Kemacetan di Teling beberapa waktu lalu
Manado – Jelang Hari Raya Natal yang jatuh tanggal 25 Desember nanti.
Sudah menjadi tradisi Manado sebagai pusat bisnis dan perbelanjaan di Sulawesi Utara. Tak heran bulan desember menjadi bulan yang padat bagi kendaraan.
Jalanan dipenuhi rentetan kendaraan. Macet pun tidak bisa dibendung. Hal ini dikarenakan masyarakat dari luar kota Manado menyerbu pusat-pusat perbelanjaan.
Wakil walikota Manado, Dr Harley Mangindaan berharap agar solusi bagi masalah kemacetan di Kota Manado, dengan solusi yang bersifat menyeluruh dan luas, tidak hanya bagi Kota Manado, namun juga harus tersinergi dengan daerah/wilayah di sekitarnya.
Dikatakannya lagi, kota Manado sebagai pusat ekonomi tentu tidak bisa terhindarkan dari penumpukan kegiatan dan berimplikasi kepada traffic.
“Namun dengan pengaturan-pengaturan yang baik atas traffic tersebut diharapkan akan mengurangi dampak dari kemacetan. Kemacetan tidak bisa dihindarkan terutama pada jam sibuk, karena merupakan suatu hukum alam dimana orang berada pada suatu tujuan yang sama pasti akan terjadi antrian. Diperlukan budaya patuh hukum (legal culture) dari masyarakat kota Manado agar semua terpenuhi hak dan kewajibannya di jalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, bahwa perilaku masyarakat di ruang publik harus ada aturan mainnya. Jalan adalah ruang publik dimana setiap orang mempunyai hak dan kewajiban didalamnya.
Namun tidak cukup sampai disitu, lanjutnya, masyarakat tidak hanya berposisi sebagai subyek namun juga sebagai obyek dalam transportasi.
Dikatakannya, menggambarkan bahwa Transportasi pada satu sisi dapat menjadi mesin pertumbuhan, namun pada sisi lain dapat menjadi “mesin pembunuhan”.
“Mesin pembunuhan dalam artian kemacetan dapat menurunkan perekonomian, kecelakaan dapat menghantui, polusi dalam jangka panjang beresiko terhadap
kesehatan,” urainya.
Ditambahkannya, bahwa kemacetan yang terjadi di beberapa ruas jalan Kota Manado disebabkan oleh jumlah kendaraan yang lebih besar daripada jumlah
ruas jalan.
“Arah pembangunan di Kota Manado ini masih terfokus ke kawasan CDB (Central Bussines District) di kawasan boulevard yang merupakan pusat kegiatan perdagangan,” ungkapnya lagi seraya menambahkan, dengan kapasitas jalan yang lebih kecil dari jumlah kendaraan, ditambah parkir di sembarang tempat dan angkutan umum yang ngetem turut berkontribusi menyebabkan kemacetan. (ads)

