Berita Utama

Penatua BILLY LOMBOK: Duka Surabaya (Juga) Duka Sulawesi Utara

Penatua BILLY LOMBOK: Duka Surabaya (Juga) Duka Sulawesi Utara
Foto ilustrasi ledakan bom

 

Manado, BeritaManado.com – Ungkapan kekecewaan sekaligus kesetiakawanan dirasakan Pnt. Billy Lombok SH, ketika gereja kembali mendapatkan teror setelah bom diledakkan di saat umat kristiani di Surabaya mengikuti peribadatan.

Pnt. Billy Lombok mengungkapkan kejadian ini sangat disesalkan, gerakan teror semacam ini harus dikutuk sebagai gerakan yang tidak mewakili agama apapun di dunia ini.

“Karenanya umat Kristen di seluruh dunia tidak akan merasa ter-teror walau benar duka yang mendalam juga turut dirasakan, sedih tentunya dalam dukacita bersama,” ujar Ketua Pemuda Sinode GMIM periode 2005-2014 ini kepada BeritaManado.com, Minggu (13/5/2018) sore.

Pnt. Billy Lombok juga menyatakan bahwa semua pihak harus bangkit dan melawan radikalisme. Aparat kepolisian harus didukung dalam menuntaskan persoalan teror di Indonesia, pekerjaan rumah ini harus tuntas dan hal ini harus dilakukan bersama oleh masyarakat dan tokoh agama.

“Tidak ada satupun agama di dunia ini yang mengedepankan kekerasan. Kejadian di Surabaya harus tuntas penyidikan dan penyelidikannya, demikian juga masalah lain, bahkan ada persoalan yang sudah sampai pada keputusan Mahkamah Agung tapi tidak ditegakkan, peribadatan terlaksana di trotoar dan lain sebagainya. Mari jaga kebersamaan di Sulawesi Utara, jangan terpancing, kita berdoa bersama, Tuhan selalu memberkati!” tukas Pnt. Billy Lombok yang juga Ketua Forum Pemuda Lintas Gereja ini.

Lanjut Pnt. Billy Lombok, kedepannya agama diberikan porsi terhormat dengan cara tidak mempolitisasi sedemikian rupa. Ingat, keadilan sosial itu untuk seluruh rakyat Indonesia, tidak minoritas ataupun mayoritas, agama sebagai moral force, jangan dibenturkan dengan berbagai hal lain termasuk kemungkinan distraksi persoalan.

“Jangan dengan mudahnya agama dijadikan komoditas oleh para pemegang kepentingan tertentu. Demikian juga panggung agama, mari bersama ciptakan iklim sejuk, pemerintah tidak mengintervensi agama tapi mengintesifkan komunikasi sekaligus mendeteksi untuk aksi preventif sebelum terjadi kegiatan yang tidak diinginkan,” pungkas anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini.

Diketahui, telah terjadi ledakan bom pada tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. Dua di antaranya adalah gereja Kristen, yaitu: Gereja Kristen Indonesia Surabaya dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Sedang satu lainnya, gereja Katolik, yaitu: Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya.

(JerryPalohoon)

 

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara