Delfie Rampisela, warga Rumoong Bawah-Amurang Barat mempertanyakan statemen Bupati Tetty Paruntu soal BBM.
Amurang—Terhitung 1 April pemerintah SBY akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan demikian, semua kepala daerah di seluruh Indonesia, melalui keputusan Mendagri harus mendukungnya. Tetapi, karena di Provinsi Sulawesi Utara. Khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan dikategorikan aman. Maka, tak perlu ada komentar apa-apa.
Demikian kata Delfie Rampisela, warga Kelurahan Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat, saat bersua dengan beritamanado, Kamis (28/3) tadi mengaku kecewa dengan statmen Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) atau biasa disapa Tetty Paruntu. ‘’Harusnya, Minsel ataupun Sulut masih aman-aman dan tidak ada demo apapun. Tetapi, memalui Plt Kabag Humas dan Protokol Alvons Sumenge, SSTP, bupati mengeluarkan statmen yang seakan-akan memberi pelajaran bagi rakyat,’’ ujar Rampisela.
Kata Rampisela, bahwa sebagai rakyat jelas sangat kecewa. Tak seharusnya, bupati Tetty Paruntu memberi statmen seperti diatas. Biarlah hal diatas terjadi apa adanya. Sekali lagi, ini bukan untuk memberikan pelajaran buat bupati. Namun, saya berprinsip kalau pun pemerintah SBY mau menaikan BBM, baginya harus mendukung.
‘’Namun, tak harus mengeluarkan statmen seperti yang ada di beberapa media cetak. Ataukah ini hanya untuk mencari popularitas. Sekalilagi, kami ingin agar pemerintahan Minsel berjalan baik. Tak perlu juga memberi statmen segala,’’ tegas mantan tim sukses CEP sewaktu pemilukada 2010.
Meburutnya, jelasnya statmen Bupati Tetty Paruntu di media cetak soal kenaikan BBM sudah membuat sedikit tak senang dengan warga. ‘’Dibalik semuanya, saya merasa kecewa dengan pernyataan Bupati CEP. Seharusnya Bupati CEP tak perlu mengeluarkan statmen diatas. Kan semua sudah tahu, lebih-lebih lagi Sulut dan Minsel khususnya masih aman dari demo,’’ tukas Rampisela.
Ditambahkannya, ini membuat masyarakat kecil ikut tertekan hanya karena statmen diatas. Artinya, bupati harus menunjukan pro rakyat. Ataupun, jangan mengeluarkan statmen mendukung kenaikan BBM. Biarkan apa yang sedang terjadi, kita pun aman-aman.
‘’Sebetulnya, ini hanya masalah kecil. Tetapi, jelas pro kontra atas statmen bupati terjadi bagi masyarakat Minsel yang aman soal BBM. Kalau juga bupati Tetty Paruntu tak mengeluarkan statmen. Maka, tak jua ada pro kontra dalam pemberitaan dimedia cetak tersebut. Paling tidak, warga diminta jangan terprovokasi dengan hal diatas,’’ pungkas Rampisela.
Plt Kabag Humas dan Protokol Setdakab Minsel Alvons Sumenge, SSTP belum berhasil dikonfirmasi soal statmen bupati melalui jubir tersebut. (and)
