Bisnis dan Ekonomi

BPS Ungkap Komoditas yang Diam-Diam Picu Inflasi, Ternyata Bukan Beras atau Cabai

Inflasi: Tumpukan tomat merah, cabai rica, dan bawang yang dijual pedagang di pasar tradisional Sulawesi Utara.
Harga tomat, cabai (rica), dan bawang di pasar tradisional. BPS Sulawesi Utara mencatat tomat menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan Mei 2026.

Penulis: Sri Surya, Editor: Tim Redaksi

Ketika berbicara soal inflasi, banyak orang langsung mengaitkannya dengan kenaikan harga beras, cabai, atau bahan bakar minyak. Namun data terbaru menunjukkan bahwa ada komoditas lain yang diam-diam memberikan tekanan cukup besar terhadap kenaikan harga di Sulawesi Utara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Sulawesi Utara pada Mei 2026 mencapai 2,33 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 2,03 persen.

Menariknya, penyumbang inflasi bukan didominasi beras maupun cabai, melainkan harga tomat yang mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi daerah. Di dalam kelompok tersebut, tomat menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil paling besar terhadap kenaikan indeks harga konsumen.

Selain tomat, kenaikan tarif angkutan udara juga tercatat memberi kontribusi terhadap inflasi tahunan di Sulawesi Utara. Faktor ini dinilai cukup berpengaruh mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta ketergantungan wilayah kepulauan terhadap transportasi udara.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain tomat dan tarif angkutan udara,” ujar Watekhi dalam pemaparan data terbaru Mei 2026 di Kantor BPS Sulut, Selasa (2/6/2026).

Kenaikan harga tomat sendiri menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan bahan pangan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara. Tomat merupakan bahan utama berbagai menu harian, termasuk pelengkap sambal dabu-dabu yang menjadi ciri khas kuliner daerah.

Di sisi lain, tarif angkutan udara yang meningkat juga berdampak pada biaya perjalanan masyarakat serta distribusi barang ke sejumlah wilayah.

Meski inflasi Sulawesi Utara berada di atas rata-rata nasional, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia.

Data BPS menunjukkan kondisi inflasi daerah tetap relatif terkendali. Namun perkembangan harga komoditas pangan, khususnya tomat, serta biaya transportasi udara akan terus menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian dalam beberapa bulan mendatang.

Fakta ini sekaligus menunjukkan bahwa tekanan inflasi tidak selalu berasal dari komoditas yang selama ini dianggap sebagai penyebab utama. Dalam kasus Sulawesi Utara, tomat justru menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kenaikan harga secara umum sepanjang tahun ini.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara