Nasional

168 Jam Terbuang: 10 Kota Paling Macet di Asia 2026

Kemacetan parah di kota Asia — daftar 10 kota paling macet Asia 2026 versi TomTom Traffic Index.
Arus lalu lintas di Jakarta yang masuk daftar kota paling macet versi TomTom Traffic Index 2026, laporan yang menganalisis hampir 500 kota di seluruh dunia.

Penulis: Tim Redaksi

Bayangkan kehilangan 168 jam dalam setahun hanya karena terjebak macet. Itulah kenyataan warga Bengaluru, India dan laporan TomTom Traffic Index 2026 kini menetapkan kota itu sebagai salah satu kota paling macet di Asia, sekaligus terburuk di dunia.

Yang mengejutkan: Jakarta masih ada dalam daftar ini.

TomTom menganalisis hampir 500 kota di seluruh dunia dan menemukan kondisi lalu lintas global makin memburuk sepanjang 2025.

Asia menjadi kawasan paling terdampak, dengan India dan Filipina mendominasi posisi teratas.

Kemacetan bukan lagi sekadar soal waktu, dampaknya langsung menyentuh konsumsi bahan bakar, polusi udara, kesehatan mental, hingga kerugian ekonomi berskala kota.

10 Kota Paling Macet di Asia 2026 Versi TomTom

  1. Bengaluru, India
    Kota teknologi terbesar India ini menjadi yang terparah. TomTom mencatat tingkat kemacetan Bengaluru mencapai 74,4 persen, dengan kecepatan kendaraan saat jam sibuk hanya sekitar 13,9 km/jam. Warga kehilangan sekitar 168 jam per tahun hanya karena macet.
  2. Davao City, Filipina
    Davao masuk jajaran kota dengan kemacetan terburuk di dunia versi TomTom. Filipina sendiri dinobatkan sebagai negara paling macet di Asia pada 2025.
  3. Mumbai, India
    Sebagai pusat ekonomi India, Mumbai menghadapi tekanan kendaraan sangat besar setiap hari. Pertumbuhan jumlah kendaraan dinilai jauh lebih cepat dibanding kapasitas jalan yang tersedia.
  4. Pune, India
    Pune mengalami lonjakan kendaraan akibat pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
  5. Manila, Filipina
    Ibu kota Filipina sejak lama dikenal sebagai salah satu kota dengan lalu lintas terberat di Asia. Kepadatan penduduk, transportasi publik yang terbatas, dan lonjakan kendaraan pribadi menjadi kombinasi yang sulit diurai.
  6. Bangkok, Thailand
    Bangkok masih identik dengan kemacetan panjang, terutama pada jam pulang kerja. Meski transportasi massal terus berkembang, jumlah kendaraan pribadi tetap sangat tinggi.
  7. Jakarta, Indonesia
    Jakarta terus menanggung tekanan lalu lintas akibat jumlah kendaraan yang tumbuh cepat dan tingginya mobilitas warga urban. Dalam berbagai indeks global beberapa tahun terakhir, Jakarta hampir selalu masuk daftar kota paling macet di dunia. MRT dan LRT mulai membantu, namun kemacetan di banyak ruas utama masih menjadi persoalan besar.
  8. Taipei, Taiwan
    Taipei mendapat sorotan karena kepadatan lalu lintas yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi dan kepadatan perkotaan disebut sebagai penyebab utama.
  9. Ho Chi Minh City, Vietnam
    Pertumbuhan ekonomi Vietnam yang sangat cepat berdampak langsung pada lonjakan kendaraan bermotor. Kepadatan sepeda motor dan mobil membuat lalu lintas kota ini semakin kompleks.
  10. Singapura
    Meski memiliki transportasi publik modern, Singapura tetap menghadapi tekanan lalu lintas tinggi akibat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang sangat padat. TomTom menempatkan Singapura dalam kelompok negara Asia dengan kemacetan tinggi.

Kemacetan Asia 2026: Krisis Produktivitas yang Makin Mahal

Angka-angka ini bukan sekadar statistik lalu lintas.

Laporan TomTom Traffic Index 2026 menegaskan kemacetan berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar, polusi udara, hingga kesehatan mental jutaan warga kota.

Di Indonesia, Jakarta masih menjadi simbol kemacetan nasional sementara kota-kota besar lain mulai menunjukkan tren serupa seiring urbanisasi yang terus meningkat.

168 jam per tahun. Terbuang. Di jalanan.

Jika tren ini berlanjut tanpa terobosan serius dalam transportasi publik dan tata kota, angka itu bukan tidak mungkin menjadi cermin bagi lebih banyak kota Asia termasuk di Indonesia.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara