
Manado — Belakangan ini petani di Sulawesi Utara mulai merasa kesulitan mendapatkan pupuk untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka.
Menurut Steven Kalengkongan, petani asal Modoinding, Jumat 10 Januari 2020 kepada BeritaManado.com kurang lebih 6 bulan terakhir petani mulai merasa kesulitan mendapatkan pupuk di pasaran.
“Sungguh sangat miris karena kurang lebih 80 persen masyarakat di Modoinding adalah petani, sehingga kelangkaan pupuk yang berdampak pada gagal panen juga akan berdampak pada menurunnya pendapatan petani yang pasti akan mempengaruhi nilai tukar petani secara keseluruhan di Sulawesi Utara,” tutur Kalengkongan.
Karena itu, anggota DPRD SULUT Komisi 2 yang membidangi pertanian, kelautan dan keuangan, Sandra Rondonuwu, STh, SH angkat bicara.
Menurutnya hal ini sudah disampaikannya pada saat laporan reses pada rapat Paripurna.
Namun, ini butuh tindakan yang lebih cepat dari pemerintah melalui dinas terkait.
“Saat reses akhir tahun 2019 lalu kami sudah mendapat masukan dari masyarakat. Dan hal ini langsung kami sampaikan kepada pemerintah bahkan Gubernur Olly Dondokambey langsung menginstruksikan agar melalukan langkah proaktif ke dinas terkait. Namun masalah ini ternyata masih terus berlanjut, sehingga sesegera mungkin kami akan memanggil pihak-pihak terkait, terutama yang berkaitan dengan penyaluran pupuk bersubsidi,” tegas Sandra Rondonuwu.
Lebih lanjut, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat petani untuk membicarakan solusi pertanian di Sulut agar bisa melakukan antisipasi jauh hari sebelumnya agar kejadian ini tidak terjadi dikemudian hari.
“Sebagai wakil rakyat yang membidangi pertanian kami ajak untuk memberikan masukan agar pada musim tanam kuartal kedua tahun ini hal-hal yang masih mengganjal dapat diselesaikan secara baik,” imbuhnya.
(rds)
