Politik dan Pemerintahan

Pulang dari Sekolah Partai, Jeane Laluyan dan Pricylia Rondo Bawa Tugas Baru ke Akar Rumput Sulut

eane Laluyan dan Pricylia Rondo bersama peserta ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput dan pengurus DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai.
Jeane Laluyan dan Pricylia Elviera Rondo bersama peserta ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput lainnya serta pengurus DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). (Foto: Istimewa)

Penulis: Tim Redaksi

Jakarta, BeritaManado.com — Sekolah Partai telah usai. Namun bagi Jeane Laluyan dan Pricylia Elviera Rondo, pekerjaan sesungguhnya justru baru dimulai.

Dua kader perempuan PDI Perjuangan Sulawesi Utara itu pulang dari Lenteng Agung, Jakarta Selatan, membawa tugas untuk bergerak dan memperkuat kerja perempuan di akar rumput.

Jeane dan Pricylia baru saja menuntaskan Pelatihan untuk Pelatih atau Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput yang digelar DPP PDI Perjuangan pada 13–14 Juli 2026.

Kegiatan yang mempertemukan perwakilan kader perempuan dari 38 provinsi tersebut ditutup Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga, Selasa (14/7/2026).

Berakhirnya pelatihan selama dua hari itu sekaligus menandai dimulainya tugas para peserta di daerah masing-masing.

Bagi Sulawesi Utara, tugas tersebut dibawa Jeane Laluyan dan Pricylia Rondo.

Jeane merupakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Bidang Perempuan dan Anak.

Sementara Pricylia Elviera Rondo, yang akrab disapa Peron, juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Pricylia juga menjabat Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Bidang Pangan, Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Perikanan.

Posisi keduanya membuat bekal dari Sekolah Partai bersentuhan langsung dengan sejumlah persoalan di tengah masyarakat.

Mulai dari perempuan dan anak, kehidupan keluarga, pangan, pertanian hingga persoalan masyarakat di tingkat basis.

Sebelumnya, Jeane mengatakan kader perempuan dibekali agar benar-benar hadir bersama masyarakat.

Penguatan kader dibekali dengan berbagai hal agar bisa turun ke akar rumput dan ikut menangis dan tertawa bersama,” ujar Jeane.

Menurut Jeane, ilmu yang diberikan juga diarahkan agar kader tidak sekadar mengikuti arus.

Kader dituntut memahami substansi kerja pengorganisasian perempuan di tingkat basis.

ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput membekali peserta dengan enam materi pokok.

Materi tersebut meliputi konsep diri perempuan penggerak, strategi membangun kekuatan kolektif akar rumput, advokasi isu perempuan dan anak, manajemen ekonomi keluarga, komunikasi efektif hingga keorganisasian kepartaian.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara