Manado – Pernyataan Jerry Sambuaga soal Pancasila mulai mendapat tanggapan dari kalangan kampus. Jerry yang juga staf pengajar di FISIP Unsrat ini melontarkan salah satu masalah yang ada di tengah-tengah bangsa saat ini, adalah kurang sempurnanya nilai-nilai Pancasila itu dilakukan.
Salah satunya sila yang pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi melihat hal ini, menurutnya Pancasila harus dikritisi.
Mahyudin Damis, koleganya di FISIP Unsrat menilai Jerry mempersoalkan sila pertama yang mencampuradukan antara agama dan negara? Agama dan negara di Indonesia tak bisa dipisahkan, itu yang betul.
“Pasca reformasi, UUD 45 atau konstitusi kita hampir kelima kalinya diamandemen, tapi wakil-wakil rakyat dan pemerintah tak pernah berpikir untuk mengubah isi pembukaan UUD 45 itu.
Apalagi pada alinea ke 3 yang bunyinya: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dgn ini kemerdekaannya”.
Artinya apa? Kemerdekaan yang kita capai itu tak lepas dari berkat dan rahmatNYA. Nah, logikanya, kita harus konsisten tetap berpegang pada Tuhan Yang Maha Kuasa baik sebelum merdeka maupun pasca reformasi. Bahwa kemerdekaan yang kita capai ini tak lepas dari campur tanganNya,” terangnya.
Dijelaskan Mahyudin, dalam sejarah perjalanan bangsa ke depan, misalnya diera sekarang ini tetap saja kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap memohon kepadaNya agar berada dalam lindungan rahmat dan berkatNya. Bagian ini merupakan doktrin negara yang tak bisa diutak-atik.
“Agama yang hidup di Indonesia semuanya mengajarkan yang baik-baik dan mengharamkan yang tidak baik. Semua agama di Indonesia mengajarkan nilai-nilai universal. Misalnya, kejujuran, keadilan, etika dan moral. Tak ada agama yang mengajarkan diluar itu.
Artinya, agama dan negara adalah satu kesatuan. Tidak ada yang dapat memisahkan urusan dunia (negara) dan agama. Bahkan dalam kaitannya dengan hubungan antar sesama mahluk hidup di Indonesia ini,” kuncinya.(aha)

kritik dibolehkan bahkan di negeri ini kita bebas mengeluarkan pikiran baik lisan dan tulisan ini menandakan bahwa demokrasi msh ada tapi utk cara berfikir jerry sambuaga ini bukan kritik atau mencerminkan seseorg yg berfikir kritis tapi ini lontaran pemikiran dari seseorang yg hanya ingin menarik perhatian atau biar dikesankan sensasional agar lebih poluper di mata publik krn pencalegannya…tdk perlu berekasi berlebihan thd pemikiran spt ini…ini cara berfikir sekuler dan sekularisme memandang agama terpisah dari negara atau pemerintah tdk boleh mencapuri urusan warganya dlm beragama atau tdk beragama krn itu adalah persoalan privat…jadi ini bukan pemikiran kritis tapi sesat dan menyesatkan…termasuk pemikirannya mengenai negara federal… sdr. Jerry sepertinya anda tidak pernah mempelajari sejarah politik dan ketatanegaraan bangsa anda sendiri ???
Memang benar dengan melihat situasi yang ada sangat disayangkan Pancasila hanya menjadi slogan, secara kenyaataan Negara terlalu mencampuri Agama terlalu dalam, sudah efektifkah Sila 1 di Indonesia??
mengapa begitu banyak intimidasi terhadap kaum minoritas???
kalau Pancasila hanya menjadi Simbol saja lebih baik tidak sama sekali, kita musti bercermin menurut realita sekarang, jangan hanya berteori dan melihat indahnya sejarah aturan yang dibuat begitu sempurna, tapi pada akhirnya hanya menjadi pajangan semata,.
sila pertama dlm pancasila,punya hubungan erat dgn akhlak
Dn moral.Oleh sebab itulah negara berkewajiban utk memagari
Rakyatnya dr segala hal yg mengakibatkan dekadensi moral.