
Penulis: Tim Redaksi
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Bidang Pangan, Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Perikanan, Pricylia Elviera Rondo, menegaskan hasil Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput tidak akan berhenti sebagai materi pelatihan semata.
Politisi yang akrab disapa Peron itu mengatakan, seluruh peserta ToT mendapat mandat untuk menjadi pelatih di daerah masing-masing agar mampu menggerakkan masyarakat, terutama kaum perempuan, melalui berbagai pelatihan yang bermanfaat.
“ToT ini merupakan agenda resmi PDI Perjuangan yang diikuti utusan dari seluruh DPD PDI Perjuangan se-Indonesia. Setiap provinsi mengutus dua sampai tiga kader perempuan mengikuti Training of Trainer Perempuan Penggerak Akar Rumput,” ujar Pricylia kepada BeritaManado.com.
Menurutnya, setelah kembali ke daerah, para peserta memiliki tanggung jawab untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
“Ketika kembali ke daerah masing-masing, kami diharapkan mampu menggerakkan masyarakat, lebih khusus kaum perempuan, melalui pelatihan-pelatihan yang bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Fokus pada Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan
Sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut yang membidangi pangan, pertanian, lingkungan hidup, dan perikanan, Pricylia memastikan fokus pengabdiannya tetap pada pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dan ekonomi keluarga.
Ia mengungkapkan, jauh sebelum mengikuti ToT, dirinya telah lebih dari satu dekade aktif menggelar berbagai pelatihan kepada masyarakat.
Pelatihan tersebut antara lain pembuatan pupuk organik cair (POC), biodekomposer, bionutrisi, hingga berbagai keterampilan rumah tangga seperti pembuatan sabun cuci piring dan hand sanitizer.
Menurut Pricylia, kegiatan sederhana seperti itu memiliki manfaat nyata karena mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.
“Ini merupakan kerja politik yang nyata di lapangan. Mungkin kegiatannya terlihat sederhana, tetapi menurut saya sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Program Berlanjut di Sulawesi Utara
Pricylia mengatakan antusiasme masyarakat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pemberdayaan tersebut.
Selama ini, berbagai pelatihan dipusatkan di Komunitas Kolom Mapalus Sulut di Jalan Gereja Nomor 77, Winangun, Kota Manado, serta menjangkau masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa Selatan.
Bekal yang diperoleh dari ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput, menurutnya, akan semakin memperkuat program yang telah berjalan sekaligus memperluas jangkauan pelatihan kepada masyarakat.
Melalui pelatihan pertanian, pengolahan produk, hingga keterampilan rumah tangga, Pricylia berharap semakin banyak perempuan di Sulawesi Utara memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.
Baginya, pelatihan yang diterima di Sekolah Partai bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi bekal untuk menghadirkan kerja politik yang nyata, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari.
