
Manado – Sulawesi Utara (Sulut) kembali akan menggelar kegiatan bertaraf internasional. Terhitung mulai Selasa (27/9) hingga Minggu (30/9) mendatang, para duta besar ASEAN untuk Indonesia dan duta besar Indonesia untuk Negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Committee of Permanent Representatives to ASEAN (CPR) akan menggelar pertemuan di bumi Nyiur Melambai ini.
10 Duta Besar yang dimaksud yakni duta besar Brunai Darusalam (H.E. Pengiran Basmillah Pengiran Haji Abbas), Kamboja (H.E. Amb. Kan Pharidh), Indonesia (H.E. Amb. I Gede Ngurah Swajaya), Laos (H.E. Amb. Latsamy Keomany), Malaysia (H.E. Dato. Hsu King Bee), Myanmar (H.E. Amb. U Nyan Lynn), Filipina (H.E. Amb. Wilfrido V. Villacorta), Singapura (H.E. Amb. Lim Thuan Kuan), Thailand (H.E. Amb. Manasvi Srisodapol), dan Vietnam (H.E. Amb. Vu Dang Dzung). Juga China yang dijuluki Negara ASEAN plus, dipastikan akan ambil bagian dalam pertemuan yang akan digelar di hotel Peninsula Manado.
‘’Para duta besar negara ASEAN sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam pertemuan ini. Dan pada intinya, kesiapan panitia sudah fix,’’ jelas Conselor Head of Chancery of the permanent mission of the Republic of Indonesia to ASEAN J. S. George Lantu kepada Gubernur Sulut DR. S. H. Sarundajang di ruang kerja Gubernur pada Senin (26/9).
Lebih lanjut Lantu menjelaskan, pertemuan tersebut intinya untuk memberikan wawasan kepada para duta besar ASEAN mengenai potensi-potensi yang ada di Indonesia khususnya Sulut, sekaligus sebagai ajang exchange views antara Gubernur Sulut beserta jajaran FKPD (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), serta instansi terkait dengan anggota CPR. “Topik pembahasan mencakup upaya ASEAN dalam membentuk komunitas ASEAN dan penerapan master plane on ASEAN connectivity serta dampaknya bagi Provinsi Sulut,” seraya memastikan kesediaan Gubernur Sarundajang untuk menjadi nara sumber dalam pertemuan tersebut. (*/jrp)
