Kota Manado

Kesenjangan Inflasi Sulut: Manado Tertinggi, Minut Terendah, Ini Penyebabnya

Di jantung Kota Manado, Tugu Zero Point berdiri sebagai penanda awal setiap perjalanan. Sebuah titik yang menghubungkan masa lalu, hari ini, dan harapan untuk esok.
Di jantung Kota Manado, Tugu Zero Point berdiri sebagai penanda awal setiap perjalanan. Sebuah titik yang menghubungkan masa lalu, hari ini, dan harapan untuk esok.

Penulis: Sri Surya, Editor: Tim Redaksi

Dua daerah di Sulawesi Utara, hanya berjarak sekitar 25 kilometer, mencatat realitas harga yang sangat berbeda. Pada Mei 2026, Kota Manado mengalami inflasi tahunan 3,27 persen, sedangkan Kabupaten Minahasa Utara hanya 0,66 persen. Selisih lebih dari 2,6 poin persentase — dan ada penjelasan konkret di balik angka itu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara merilis data ini pada Selasa (2/6/2026). Inflasi tahunan Sulut secara keseluruhan tercatat 2,33 persen dengan IHK 111,10. Namun angka provinsi itu menyembunyikan variasi tajam antarwilayah yang patut dicermati.

Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, menjelaskan bahwa inflasi Manado yang tinggi didorong terutama oleh kenaikan tarif angkutan udara. Manado sebagai kota dengan mobilitas udara tertinggi di Sulut — pusat bisnis, pendidikan, dan layanan pemerintahan — paling merasakan dampak penyesuaian surcharge bahan bakar penerbangan yang berlaku nasional.

Watekhi menegaskan kondisi Sulut secara keseluruhan masih terkendali.

“Tingkat inflasi tahunan Mei 2026 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun secara bulanan justru terjadi deflasi sehingga tekanan harga relatif terkendali,” katanya.

Lihat: Tarif Pesawat dan Harga Tomat Naik, Inflasi Tahunan Sulut Capai 2,33 Persen

Sementara itu, Minahasa Utara dengan karakter ekonomi yang lebih bertumpu pada aktivitas lokal, industri, dan kawasan ekonomi khusus, memiliki porsi transportasi udara yang lebih kecil dalam struktur pengeluaran warganya. Hasilnya, inflasi di Minut tetap amat rendah meski tekanan harga terasa di Manado.

Kesenjangan ini bukan fenomena baru, tetapi data Mei 2026 memperlihatkannya dengan sangat jelas. Perbedaan struktur ekonomi, pola konsumsi, dan aksesibilitas layanan antarwilayah menciptakan pengalaman inflasi yang berbeda-beda bahkan dalam satu provinsi yang sama.

Di sisi lain, Kabupaten Minahasa Selatan justru mencatatkan deflasi bulanan terdalam di Sulut, yakni minus 1,39 persen, dengan cabai rawit sebagai komoditas penahan inflasi terbesar. Panen raya di sentra produksi Gorontalo dan Minahasa membanjiri pasar dengan stok cabai, mendorong harga turun signifikan di Minsel.

Secara bulanan, seluruh Sulut mengalami deflasi 0,61 persen pada Mei 2026 — kabar baik yang merata ke hampir semua daerah. Penurunan harga ikan turut berkontribusi seiring membaiknya cuaca dan meningkatnya hasil tangkapan nelayan.

Bagi pembaca di Manado, ada dua komponen utama yang paling berkontribusi terhadap tingginya inflasi kota ini: tarif angkutan udara dengan andil 0,40 persen dari total inflasi, sebagaimana dibahas rinci dalam laporan kenaikan tarif angkutan penumpang Sulut Mei 2026; serta biaya pendidikan yang melonjak 9,71 persen secara tahunan menjelang tahun ajaran baru Juli 2026, sebagaimana diulas dalam laporan biaya pendidikan Sulut Mei 2026.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara