MANADO – Ketua Predisium Pemuda Anti Politisi Busuk (PAPB) Sulut, Rudolf Wowor, mengatakan, pihaknya berencana akan menggugat pemerintah RI, dalam hal ini Presiden, Gubernur Sulut, dan PT Pertamina terkait kelangkaan minyak tanah (Mitan) yang dialami masyarakat Sulut, imbas dari konversi gas LPG yang ternyata menyulitkan warga.
”Kami melihat pemerintah tidak siap dalam mensosialisasikan pemakaian LPG sehingga sebagian besar masyarakat enggan memakai gas. Bukan hanya itu, penghentian subsidi Mitan harusnya di Sulut nanti berlaku 30 Januari. Kenapa sekarang sudah kesulitan minyak tanah, ”ujar Rudolf, sore tadi.
Rudolf, menambahkan, ada masyarakat yang takut memakai Kompor LPG, karena penjelasan dari petugas tidak ada. ”Kalau pun ada tidak merata. Bahkan sesuai data yang kami peroleh di kelurahan, tidak ada petugas dari PT Pertamina yang melakukan sosialisasi cara pemakaian kompor gas LPG saat pembagian kompor lalu, ”ujarnya.(del)
