
Manado, BeritaManado.com – Pagi itu, langit Manado masih diselimuti kabut tipis.
Di antara hiruk-pikuk kota yang sedang tumbuh pesat, seorang anak muda tampak menyalami warga di sebuah acara gereja sederhana.
Senyumnya tenang, tutur katanya lembut, namun setiap kalimat yang diucapkan memiliki keyakinan kuat.
Dialah Rio Alexander Jeremia Dondokambey — generasi baru pemimpin Sulawesi Utara yang kini tengah menapaki jalan panjang menuju panggung nasional.
Lahir di Manado pada 21 November 1995, Rio tumbuh di lingkungan keluarga yang menanamkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini.
Meski dikenal sebagai putra mantan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, ia memilih menempuh jalannya sendiri.
Pendidikan tinggi ia raih di Pennsylvania State University, Amerika Serikat, sebuah pengalaman yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia, terutama tentang pentingnya integritas dan pelayanan publik.
Sepulang dari luar negeri, ia melanjutkan studi Magister Manajemen di Unsrat, dan menorehkan prestasi cum laude pada 2023.
Namun, pendidikan hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang Rio.
Semangat kepemimpinan sejatinya lahir dari pelayanan.
Ia dikenal luas di kalangan pemuda gereja sebagai Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM periode 2022–2027, di mana ia sering memimpin kegiatan sosial, kamp pemuda, hingga pelayanan bagi warga di pelosok.
“Bagi saya, memimpin itu bukan soal jabatan. Itu soal kesediaan untuk melayani,” ujarnya suatu kali dalam wawancara singkat.
Langkahnya kemudian menembus dunia politik dan organisasi.
Rio pernah memimpin KNPI Sulut, dipercaya sebagai Ketua Kadin Sulut, dan kini mengemban amanah nasional sebagai Sekjen DPP Taruna Merah Putih serta Bendahara Umum GAMKI.
Semua posisi itu dijalaninya dengan gaya kepemimpinan yang tenang namun progresif.
Karier politiknya mencatat babak baru ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Sulawesi Utara.
Di Senayan, ia bergabung dalam Komisi XI yang membidangi keuangan, moneter, dan perencanaan pembangunan.
Di ruang sidang, Rio dikenal vokal memperjuangkan agar kebijakan fiskal dan APBN 2026 lebih berpihak kepada rakyat kecil serta sektor produktif.
