Tak hanya di gedung parlemen, Rio tetap hadir di tengah masyarakat melalui program “Diakonia Pembangunan Rumah”, inisiatif sosial untuk membantu warga yang membutuhkan hunian layak.
Program ini lahir dari kepekaannya terhadap realitas kemiskinan yang masih menghantui banyak keluarga di Sulut.
Belakangan, nama Rio mulai ramai disebut sebagai figur muda potensial untuk menakhodai PDI Perjuangan Sulawesi Utara.
Wajahnya yang tenang namun berkarakter dianggap membawa napas baru bagi partai berlambang banteng moncong putih itu.
Banyak yang menilai, ia adalah simbol regenerasi politik. Muda, berpendidikan, dan memiliki akar sosial yang kuat.
Setiap langkahnya kini diperhatikan publik. Ada yang memuji, ada pula yang menguji.
Tapi Rio tampak memahami bahwa setiap pemimpin besar harus siap menanggung sorotan dan ujian.
“Hidup bukan soal seberapa cepat kita sampai, tapi seberapa kuat kita bertahan di jalan yang benar,” katanya dalam sebuah kesempatan.
Di usia yang baru menginjak 30 tahun, Rio Dondokambey telah menapaki lintasan yang tak mudah: dari pelayanan pemuda, organisasi bisnis, hingga politik nasional.
Dan jika arus sejarah berpihak, bukan tak mungkin, nama ini akan menjadi salah satu wajah baru kepemimpinan Indonesia di masa depan.
(rds)
