MANADO – Banyak kepala daerah yang terlibat kasus korupsi tentu arahnya adalah ingin memperkaya diri sendiri, keluarga atau kelompoknya. Kenyataan lainnya bahwa mereka korupsi tanpa memikirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat yang dipimpinnya.
Hal ini terkuak dalam Kampanye Hanny Joost Pajouw – Gregorius Tonny Rawung Putaran Kedua di Bahu, Kecamatan Malalayang Kota Manado, Selasa (06/10/2015).
“Kalau mau jadi orang kaya jangan jadi kepala daerah, jadilah pengusaha. Malulah kepada rakyat kalau kaya karena APBD. Itu sangat memalukan,” kata calon walikota Manado yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Nasdem ini.
“Pemimpin harus punya pengorbanan. Bukannya berfoya-foya dengan dana ABPD,” tegasnya.
HJP menegaskan keterpanggilannya menjadi calon walikota di Manado sama dengan wakilnya Gregorius Tonny Rawung.
“Masalah kemiskinan, kesehatan, masalah klasik macet, puskesmas tidak sanggup menampung dan Batuk tidak sembuh-sembuh kalau di Puskesmas akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Malalayang ini ada apa? Bukan hanya soal fisik bangunan tapi management puskesmas harus jelas sehingga maksimal sesuai tujuannya,” ungkap Pena HJP disambut kata ‘benar’ oleh sejumlah warga yang memadati bangsal kampanye.
Senada diungkapkan Tonny Rawung dalam orasinya. Ia menengaskan pentingnya sinergi dan kerjasama semua pihak untuk membuat Manado lepas dari persoalan-persoalan kemiskinan, kemacetan dan ketertinggalan dalam berbagai hal.
“Kerja keras untuk mengurai kesejahteraan bagi semua. Harus sinergi antara pemerintah pusat dan daerah jangan gengsi atau kesombongan membuat kehancuran bagi masyarakat. Harus kerjasama dan berjuang demi kepentingan bersama,” tegas legislator DPRD Manado dua periode ini.(ads)

