Manado – Menyikapi soal keberadaan Front Pembela Islam (FPI) yang mulai marak di daerah ini, pernyataan keras dilontarkan Jonny Mamengko, Tonaas Brigade Manguni Indonesia (BMI) Kota Manado.
Kepada beritamado.com, Moning sapaan akrabnya menegaskan bahwa Brigade Manguni (BM) Manado sangat menolak kehadiran FPI di seluruh wilayah Sulawesi Utara. “BM Manado garda terdepan tolak kehadiran FPI di seluruh wilayah Sulut. Kami akan menentang keberadaan organisasi yang anarkis ini sampai dengan titik darah terakhir kami,” ungkap Mamengko yang juga Ketua Dewan Pimpinan Propinsi Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (DPP LAKRI Sulut)
Selain menolak kehadiran FPI, menurutnya BM sekarang tampil dengan wajah baru yakni BM yang ditakuti tapi menjadi ormas yang dicintai, dibanggakan dan disayangi masyarakat Kota Manado. “Salah satunya kepengurusan DPD BMI Kota Manado saat ini banyak diisi oleh intelektual-intelektual dan akademisi. Ada banyak gebrakan yang akan dilakukan BM Manado dan ini untuk kepentingan masyarakat banyak. BM Manado terbuka bagi setiap etnis, suku dan agama karena BM adalah ormas adat nasional sesuai SK kesbang Pusat,” ujar Wakil Ketua KNPI Manado Bidang Keamanan dan Ketertiban.
Dikatakannya, BM ormas yang tetap eksis dalam 10 tahun ini sejak terbentuk. “BM sudah lebih dari 10 tahun terbentuk dan tetap eksis dalam kegiatan-kegiatan sosial budaya, olahraga, terutama membantu pemerintah dalam hal menjaga keamanan demi menjaga terciptamya Kota Manado yang aman dan damai. Pelantika Tonaas BM Manado beserta pengurus DPD BMI Kota Manado hasil Musda lll Sabtu 8 Juni 2013 lalu adalah untuk membentuk kepengurusan yang baru serta untuk mensukseskan program-program BM Manado.
“Ada begitu banyak program yang telah kami susun baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Seperti saat ini telah terbentuk BM Motor Manado, Generasi Muda BM Manado, Divisi Intelejen BM Manado dan akan menyusul Ikatan Pelajar BM Manado, Mahasiswa BM Manado, BM Manado Automotif serta Divisi Bela Negara BM Manado. Sedangkan untuk sayap-sayap dan divisi-divisi akan bergerak menurut tupoksi mereka masing-masing agar bisa menjawab semua program positif yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat,” pungkas pria murah senyum ini. (req)

Tanah leluhur tonaas minahasa. Lindungi sulut!!!hidup atau matii!!
kal ada fpi di bolmong kase bubar.
qt orang totemboan mar qt pe keluarga masih saudara dgn raja manopo dari bolmong yg beragama kristen.
qt tau orang bolmong sangat menghormati raja dan keluarga kerajaan bolmong.
jadi kase bubar fpi di bolmong supaya nda kena kutukan para leluhur dimana kalau melawan raja dan keluarga raja akan kena kutuk.
MUSA BERDOA JO JANG ORANG LAENG SOMO SE BERDOA PA NGANA,,,
TOLAK FPI
I YAYAT U SANTI
saiful.,. qt so p lia ada dp kantor fpi disitu mar nd ada depe orang biar satu..,mungkin sto kantor from pengacau indonesia yang ngn d bilang itu..,.
Abdul Rahman Musa
22/06/2013 at 00:37
for all : menarik komentar anda semua…cukuplah memberi pengertian kpd saya bhw penolakan thd kehadiran FPI di Sulut begitu kuat bahkan reaksi yg hampir sama disampaikan juga oleh pemerintah/penguasa didaerah ini…inilah yg saya sebutkan diatas bhw umat Islam di daerah ini perlu juga berikhtiar utk mempertahankan kepentingannya dari tindakan yg bersift diskriminatif, tdk adil dan sewenang2 dari penguasa, jadi orientasi perjuangan kita melalui FPI lbh kearah mengkritisi dan melawan upaya memarjinalisasi kepentingan umat Islam di daerah ini khususnya di manado, kami tdk akan berhadapan dgn kalian semua yg mencintai toleransi dan perdamaian oleh karena itu jgn dulu apriori dan bereaksi secara emosional …orientasi perjuangan ormas FPI disesuaikan dgn kondisi daerah dan permasalahannya di lapangan soal anarkis justru hanya terjadi didaerah2 yg mayoritas muslim krn tujuan organisasi FPI adalan menegakkan amar makruf nahi mumgkar dikalangan umat Islam dan pemerintahnya/penguasa. Kami umat Islam di daerah ini khususnya di manado merasakan dan mengalami perlakuan yg tdk adil bahkan seringkali pemerintahnya memaksakan kehendak tdk hanya merugikan kepentingan umat Islam shg menjadi bernuansa SARA bahkan bersifat menabrak aturan dan tatanan yg ada, misalnya di atas tanah eks kampung texas sejak thn 1960-an sdh berdiri mesjid disana oleh walikota mdo mau dibongkar dan dibangun miniatur2 rmh ibadah di lokasi tsb pdhl tanah itu tanah negara bukan tanah milik pemkot, pd Maret 2012 seorg ulama/kiyai di Perkamil di usir dari rumah tempat tinggalnya sendiri bhkn disinyalir di back up tindakan itu oleh pemerintah kelurahan/kecamatan, blm lagi soal rencana pembongkaran shopping center utk “dijual” ke swasta pdhl disana itu para pedagang yg nota bene umumnya beragama Islam etnis gorontalo ada memiliki kontrak disana anehnya tindakan itu mau dipaksakan walikota mdo sementara pemkot mdo tdk memiliki sertifikat atau alas hak apapun thd shopping center lucunya lagi puluhan tahun para pedagang itu diambil keuntungannya lewat uang sewa dan retribusi dan bangunan shopping center dibiarkan terlantar, kumuh dan kotor…selanjutnya rencana pembongkaran thd sejumlah kios di jalan roda, persoalan PKL yg tdk pernah selesai pdhl blm lama luka para pedagang meraskan anarkinya tindakan penertiban PKL oleh pemkot…pembongkaran paksa oleh pemkot/pemprov sebuah rumah permanen dan kios milik org Islam/gtlo di Kairagi krn kena proyek jalan Ringroad 2 pdhl perkaranya sedang diperiksa pengadilan, pembongkaran dipaksakan, pengadilan dilecehkan pemda sungguh luar biasa, serta masih byk lagi peristiwa dan insiden terkait SARA dan perlakuan thd umat Islam dan mesjid di daerah ini yg kita umat Islam cukup sabar tdk secara terbuka mempersoalkannya krn pertimbangan kerukunan dan kedamaian daerah ini blm lagi marginalisasi peran dlm birokrasi pemda dst….
bin– ngana…..Abdul Rahman Musa..?
apapun ngan pe komentar…..baca bae2 FPI DI TOLAK DI SULUT
kurang jels FPI DI TOLAK DI SULUT…….>>>>>
kalu masalah doi torang mungkin masi bisa di bodohi
cuma kalu so masalh ini FPI biar ngan ada ba guru di ujung mana
kita nda mo mundur,,,,,PE– nagan…..kalu merasa nda senang dgn kita pe
komentar torang bole baku dapa…..for tamang2 baik muslim dan kristen
yang ada di kota sampe sanger yang merasa orang SULUT
supaya torang kasiang nda mo jadi sama dengan torang pe sudara2
kristen dan muslim yang ada di jawa….ba ba diang kasiang kong FPI
so ja pukul…..muda2han baku dapa deng set– ini Abdul Rahman Musa…
kase ancor padia…..pem– ngana…./////
Jangan ganggu kerukunan agama yg ada di tanah Minahasa. A B Musa bukankah anda seorang pengacara? Saya ingin tau siapa anda sebenarnya.
sedangkan yg ribet menolak FPI di manado coba cek,,,FPI itu ada di Sulut di Bolmong Raya yg sudah di bentuk sejak 2007 lalu,hampir beranggotakan 200 orang lebih…
@musa: kalu anda berkecimpung dgn fpi silakan bentuk fpi itu di luar menado,,krn menado tidak membutuhkan org’ seperti fpi….fpi hanya membuat umat beragama di menado merasa tidak tenang n tidak nyaman dengan kehadiran fpi….kami warga menado ingin fpi tdk hadir di menado…kami sebagai warga kawanua menolak akan kehadiran fpi…
I YAYAT U SANTI…..
@Musa “klo BM boleh hadir dan eksis di Sulut apakah FPI tdk boleh ? Negara menjamin kebebasan setiap warga negara utk berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dst…Konstitusi UUD 1945 menjamin hak dasar ini lalu ada org atau kelompok di masyarakat yg menolak/melarang org atau kelompok lain utk menggunakan hak dasarnya dlm kehidupan bermasyarakat/bernegara…wahai BM memang negara Republik Indonesia ini hanya milik nenek moyangmu??? FPI adalah ormas Islam yg pembentukannya sdh sesuai dgn ketentuan perundangan dimana ormas Islam ini dibentuk dari pusat sampai ke daerah jadi klo org Islam atau sekelompok org dlm Islam ingin membentuk cabang FPI di daerah ini apa hak dan wewenang anda utk menolak atau melarangnya??? ”
ngana tanya sapa yang berhak dan berwenang untuk menolak dan melarang??? kita deng orang laeng berhak dan wewenang untuk menolak atau melarangnya karena orang awam ley tau, ormas sama deng FPI itu sewenang2, dan suka beking rusuh, ba pukul orang, ba rusak, kong sama deng kebal hukum, serta rakyat di Kendal babalas, basambunyi di mesjid, suruh polisi tindaki hukum….parah, abis polisi diinjak injak tugas dan wewenangnya, skarang pake….apa so ni FPI p mau, bilang siap berjihad, sampe MATI!!, kyapa lari waktu orang2 Kendal dusu, kal ngoni rasa butul, kyapa nda batanang, ta kira kwa so rindu surga…..
jangan merasa ngoni paling suci FPI, ngoni tu susah2, ba rusuh sana sini, ngoni pe pimpinan berarogansi, coba suru dorang tu datang di Kendal waktu itu, kong pas rusuh, ta suka mo lia itu pimpinan mo beking apa….paling pertama lari, kong ba fitnah ley, bilang kafir kristen yang ba seranglah bilang preman lah, padahal dapa lia skali dari depe video2 orang2 kampung situ yang badusu, nda ksatria skali eh,….yang ngoni da tabrak mati itu seorang muslim yang nda tau apa2,…yang bakalae deng ngoni itu orang2 muslim sandiri, kurang polisi da angkat nuansa puasa kong brenti, kal nda, nda kaluar2 dar mesjid tu dong da dusu,
sedangkan Presiden dong hina noh, ada ley?? kong mo tre se maso di SULUT….
cuma ORANG BODOK YANG BUKA AKANG PINTU PENGACAU MASO PA DEPE RUMAH
Tolak FPI
Buat ARMusa, …
Kalo anda ingin belajar Kebenaran ttg agama, siapkan saja apa2 yg perlu utk berdiskusi agar anda paham.
Kalo anda ingin perjuangkan suatu masalah, berjuanglah dgn benar tapi harus cermat dalam menilai prinsip keadilan di negara ini.
Kalo anda merasa bahwa negara ini adalah milik satu golongan agama saja, saya sarankan anda pelajari dgn benar ttg bagaimana negara ini bisa terbentuk.
Kalo anda menilai FPI layak memperjuangkan kepentingan umat Muslim secara keseluruhan, saya sarankan anda utk tanyakan kembali ke umat, layak atau tidak.
Kalo anda berniat merusak Sulut, saya sarankan ke BM utk melacak/mencari keberadaan org ini jika menetap di Sulut.
Kalo anda tdk suka dgn komentar ini, sy persilakan anda melacaknya dan sy siap menghadapi seberapa pun kekuatan anda.
FPI sudah dijelaskan diatas siapa xia, semua lebih baik baca itu. tentang ini Musa, yg pake nama nabi Musa, kalau di Injil cuma yang nabi disebut nabi, nyanda samua disebut nabi termasuk adam dia bukan nabi, mar sepertinya dia nentau sapa tu nabi Musa asli.
Dia memang bukan orang Minahasa atau Sulutkarena rasa cinta kedamaian di Manado tidak ada. Dia cuma mau setunjung ‘dorang’ada disini. Berdiskusi dengan mengalihkan persoalan ke poso dan ambon dan untuk umat muslim. Apakah umuat muslim seperti dia tidak jawabannya. Karena isu yg dia tulis justru isu isu yg mendeskreditkan pemerintsah. Memang PKL musti dibersihkan. sebenarnya kalau FPI gampang torang basmi musuh kentara, dapa lia. Mar ini Musa, ada berapa rupa dia di manado. yang basambunyi. bahkan mungkin dia ini anggota FPI yang berbahaya depe kelas lebe bukan tu ja tabrak tabarak org, mereka ini penyebar isu, penyulut kebencian di masyarakat. Kalau org org bodok di 45 sana pasti lia dia sebagai nabi. dia ini yg torang musti waspadai. seperti yg ada komen di atas jang kage so ba kos di sebelah rumah torang nentau
Di bulan Ramadhan ini kami fokus pada ibadah puasa krn ibadah ini intinya pengendalian diri…soal kehadiran FPI di Sulut akan kami bahas nanti setelah Idul Fitri banyak hal yg perlu dipertimbangkan trmsk penolakan dan resistensinya…kita lihat saja nanti tapi yang pasti kepentingan umat Islam di daerah ini perlu diperjuangkan dan kehormatan agama menjadi alasan paling utama.
FPI hanya akan membawa perang dan kekacauan di bumi kelahiran kita !
Kami ini otonomi daerah dan punya ideologi masing-masing
Maka dari itu kami tidak peduli latar belakang dan tujuan FPI dibentuk, Yang jelas Sulut bukan tempatnya FPI dan ormas lain mengusung syariah islam sebagai dasar penyerangan tempat ibadah dan warga sipil,
Sulut hanya akan menjadi medan kekacauan layaknya di negeri padang pasir sana
Saya curiga dengan kehadiran sekelompok pendatang tidak jelas dari luar daerah, diam-diam berkedok cari uang tapi lebih terlihat seperti sekelompok teroris agama.
jadi sangat jelas sekali,musa akan merusak kedamaian di sulit….user jo pa dia…torang pe rumah kyapa kong dia mo ator……
Tete manis nyanda mo kase biar pa orang yang ingin merusak citra religious dan kerukunan beragama yang begitu baik di sulut.
Tete manis so kirim kamari tu organisasi BM yang semakin kuat dan kompleks mo jadi laskar Kristus untuk tetap kokoh menjaga dan mempertahankan citra tersebut diatas yang menjadi kebanggaan sulut. Hidup BM…!! Kami masyarakat sulut tetap siap bersama menghadapi segala rintangan dan tantangan. God bless us !
FPI itu organisasi anarkis yg berkedok agama. saya muslim tapi saya menolak keras adanya FPI di SULUT. BANTAI FPI..!!!!!!!
Warga sulut ?ª?? diberkati,Jang ta pancing deng itu musa dia kan nda mangarti apa2 itu sulut klo so nae darah setang pun tako ba dekat ?ª?? penting tetap waspada deng jang paarcaya klo ??? ?ª?? pura2 bae,salam KASIH dan GBU
memang kwa ni musa ini so pastiu sto mo hidop kang…bagini jo musa nda usa ngana banyak tai minya deng ngana pe mulu itu, klo ngana memang pejuang FPI sejati,kase lia jo ngana pe muka deng jang lupa pake ngana pe baju lengkap seragam FPI kong mo baku dapa dmana torang…ok boz musa…!! ngana kira TANAH MINAHASA mo trima pa ngana…
Bapak ab musa terhormat, tidak ada gunanya anda berdebat hanya untuk memperjuangkan fpi masuk SULUT. Kenapa anda tidak mengerti semua penjelasan, bahwa SULUT bukan rumahnya fpi. SULUT tidak seratus persen bergantung pada indonesia(jakarta). Saya rasa anda tidak mau menerima anak orang tapi dia merusak rumah anda. Please ngertilah. SULUT rumahnya BM bukan anda dan fpi
Melalui rapat Forkompinda 2009 FPI sudah ditolak… tidak usah mo angkat lagi isunya…
Sdr musa: ngna salah maso tampa. Lebeh bae cari tampa yang m terima pa ng deng terima ng pe fpi yang ng agung2 kan itu. Ng torang anjurkan pigi di afganistan bwa samua tu anggota pasukan fpi pigi ba prang. Islam di sulut nda perlu ng month bela. Oke brur?! Salam saguer
@Abdul Rahman Musa: Bagi kami siapapun yang ingin memperjuangkan keadilan sah-sah saja, yang kami (seluruh komponen masyarakat Manado dan SULUT) khawatirkan yaitu dengan kehadiran FPI justru akan membuat kekacauan dan Permusuhan diantara seluruh masyarakat SULUT. jika anda menyatakan bahwa FPI Pusat dan di Manado belum tentu sama Orientasi perjuangannya saya tidak percaya 1000 persen, karena track record dari FPI sudah jelas sangat buruk dimata kami terutama pemeluk Agama Kristen, masih jelas diingatan kami bagaimana begitu banyak Rumah Ibadah kami yang diserbu oleh FPI, apa pembelaan anda soal ini? tidak ada IMB? atau tidak sesuai dengan aturan daerah? sementara FPI di Manado menurut anda ingin memperjuangkan nasib umat “Islam FPI” yang tidak mendapatkan keadilan dari Pemerintah. jadi apapun alasan anda, kami nyatakan kami tidak butuh FPI dan kami menolak FPI masuk kalau hanya untuk menghancurkan… Terima kasih…
@ARM, anda mo putar cerita bagimana ato mo bekeng alasan apa aja, tetap fpi nimbole exist di seluruh sulut, apalagi manado.. Lebe bae jo orang yang pande putar cerita rupa ngana keluar dari sulut supaya kerukunan beragama di sulut terus terjaga.. Orang2 rupa ngana yang bekeng rusak itu “torang samua basudara”
Sdr. Remmy sy justru tdk memahami jalan berpikir anda semua pdhl sdh saya katakan diatas bhw kami tdk akan berhadap2an dengan kalian yg mencintai kerukunan dan perdamaian di daerah ini…orientasi perjuangan ormas Islam FPI blm tentu sama di pusat dan daerah…yg kami hadapi di daerah ini adalah tindakan diskiriminatif yg dilakukan pemerintah khususnya di kota manado kami rasakan perlakuan tdk adil dan sewenang2 dari penguasa dst sy tdk perlu jelaskan lagi alasannya jd tolong dibaca baik2 komentar2 saya diatas, kami berikhtiar dengan kehadiran FPI di daerah ini krn pengalaman ormas Islam yg ada tdk bisa diharapkan memperjuangkan kepentingan umat Islam setidak2nya meminimalisir kerugian umat Islam di daerah ini akibat tindakan2 yg bersifat diskriminatif tsb….seandainya anda dlm posisi kami pasti anda akan berikhtiar utk melakukan hal yg sama juga.
Any ..sebenarnya saya malas menanggapi komentar anda krn anda tdk memahami aturan jadi sebaiknya jgn ngomong, anda kira di zaman orde baru dimana utk kepntingan umum pemerintah boleh seenaknya membongkar rumah hak milik pribadi, bersertifikat bahkan memiliki IMB thn 2011 sedangkan proyek Ringroad 2 dimulai sejak 2008…perkaranya sedang diperiksa pengadilan krn belum sepakat harga ganti rugi lalu enak saja dibongkar paksa oleh Gubernur dan Walikota krn alasan utk kepentingan umum…SHS dan GSVL itu birokrat produk orde baru tdk memahami bhw Konstitusi UUD 1945 sdh empat kali mengalami amandemen sangat disayangkan jika pejabat publik spt mrk tdk pernah membaca pasal 28 H ayat (4)yg menyebutkan “setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun ? ini hukum dasar UUD 1945 berani mrk langgar krn mungkin ketidaktahuannya tapi apa kerjanya biro hukum di Pemda2 itu ternyata tdk paham juga krn tdk pernah membaca UUD 1945 pasca amandemen…sdh itu melecehkan pengadilan lagi (contempt of court), seperti inikah kualitas para birokrat2 di Pemda itu ternyata dibawah standar tdk heran jika di tahun 1964 Crozier pernah mengatakan bhw birokrasi itu tdk pernah belajar dari pengalaman-pengalamannya. Boro2 belajar dari pengalannya, anda bisa bayangkan sendiri UUD 1945 sebagai hukum dasar mrk tidak pernah membacanya aplg aturan dibawahnya…kasihan kan ?
@Abdul Rahman Musa, yang kami tolak bukan saudara kami yang Muslim karena sudah dari dulu Kristen dan Muslim bahkan semua agama hidup Rukun di daerah ini jadi pernyataan anda semakin menjelaskan untuk apa FPI hadir di daerah ini yaitu untuk merusak semua yang sudah terjalin baik…… tapi bagi saya silahkan FPI masuk ke Manado dan belajarlah mengenai kerukunan di daerah ini dan jangan coba2 untuk mengusik dan mengganggu kerukunan yang sudah ada karena bukan hanya orang Kristen yang akan menjadi lawan anda tapi juga seluruh umat beragama di daerah ini termasuk umat Muslim yang akan menjadi Garda paling depan untuk melenyapkan FPI dari Kota Manado dan Provinsi SULUT bahkan Republik Indonesia Raya….
@Abdul Rahman Musa …Org2 spt anda tidak layak tggl di SULUT! silahkan cari daerah yg bisa mengikuti keinginan kamu. Pemerintah SULUT dlm menata daerah tdk melihat itu rmh org islam atau Kristen, kalau memang kena proyek utk kepentingan umum. Makanya kalau mau tinggal jgn asal bangun rmh ditempat yg bukan utk tpt tggl. Begitu jg dgn PKL, kalau tdk ditata Manado akan jd kota kumuh. Jd sekali lagi, kalau kamu & org spt kamu tdk bisa diatur mau enaknya sendiri…lebih baik pindah ke daerah lain.
for all : menarik komentar anda semua…cukuplah memberi pengertian kpd saya bhw penolakan thd kehadiran FPI di Sulut begitu kuat bahkan reaksi yg hampir sama disampaikan juga oleh pemerintah/penguasa didaerah ini…inilah yg saya sebutkan diatas bhw umat Islam di daerah ini perlu juga berikhtiar utk mempertahankan kepentingannya dari tindakan yg bersift diskriminatif, tdk adil dan sewenang2 dari penguasa, jadi orientasi perjuangan kita melalui FPI lbh kearah mengkritisi dan melawan upaya memarjinalisasi kepentingan umat Islam di daerah ini khususnya di manado, kami tdk akan berhadapan dgn kalian semua yg mencintai toleransi dan perdamaian oleh karena itu jgn dulu apriori dan bereaksi secara emosional …orientasi perjuangan ormas FPI disesuaikan dgn kondisi daerah dan permasalahannya di lapangan soal anarkis justru hanya terjadi didaerah2 yg mayoritas muslim krn tujuan organisasi FPI adalan menegakkan amar makruf nahi mumgkar dikalangan umat Islam dan pemerintahnya/penguasa. Kami umat Islam di daerah ini khususnya di manado merasakan dan mengalami perlakuan yg tdk adil bahkan seringkali pemerintahnya memaksakan kehendak tdk hanya merugikan kepentingan umat Islam shg menjadi bernuansa SARA bahkan bersifat menabrak aturan dan tatanan yg ada, misalnya di atas tanah eks kampung texas sejak thn 1960-an sdh berdiri mesjid disana oleh walikota mdo mau dibongkar dan dibangun miniatur2 rmh ibadah di lokasi tsb pdhl tanah itu tanah negara bukan tanah milik pemkot, pd Maret 2012 seorg ulama/kiyai di Perkamil di usir dari rumah tempat tinggalnya sendiri bhkn disinyalir di back up tindakan itu oleh pemerintah kelurahan/kecamatan, blm lagi soal rencana pembongkaran shopping center utk “dijual” ke swasta pdhl disana itu para pedagang yg nota bene umumnya beragama Islam etnis gorontalo ada memiliki kontrak disana anehnya tindakan itu mau dipaksakan walikota mdo sementara pemkot mdo tdk memiliki sertifikat atau alas hak apapun thd shopping center lucunya lagi puluhan tahun para pedagang itu diambil keuntungannya lewat uang sewa dan retribusi dan bangunan shopping center dibiarkan terlantar, kumuh dan kotor…selanjutnya rencana pembongkaran thd sejumlah kios di jalan roda, persoalan PKL yg tdk pernah selesai pdhl blm lama luka para pedagang meraskan anarkinya tindakan penertiban PKL oleh pemkot…pembongkaran paksa oleh pemkot/pemprov sebuah rumah permanen dan kios milik org Islam/gtlo di Kairagi krn kena proyek jalan Ringroad 2 pdhl perkaranya sedang diperiksa pengadilan, pembongkaran dipaksakan, pengadilan dilecehkan pemda sungguh luar biasa, serta masih byk lagi peristiwa dan insiden terkait SARA dan perlakuan thd umat Islam dan mesjid di daerah ini yg kita umat Islam cukup sabar tdk secara terbuka mempersoalkannya krn pertimbangan kerukunan dan kedamaian daerah ini blm lagi marginalisasi peran dlm birokrasi pemda dst.
For all : persoalannya skrg ini tdk spt yg dilihat anda semuanya… kami umat islam di daerah ini yg merasakan dan mengalaminya..contoh2 tindakan diskriminatif yg saya sebutkn diatas blm semuanya msh byk persoalan yg terakumulasi dan tetap menjadi persoalan di kemudian hari jika tdk diselesaikan akan lbh berbahaya jika akumulasi persoalan itu tdk dimanage dgn baik secara terorganisir, kondisinya bukan hanya anarki tp bisa daerah ini menjadi spt Poso, Ambon dll…skali lg kami perlu berikhtiar kedepan agar setidaknya resiko kerugian atas kepentingan umat islam di daerah ini bisa diminimalisir dan itu disadari sepenuhnya bahwa hanya dgn ormas Islam bernama FPI yg bisa melakukan itu krn msh ada gregetnya…kami tdk bisa berharap dari ormas Islam yg ada sekarang semuanya lebay dan penakut apalagi yang ada dipikirannya bukan kerja utk umat tp utk kepentingan pribadi, organisasi dan kelompoknya…apalagi yg menamakan laskar pemuda Islam spt Anshor atau Banser atau apapun namanya yg ada disetiap ormas Islam di Sulut semuanya BANCI…jadi klo sekarang umat Islam berikhtiar dgn kehadiran FPI di daerah ini apa kita salah ???
FPI ditolak itu karena dihina sebab men-Tuhan-kan kekerasan.
Anehnya, pendukung FPI merasa ditolak karena ditakuti.
Itulah orang bebal.
Hatinya sudah hilang, sampai tidak bisa membedakan antara dihina dengan ditakuti.
Biarjo FPI maso manado supaya ta tamba tola tola,,,,
Dari: https://id-id.facebook.com/orangmanado/posts/10151471414263590
oke saya jelaskan sedikit tentang Front Pembela Islam atau FPI adalah ormas yg paling fenomenal dan kontroversial di Indonesia. Dicaci-maki oleh rakyat tapi dibutuhkan penguasa. FPI itu bukan ormas agama. Bukan ormas Islam. FPI itu ormas biasa yang dibentuk oleh pemerintah kita sendiri dan TNI/Polri pasca reformasi. Cikal bakal FPI adalah Pam Swakarsa yg dirikan Panglima ABRI (Pangab) Jend Wiranto berserta pucuk pimpinan Polri. Tujuannya : mencegah konflik vertikal.
Konflik vertikal itu adalah konflik antara massa dengan Pemerintah. Aparat keamanan : Polri dan TNI. Konflik vertikal ini dianggap merugikan. Konflik vertikal merugikan dan merusak citra polisi dan TNI karena cenderung menimbulkan citra bhw Polri dan TNI itu musuh rakyat. Ini berbahaya. Sebab itu Wiranto cs membuat Pam Swakarsa. Massa demo mahasiswa/aktivis dihadapi oleh massa sipil juga. Pamswakarsa ini komandani aktivis mahasiswa. Tapi Pamswakarsa punya kelemahan mendasar. Mudah ditebak sebagai antek Pemerintah dan dibayar. Maka harus ditransformasi ke ormas yg lebih tepat. Maka lahirlah Front Pembela Islam. Semula mau dinamakan Front Pembela Indonesia. Kata “Islam” dipakai karena lebih “startegis”
Biaya awal pendirian FPI adalah Rp 250 juta utk sewa markas dan rekrut anggota. Biaya bulanan tidak tentu,antara 50-100 juta. Sumber dana dari TNI dan Polri. Tujuan utama pendirian FPI : garda terdepan pasukan Polisi, pembuat isu, maintain (maintenance) isu, kelola konflik, pengumpul informasi dsb. Peran FPI ini persis konsep BanPol (pembantu polisi) dan Babinsa (bintara pembina desa). Dengan kata lain,FPI menjadi “pasukan marinirnya” Polisi. FPI bergerak berdasarkan sistem komando. Atas dasar instruksi dari petinggi Polri dan TNI. Agendanya jelas dan terarah.
Diawal berdirinya FPI sempat ada “kesalahapahaman” antara anggota FPI dengan aparat polisi yang belum tahu bhw FPI itu “adik kandung” polisi. Ada cerita lucu, pimpinan FPI ditangkap polisi, bawa mobil ga ada SIM& STNK. Kemudian datang pasukan ke polres, seisi Polres ditampar. Atau cerita lucu yang terbaru : Munarman ditilang Polisi..Polisi yg menilang yang ditampar abis2an oleh Munarman. Munarmannya gak diapa-apain. Jadi FPI itu adalah Front Polisi Indonesia yang menyamar sebagai Ormas Islam. Agenda FPI adalah agenda polisi. Berdasarkan laporan CIA malah BIN juga ikut membantu
Publik pernah membaca laporan CIA, bhw BIN (Badan Intelejen Negara) membantu milyaran Rupiah setiap tahun ke FPI. FPI itu asset pemerintah untuk “berhadapan” dengan rakyat. Untuk menipu publik, pimpinan FPI dipasang sosok “ulama & tokoh agama”, kata “Islam” dipakai sbg perisai FPI dari serangan/ktritik publik. Tidak ada satu kata atau satu kalimatpun dlm tujuan pendirian FPI utk : Dakwah, syiar Islam, Amar Maruf dst…sama sekali tidak ada!! FPI hanya alat. Pemerintah tahu persis risikonya jika aparat polisi/TNI yg menyerang atau menangkap aktivitas2 elemen rakyat yg dinilai “membahayakan”. Pemerintah khawatir dengan citra Polri/TNI dan pemerintah di mata internasional. Terkait isu HAM, demokrasi dsb. FPI yg “dimajukan” kedepan. Sesekali FPI memang Offiside atau Abused of Power. Serang2 warung maksiat atau judi2 “tak berizin”. Sengaja dibiarkan supaya ada legitimasi. Anggota2 FPI yang Offside itu kadang ditangkap dan ditahan jika banyak sorotan publik, tapi langsung dilepas lagi jika sorotan publik sudah reda
Pemerintah dan FPI butuh “legitimasi” agar FPI benar2 dipercaya publik sebagai ormas agama. Bukan sebagai ormas bentukan Polri/TNI. Padahal FPI ditujukan untuk agenda dan tujuan politik praktis pemerintah. Itu sebabnya setiap aksi “pesanan”, Polisi selalu hadir dibelakang FPI. Aggota/kader-kader rendahan FPI sama sekali tidak tahu bahwa FPI itu bentukan, ditunggangi dan jalankan agenda Polisi/Pemerintah. Sentimen mereka dimainkan. Sekarang ini biaya operasional FPI itu rutin dari pemerintah dan dari setoran bandar-bandar narkoba/prostitusi yg sudah “dicuci” dan juga dari hasil pemerasan. Sesekali FPI dibolehkan jalankan “aksi sendiri” utk maintain eksistensi FPI. Tapi aksi utama FPI tetap sbg kepanjangan tangan Polri
Siapakah yang rugi? Jawabnya : Umat islam. Kata “Islam” yg melekat pada FPI memperburuk citra Islam di dalam negeri dan luar negeri. pemerintah aman. Bersih. Tuntutan pembubaran FPI kepada Pemerintah, sampai kiamat tidak akan dipenuhi Pemerintah. Karena FPI itu memang bagian dari startegi Pemerintah. FPI tetap dibutuhkan Pemerintah dalam “penyelesaian kasus-kasus tertentu” yang sensitif, abu2, rawan dan potensial timbulkan konflik horizontal. Satu-satunya cara adalah : ajukan gugatan class action ke MA utk merubah nama FPI dengan cabut kata Islam di FPI atau batalkan SK pendiriannya. Sudah lama nama Islam dirusak, dicemarkan, dimanfaatkan dan ditunggangi oleh FPI/Pemerintah. Sudah saatnya hal itu diluruskan. Umat Islam rugi besar gara-gara itu.
Adakah yang meraih keuntungan di balik FPI? Jelas ada, yang untung ya Polri dan Pemerintah, nama mereka bersih, rakyat di adu domba, nama islam tercemar. Isu2 strategis terkendali.
Di Jerusalem Indonesia tdk boleh ada FPI… bubarkan FPI, hancurkan FPI
Torang beking RW pa FPI kalau masuk manado,, so dorang tu ja bakar torang pe gereja di Ambon, ternate, poso dll….. Ngana Musa sample kita dapa kita kase makan BABI pa ngana kong kita teto teto pa ngana… Coba jo kita mo lia.
kami selama ini tidak anarkis kaum mayoritas di sulut muslim dng kristen soja baku kaweng kerukunan pe bagus kong ada segelintir orang mo bentuk fpi ? Tempo apa orang kristen di sulut modusu dusu orang islam mo ibadah ? Ini agenda kwa mo sekacau sulut dengan memasukkan fpi teroris nda mampu mbage dng bom di sulut karna masi ada torang pe tete manis jajaga dng torang pe tonaas2 trus sapa tuda blg islam dianaktirikan ? Hele kanwil sulut dari muslim asih toh aman2 coba di jawa dp kanwil dari kristen paling fpi so demo suruh ganti so ? Di sulut itulah contoh keberagam agama sama dng tinutuan orang kristen bae2 karna ada kasih janganlak memprovokasi jangan jadi sama ambon tanah toar lumimuut jangan ada fpi karna kalau di biarkan lama kelamaan akan disusupi teroris dan jihad yang mau menghancurkan sulut karna sulut pusat orang kristen di indonesia.
Kami ini perantau dimanado cari makan untuk anak istri di manado jang sampai ngoni ngoni laskar FPI beking torang susah disini..
Maaf sy seorang muslim tp sy sendiri muak dgn apa yg sy liat dimedia media soal sepak terjang FPI,bagi sy pribadi FPI hanya sekumpulan preman yg mengatasnamakan AGAMA sebagai kedok,sekali lg SY ATAS NAMA PRIBADI MENOLAK KEHADIRAN FPI DIMANAPUN DI MUKA BUMI PERTIWI YG TERCINTA INI…WASSALAM
Hoi @ h musa kalo pa ngana p daerah silahkan ngana dukung Fpi.. Ini tanah minahasa supaya ngana tau BM bukang organisasi agama. Jangan nn kaitkan agama dan organisasi talalu sempit ngana pe wawasan.kalo nn bilang sulut silahkan memisahkan diri dari nkri, itu so perjuangan dari dulu… Justru ngoni yang harus tinggalkan manado dan minahsa. Ngana musa ibarat anjing liar makan sana sini berak di halaman rumah orang. Jangan2 dia ini salah satu anggotanya… Kalo bisa cari ni orang kong reret padia… Sama deng fpi da beking di kemang cewe kafe dorang da potong akang talinga..di setiap mereka razia…. Tetap tolak FPI… Hadang dan lawan…apapun yang terjadi….###
kita harus memaksa gubernur dan kapolda membuat surat pernyataan menolak FPI masuk sulawesi utara…. masyarakat yng ingin sulut damai harus bersatu dengan pemda dan aparat menghadang organisasi anarkis masuk sulut….. Jangan biarkan keamanan sulut rusak hanya krn kehadiran FPI…
FPI KLO NGONI CACINGAN………….MINUM KOMBANTRIN!!!!!!!
MAR, KALO NGONI BAJINGAN…….TORANG ANGKA KONG BANTING!!!!!!!!
@ARmusa: woy,amper samua tindak Anarkis di berita, ada sangkut paut deng FPI, kong Nn bilang FPI layak berdiri di Manado?????… Lebe bae tare angkat kaki jo Nn dr Minahsa, skalian deng Nn pe pendukung, Nanti dapa kurung dikandang Babi…
@ARMUSA_ hati2 klo kase statment,lihat realitas yg terjadi di jakarta dan sekitarnya berbanding terbalik dgn apa yg jd d’manado dan sekitarnya..jadi sadar diri klo ente ada d’manado,jang ele nga p’rambut patah2.. So qt paling suka baku dapa orang sama dg nga,apalagi kong nga tu ketua FPI.. Adoooooo so plg sadaaapppp itu…
Jgn Pernah FPI masuk Sulut…atau Kita lihat saja nanti…
Kurang boleh ini @ABD RAH MUSA beking babi putar ngana kong kase pa RW makang hehehe dari ngana pe komentar so dapalia itu unsur pemaksaan yg putar bale sperti kelakuan FPI. lihat dullu bedanya ormas yg benar atau tidak. Ormas islam seperti Ansor bagus tapi kalau FPI no way….karena saya pernah mereka usir hanya karena kita berdoa di lapangan milik gereja di bekasi. apa ini yg anda sebut Ormas Agama?? one word for FPI and you “go to the hell”
YANG SETUJU DGN FPI DI SULUT,SILAHKAN KELUAR DARI SULUT.SEBELUM DAPA BEKING PANGI.
@Armusa … kamu salah satu anggota FPI ya ? belajar dulu yg benar baru ngasih komentar. BM & FPI itu beda ! BM tidak membawa label agama dan blm ada stigma sebagai ormas anarkis. Kamu tidak bisa memaksakan masyarakat SULUT utk menerima ormas yg jelas2 punya trade record yg sangat menakutkan masyarakat dan yg merasa sok suci. Kalau kamu tinggal di SULUT silahkan angkat kaki krn kami tidak butuh org2 FPI yg intolenran, suka memaksakan kehendak & suka buat rusuh.
Sudah ketahuan yang pro fpi, ternyata mereka2 itu
@armusa; tau diri sadiki! Sulut BM pe rumah buakng fpi! Lagian sulut nda rugi pisah dri nkri. Eropa masih anggap sulut anak kesayangan
@ARmusa, boleh sih boleh pak, mmang apa yang anda katakan itu sesuai aturan pak, tapi lihat dulu efek kedepannya nanti apa????….., coba kita bandingkan antara ormas islam dan ormas kristen di indonesia siapa yang paling banyak melakukan tindak kekerasan terhadap masyarakat???? Jawab pak!!.. Itu kan sudah bisa kita lihat bersama di media media yg ada. Gitu aja kok repot,..
klo BM boleh hadir dan eksis di Sulut apakah FPI tdk boleh ? Negara menjamin kebebasan setiap warga negara utk berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dst…Konstitusi UUD 1945 menjamin hak dasar ini lalu ada org atau kelompok di masyarakat yg menolak/melarang org atau kelompok lain utk menggunakan hak dasarnya dlm kehidupan bermasyarakat/bernegara…wahai BM memang negara Republik Indonesia ini hanya milik nenek moyangmu??? FPI adalah ormas Islam yg pembentukannya sdh sesuai dgn ketentuan perundangan dimana ormas Islam ini dibentuk dari pusat sampai ke daerah jadi klo org Islam atau sekelompok org dlm Islam ingin membentuk cabang FPI di daerah ini apa hak dan wewenang anda utk menolak atau melarangnya??? BM sbg organisasi lokal daerah bisa eksis dan berkembang di sulut lalu kenapa FPI yg nota bene sbg ormas tdk bisa eksis di daerah ini? memangnya Sulut bukan bagian dari NKRI…klo FPI tdk bisa dibentuk di sulut atau di manado ya sdh declare aja daerah ini sbg negara merdeka terpisah dari NKRI begitu aja kok repot logika sederhananya kan begitu !!! soal track record FPI di jawa atau di jkt itu kan soal kelakuan oknumnya apakah sdra/i yakin sepak terjang FPI di daerah ini akan spt itu? jgn dulu apriori bung lihatlah juga kenyataan di lapangan bhw selama ini umat Islam merasa kepentingannya di daerah ini di marjinalisasi, diperlakukan diskrimninatif dan sewenang2 oleh aparat/penguasa dst…apakah kita umat Islam di daerah ini tdk boleh mempertahankan kepentingannya dari perlakukan tdk adil, diskiriminatif dan tindakan sewenang-wenang ??? geli juga rasanya sy membaca komentar2 yg menentang FPI ternyata sudut pandang kita berbeda dlm menyikapi kehadiran FPI di sulut, ironis jadinya dimana reaksi menolak dan menentang diatas disampaikan kok dgn cara2 anarkhis pdhl blm juga FPI dibentuk di daerah ini jadi klo bgt lebih tepat stigma anarkhis itu ditujukan kpd siapa ???
1. Iyo, BM boleh eksis, FPI nd boleh? Kiapa? Sulut so ad sebelum Indonesia, ini torang pe nenek moyang punya!
2. Suka mo b lepas dari NKRI, mar presiden suka nda? Trg nd mo ba paksa b lapas
3. Nd ad berita yg butul mengenai FPI, smua tu anarki dg nd war2
4. Torang mmg anarki, nn baru tau org timur itu anarki2?
*eh, org jawa kote ngana kg? Nd mgrti tpe logat?? Boleh b pulang jo k jawa, stop maso pendatang di manado yg pecah belah kerukunan
@habib : hele FPI belum sampe di sulut torang tetap bagate apalagi FPI so injak sulut torang mo siram deng cap tikus bakar manyala supaya iko klar.. 1 hal menolak keras adanya FPI di sulut dan jgn kompromi dengan kader2 yang akan merusak kedamaian di sulut dalam tempo cepat atau lambat..
Belum Saatnya FPI masuk manado selama kerukunan Dan toleransi bisa di jaga Oleh Warga Manado. Pernyataan seperti Diatas Menunjukkan FPI Memang Ditakuti. Islam Itu Artinya Damai. Tidak Perlu takut Dengan FPI. Brenti Jo Bagate Supaya FPI Nda Maso Manado.
Saya anak suku bantik tolak fpi
Saya muslim dan saya setuju jika FPI jangan di biarkan berdiri resmi di Sulut. Kebanyakan mereka itu cuma main kekerasan. Islam tidak mengajarkan kekerasan. jangan biarkan virus di jawa memasuki manado.
Katakan TIDAK ! utk ormas anarki msk k SULUT.
.
..
…IO JANG CUMA BILANG-BILANG TOLAK-TOLAK ITU FPI..
.
..JANG KAGE DORANG SO BA KOST DI DEKAT RUMAH..
.
..USER PA DORANG BANCI-BANCI FPI..BEKING TINORANSAK..
TES DULU RASA BABI KECAP PA DORANG… ;)
POKOKNYA TOLAK ITU FPI, JANG SULUT SO POLOTE BARU MANYASAL.
NANTI NGONI PE MAMA ADA PIGI MALL KONG POLOTE BARU MANYASAL. SO TAU DORANG ITU TERORIS BERKEDOK AGAMA. TU DA DUKUNG PA DORANG ITU SEBENARNYA LOKU JO. YANG DUKUNG PA DORANG ITU SO TERORIS ITU.
saya sangat setuju dengan pernyataan BMI menolak kehadiran FPI [fron pengacau indonesia ]masyarakat manado jangan biar kota kita yg menjadi ikon cinta damai di indonesia jadi rusak dengan kehadiran habib-habib. [makkasar]