Manado – Menjadi pertanyaan tersendiri bagi Maya Rumantir, mengapa Provinsi Sulawesi Utara dikenal dengan Kerukunan Beragama yang bagus di mata Indonesia bahkan di luar negeri, namun justru banyak tindakan warga, di luar ajaran agama.
Kerukunan agama di Sulut kok bagus, tapi tindak kriminal dan perceraian besar. Kira-kira penyakit apa ini di masyarakat? Kan di agama sudah diajarkan – MayaRumantir, dalam suatu pertemuan di Kantor DPD RI Sulut, Jumat (7/11/2014) siang.
Dimana dalam pertemuan tersebut, untuk menyerap aspirasi dari segala aspek terkait Sulawesi Utara untuk pengembangan daerah, dengan melibatkan seluruh pihak dalam bidang Komite III DPD RI yang di bidangi oleh Maya Rumantir.
Dikatakan dari pihak terkait, dulu itu, anak sekolah melihat gurunya langsung lari, seolah takut karena sangat disegani, sekarang malah ada siswa memanggil ‘bagate’ pada gurunya.
Tanggapan lainnya, saat ini guru sekolah sudah sibuk dengan mengurus sertifikasi, sehingga guru-guru tidak kelihatan di kelas saat jam mengajarnya.
“Mungkin ini karena kurangnya budi pekerti dari siswa untuk gurunya, atau tanggungjawab gurunya untuk muridnya,” ujar satu diantara pihak terkait dalam pertemuan itu.
Masalah perceraian juga, di Minahasa justru paling banyak mereka yang nikah muda. Baru sekitar 1 tahun dan 2 tahun menikah sudah bercerai, yang mungkin di pengaruhi style.
Dengan adanya entertainment yang mudah diakses oleh anak-anak dibawah umur, sudah terjadi di internal keluarga, karena internet bisa diakses dari dalam rumah.
Menanggapi akan hal itu, Maya Rumantir sebagai anggota DPD RI mengatakan, keluarga sangat penting dalam memberi contoh, teladan, terutama sikap perilaku sehari-hari.
“Saya sempat KKR, tanya ayat Alkitab, yang jawab anak-anak, orang dewasa tidak jawab. Saya tanya anak-anak, bapaknya ngapain? Togel katanya, terus anak itu sembunyi, mungkin takut dimarahi bapaknya,” kata Maya Rumantir.
Yang dimaksudkan disitu oleh Maya Rumantir, pendidikan kerohanian, nilai-nilai spiritual sudah harus ditanamkan sejak dini.
“Karena sejak usia dini anak-anak dikenalkan Tuhan, anak itu akan takut Tuhan hingga dewasa nanti. Pengaruh-pengaruh negatif nanti setidaknya bisa ditolaknya, seperti melakukan tindakan kriminal atau pun perceraian,” tandas Maya Rumantir. (robintanauma)


Ini baru namanya anggota dewan yg bertanggung jawab dn benar2 menjalankan tugas sesuai amanat rakyat. Salut buat ibu Maya…..peduli pada rakyat dn mau membangun masyarakat. Bekerja dgn takut akan Tuhan. Selamat bekerja ibu Maya. Tuhan Jesus memberkatimu dn keluarga.
Memang pengaurh cap tikus memegang peran yang cukup penting tapi faktor lingkungan cukup berperan juga ditambah lagi sikap masa bodoh , dan rasa tanggung jawab dari semua unsur. Karena untuk menyelesankan masalah ini bukan cuma tanggung jawab orang perorang saja , mungkin unsur mapalus bisa dipraktekan khususnya mapalus moral.
benar, semua itu kurang tegasnya orangtua dalam mendidik anak.. semua berawal dari keluarga.
bahkan ada seorang anak memaki orangtuanya memakai bahasa daerah Manado, dan orangtuanya hanya cuek dan tdk bertindak.
Jimmy – Manado
orang2 tua aja suka mengeluarkan kata2 makian
Gara-gara CAP Tiku s…