Nasional

Sigi Diguncang 1.700 Gempa Susulan, Rumambi Desak Pemulihan Trauma Warga

Matindas J. Rumambi anggota Komisi VIII DPR RI PDI Perjuangan soroti gempa susulan Sigi
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Matindas J. Rumambi, saat menyampaikan desakannya kepada pemerintah terkait pemulihan dan mitigasi bencana gempa susulan di Kabupaten Sigi.

Penulis: Tim Redaksi

BeritaManado.com — Rentetan 1.700 gempa susulan yang mengguncang Kabupaten Sigi dalam sebulan terakhir membuat ratusan kepala keluarga masih bertahan di tenda-tenda darurat.

Bukan lagi karena rumah yang rusak, melainkan trauma mendalam yang belum juga reda.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Matindas J. Rumambi.

Ia mendesak pemerintah segera memperluas layanan trauma healing bagi warga terdampak, sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi gempa susulan yang masih terus terjadi.

Di tengah situasi darurat dan gempa susulan yang masih berkali-kali terjadi, warga tidak boleh merasa menghadapi bencana ini sendirian. Fokus pemerintah hari ini bukan hanya pemulihan fisik bangunan, tetapi pemulihan psikis warga, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami trauma berat akibat guncangan berulang,” tegas Rumambi.

Politisi asal Sulawesi Tengah ini menyoroti bahwa dampak psikologis bencana kerap luput dari perhatian, padahal sama beratnya dengan kerusakan infrastruktur.

Ia pun menyampaikan tiga langkah prioritas yang harus segera diimplementasikan pemerintah dan pemangku kebijakan di Kabupaten Sigi.

Pertama, pendampingan psikososial terpadu. Rumambi mendesak Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah menurunkan tim konselor trauma ke posko-posko pengungsian guna memulihkan kondisi psikis warga secara menyeluruh.

Kedua, akurasi data dan transparansi bantuan. Ia menekankan pentingnya pendataan seluruh hunian dan infrastruktur yang rusak secara menyeluruh, agar bantuan pemerintah dapat segera dicairkan tanpa terhambat kendala birokrasi.

Ketiga, penguatan mitigasi berbasis komunitas. Rumambi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta aktif mengikuti edukasi bangunan ramah gempa demi meminimalkan risiko di masa depan.

Melalui tiga poin tersebut, Rumambi berharap pemulihan pascabencana di Kabupaten Sigi tidak berhenti pada perbaikan fisik semata, tetapi juga menyentuh pemulihan mental warga yang menjadi fondasi penting bagi kebangkitan masyarakat terdampak.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara