bergabung bersama tim peneliti senior dari University of Melbourne, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Unsrat.

Menariknya, Sarah menjadi satu-satunya anggota yang belum menyelesaikan gelar sarjana (S1), sementara rekan-rekannya mayoritas bergelar S2 dan profesor.

Dalam proyek ini, Sarah berkontribusi sejak penyusunan proposal riset hingga pengajuan pendanaan senilai Rp2 miliar kepada LPDP serta AUD 43 ribu ke Pemerintah Australia.

Ia juga akan terikat kontrak resmi sebagai asisten akademik hingga tahun 2027, dengan locus penelitian di Puskesmas Pulau Bunaken, Manado, dan Puskesmas Mubune, Likupang.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah Sarah-Shakira-Sompie-5-300x400.jpg
Sarah Shakira Sompie,
Keke Minahasa Utara mahasiswa (Foto IST
Sarah Shakira Sompie,
Keke Minahasa Utara mahasiswa
(Foto IST)

Keke Minahasa Utara

Selain aktif di bidang riset, Sarah dikenal luas sebagai mahasiswa berprestasi.

Ia merupakan penerima beasiswa prestisius Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) ke Maastricht University, Belanda, serta meraih beragam penghargaan debat hukum tingkat nasional.

Pada 2024, ia juga terpilih sebagai “Keke Minahasa Utara” dalam ajang Duta Wisata Kabupaten Minahasa Utara.

Dengan capaian yang sudah diraih, Sarah Shakira Sompie tampil sebagai representasi generasi muda Sulawesi Utara yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berdaya saing internasional.

Kini, perjalanannya semakin menarik.

Sebagai Keke Minut 2024, Sarah dipercaya mewakili Kabupaten Minahasa Utara pada ajang bergengsi Pemilihan Nyong Noni Sulut (PNNS) 2025.

Kehadirannya di panggung PNNS tak sekadar membawa nama daerah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bahwa intelektualitas, talenta, dan keanggunan bisa bersatu dalam sosok generasi muda Sulut yang visioner.

Sarah, kedua dari kiri saat bersama tim peneliti senior melakukan audensi dengan Wali Kota Manado, Andrei Angouw (Foto IST).
Sarah, kedua dari kiri saat bersama tim peneliti senior melakukan audensi dengan Wali Kota Manado, Andrei Angouw (Foto IST).

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara