Lebih dari 70 persen air yang digunakan untuk Tambang Emas Toka Tindung merupakan daur ulang dari tailing pool, dengan kurang dari 30 persen diambil dari air permukaan (air hujan ditampung di kolam sedimen dan air sungai), yang meminimalkan dampak terhadap sumber daya air di lingkungan setempat.
Hal ini merupakan wujud nyata dari program perusahaan untuk penyediaan air bersih kepada masyarakat lingkar tambang.
Selain itu, Archi juga menyelaraskan berbagai upaya keberlanjutan lingkungannya dengan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap energi bersih. Sehubungan dengan penggunaan bahan bakar (solar), Archi juga telah mengikuti program Pemerintah menggunakan campuran 30 persen Biodiesel (B30).
Secara keseluruhan, MSM dan TTN telah menerima penghargaan “ADITAMA” dengan peringkat “Penghargaan Emas” terkait pengelolaan lingkungan pertambangan berturut-turut sejak 2013-2019 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, dan penghargaan “PROPER” dengan rating “Biru” selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2012-2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Selain itu, pada bulan September 2020, Tambang Emas Toka Tindung juga dipilih oleh Kementerian ESDM Republik Indonesia menjadi “Objek Vital Nasional”, di mana hal tersebut menjadi salah satu cerminan komitmen Archi menjadi perusahaan yang memiliki peranan yang penting dan vital bagi masyarakat sekitar pada khususnya, dan negara Indonesia pada umumnya.
Archi juga memiliki rencana untuk terus mengembangkan operasional perusahaan demi meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional dan lokal.
Salah satu rencana Archi yang akan datang termasuk peningkatan kapasitas Pabrik Pengolahan di Tambang Emas Toka Tindung dari 3,6 juta ton per tahun (pada akhir tahun 2020) menjadi 8,0 juta ton per tahun (pada akhir tahun 2025).
Kapasitas ini akan memungkinkan Archi untuk mencapai produksi sebanyak lebih dari 450 kilo ons (setara dengan lebih dari 14 ton) emas per tahun.
(***/rds)
