Berita Utama

Orang Minahasa Makin Sedikit? Data BPS Ungkap Perubahan Besar Penduduk Sulawesi Utara

Infografis tentang perubahan demografi Sulawesi Utara menampilkan keluarga mengenakan pakaian adat Minahasa, dengan data SUPAS 2025 mengenai Total Fertility Rate (TFR) 2,07, penduduk lansia 14,12 persen, dan laju pertumbuhan penduduk 0,79 persen, berlatar panorama Gunung Lokon dan Teluk Manado.
Infografis perubahan demografi Sulawesi Utara. Data SUPAS 2025 menunjukkan angka kelahiran terus menurun, pertumbuhan penduduk melambat, dan jumlah lansia meningkat. Bagaimana dampaknya terhadap masa depan masyarakat Minahasa dan Sulawesi Utara dalam beberapa dekade mendatang?

Penulis: Tim Redaksi

Sulawesi Utara sedang mengalami perubahan demografi yang mungkin belum disadari banyak orang.

Angka kelahiran terus menurun, jumlah lansia meningkat, sementara pertumbuhan penduduk melambat.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang ramai diperbincangkan masyarakat: apakah warga Minahasa akan semakin sedikit?

Bahkan, mungkinkah suatu saat nanti suku Minahasa terancam punah?

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) memang menunjukkan adanya perubahan besar dalam struktur penduduk Sulawesi Utara, meski kesimpulan tentang “kepunahan” tentu tidak bisa diambil begitu saja.

Sulut Resmi Memasuki Era Penduduk Menua

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat beberapa indikator penting.

Di antaranya:

  • laju pertumbuhan penduduk Sulut hanya 0,79 persen per tahun;
  • angka kelahiran (Total Fertility Rate/TFR) berada di 2,07 anak per perempuan, sudah berada di bawah tingkat penggantian generasi (replacement level sekitar 2,1);
  • penduduk lanjut usia mencapai 14,12 persen, sehingga Sulawesi Utara resmi masuk kategori ageing population atau populasi menua.

Artinya, dalam jangka panjang jumlah bayi yang lahir semakin sedikit dibandingkan generasi sebelumnya.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat Minahasa?

Hingga saat ini belum ada data resmi yang menunjukkan jumlah penduduk berdasarkan suku setiap tahun.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa jumlah orang Minahasa sudah menurun.

Namun, beberapa tren demografi patut menjadi perhatian.

Sebagian besar wilayah Minahasa memiliki proporsi penduduk lansia yang tinggi mengingat banyak generasi muda Minahasa memilih merantau.

“Banyak anak muda Minahasa merantau ke luar daerah, misalnya ke Jakarta, Kalimantan, Papua, hingga luar negeri untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan,” kata Ferry Rende wartawan senior yang lama berada di luar daerah dan kini memilih menetap di Leilem, Minahasa.

Menurut Ferry, banyak pasangan memilih menikah pada usia lebih matang serta kecenderungan memiliki satu atau dua anak.

Jika kondisi tersebut berlangsung selama beberapa dekade, maka bukan tidak mungkin proporsi masyarakat Minahasa akan semakin kecil dibandingkan sekarang, meski identitas etnisnya tentu tidak serta-merta hilang,” urai Ferry.

Punah? Jawabannya Tidak Sesederhana Itu

Istilah “punah” sebenarnya terlalu jauh. Suatu suku tidak hilang hanya karena angka kelahirannya turun.

Identitas suatu etnis tetap bertahan selama budaya, bahasa, marga, tradisi, dan pewarisan identitas kepada generasi berikutnya masih berlangsung.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara