Berita Utama

Tarif Pesawat Naik, Jasa Angkutan Sulut Melonjak 11,65 Persen dalam Setahun

Salah satu pesawat terparkir di Bandara Sam Ratulangi Manado sebelum melayani penerbangan menuju berbagai daerah di Indonesia.
Suasana aktivitas penerbangan pagi hari di Bandara Sam Ratulangi Manado dengan sejumlah pesawat yang terparkir di dekat terminal.

Penulis: Sri Surya, Editor: Tim Redaksi

Biaya bepergian di Sulawesi Utara melonjak tajam dalam setahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 4,41 persen pada Mei 2026, dengan indeks harga naik dari 110,31 pada Mei 2025 menjadi 115,17 pada Mei 2026.

Di dalam kelompok itu, tekanan terbesar datang dari angkutan udara yang menjadi komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar.

Dari empat subkelompok transportasi, jasa angkutan penumpang mencatatkan kenaikan tertinggi yakni 11,65 persen secara tahunan — jauh di atas subkelompok pembelian kendaraan (4,98 persen), jasa pengiriman barang (1,03 persen), dan pengoperasian transportasi pribadi (0,50 persen).

Secara keseluruhan, kelompok transportasi menyumbang andil inflasi tahunan sebesar 0,54 persen terhadap inflasi Sulut.

Dari sisi komoditas, angkutan udara menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,40 persen, diikuti mobil (0,06 persen), sepeda motor (0,04 persen), serta pelumas/oli mesin, ban luar motor, dan solar masing-masing 0,01 persen.

Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, menjelaskan penyebab kenaikan tersebut.

“Kenaikan harga angkutan udara naik karena adanya penyesuaian surcharge bahan bakar penerbangan,” ujar Watekhi, Selasa (2/6/2026).

Lihat: Tarif Pesawat dan Harga Tomat Naik, Inflasi Tahunan Sulut Capai 2,33 Persen

Surcharge bahan bakar adalah komponen tambahan di luar harga tiket dasar. Nilainya mengikuti pergerakan harga avtur — ketika harga avtur naik secara nasional, maskapai menyesuaikan surcharge dan konsumen menanggung kenaikan itu langsung di harga tiket.

Dampaknya paling terasa di Kota Manado.

Sebagai pusat mobilitas udara di Sulut, inflasi tahunan Manado mencapai 3,27 persen pada Mei 2026 — tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara — dan tarif angkutan udara menjadi pendorong terbesar kenaikan itu.

Menariknya, saat Sulut secara keseluruhan mengalami deflasi bulanan 0,61 persen pada Mei 2026, kelompok transportasi justru bergerak berlawanan arah dengan mencatatkan inflasi bulanan 0,52 persen — tanda bahwa tekanan biaya perjalanan belum mereda. Secara bulanan, kelompok ini memberikan andil inflasi 0,06 persen, dengan angkutan udara menyumbang 0,03 persen dan pelumas/oli mesin 0,01 persen.

Kondisi Manado ini berbeda jauh dengan daerah lain di Sulut. Kabupaten Minahasa Utara hanya mencatatkan inflasi tahunan 0,66 persen — selisih 2,6 poin persentase dibanding Manado — sebagian karena porsi transportasi udara dalam struktur pengeluaran warganya jauh lebih kecil.

Kesenjangan antarwilayah ini diulas lengkap dalam laporan perbandingan inflasi Manado dan Minahasa Utara Mei 2026.

Di sisi lain, ada satu komponen biaya hidup yang mencatatkan persentase kenaikan bahkan lebih tinggi: biaya pendidikan yang melonjak 9,71 persen secara tahunan.

Kenaikan itu menjadi alarm dini menjelang tahun ajaran baru Juli 2026, sebagaimana diulas dalam laporan biaya pendidikan Sulut Mei 2026.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara