Bisnis dan Ekonomi

Penduduk Sulut Menua, Kelahiran Turun di Bawah Batas Ideal: Apa Dampaknya?

Penduduk Sulut Menua, Kelahiran Turun di Bawah Batas Ideal: Apa Dampaknya?
Ilustrasi

Penulis: Sri Surya | Manado


Struktur penduduk di Sulawesi Utara kini memasuki fase baru. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, Sulut resmi masuk kategori penduduk menua (ageing population).


Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Watekhi menjelaskan bahwa jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat.


“Persentase penduduk lansia di Sulawesi Utara sudah mencapai 14,12 persen, menandakan kita telah masuk fase ageing population,” jelasnya pada pelaksanaan rilis data terbaru BPS Sulut, Selasa (5/5/2026).


Di sisi lain, tingkat kelahiran juga mengalami penurunan.


“TFR sebesar 2,07 menunjukkan fertilitas sudah berada di bawah replacement level,” ujarnya.


Artinya, rata-rata perempuan di Sulut melahirkan lebih sedikit anak dari ??jumlah yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan populasi.


Beberapa indikator penting lainnya:

Pertumbuhan penduduk: 0,79 persen per tahun

Rasio ketergantungan: 45,95 persen

Angka kematian bayi: 15,75 per 1.000 kelahiran hidup


Kondisi ini menunjukkan bahwa Sulut sedang mengalami transisi demografi.


Di satu sisi, kualitas kesehatan membaik, tetapi di sisi lain, pemerintah perlu mulai menyiapkan kebijakan untuk menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lansia.


BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara