
Manado – Progress pembangunan Jembatan Soekarno yang tak kunjung selesai menarik perhatian Ketua DPRD Sulut Meiva Salindeho Lintang STh. Menurut srikandi Partai Golkar ini, perubahan nama mungkin akan mempercepat penyelesaian Jembatan Soekarno.
“Kalau tidak selesai-selesai diusulkan dirubah nama saja. Mungkin dengan merubah nama jembatan ini akan cepat selesai,” ujar Meiva saat konferensi pers, di ruangan Ketua DPRD Sulut, Selasa (7/5).
Pada kesempatan itu, sebagai anggota Deprov dari dapil Nusa Utara, Meiva juga menyampaikan aspirasi masyarakat Sitaro terkait krisis air bersih dan listrik. Menurutnya, 30 hingga 40 persen warga Sitaro belum menikmati pelayanan air bersih dan listrik dari pemerintah.
“Sekitar 40 persen warga terutama di Tagulandang dan Biaro belum menikmati air bersih. Begitupun listrik, data dari Dinas ESDM setempat bahwa 30 persen warga belum menikmati fasilitas listrik,” tukas Meiva. (Jerry)

ini ibu meiva mo cari muka ley pa SHS, ujung ujung mo kase nama sarundajang ley kwa ini jembatan
Pada 3 Juli 1926 Pemerintah Hindia Belanda Mewisuda 4 orang Sarjana Pertama Indonesia :
3 orang Putra Jawa :
1. Soekarno
2. Anwari
3. Soetedjo
dan 1 Orang Putra Minahasa :
Johannes Alexander Henricus Ondang
jadi silahkan pilih dari para insinyur pertama itu siapa yang akan dipilih oleh masyarakat Sulawesi Utara untuk memberi nama Jembatan itu…
Jembatan Sukarno
atau
Jembatan Ondang
Barangkali menurut MSL, nama Soekarno pada jembatan itu mempunyai ‘tendensi’ politik yang tentu punya imbas ke ‘sentimen’ politik…
hal ini tentu dipahami dan ‘dirasakan’ dengan pandangan serta intuisi seorang MSL…
sekilas statemen MSL bagi sebagian orang menimbulkan kebingunan dan salah kaprah tentang mengapa seorang Ketua Dewan Propinsi dapat berkata seperti itu…
namun menurut saya hal ini menunjukkan bahwa MSL memiliki kedalaman pemahaman dan sekali lagi saya katakan intuisi politik…
penggunaan nama Soekarno yang meskipun seorang tokoh bangsa dan proklamator, namun juga adalah ayah dari seorang pendiri partai politik di negara ini…
kalau diambil ilustrasi…perjalanan pembangunan Jembatan Soekarno bagaikan mobil yang berjalan dengan rem tangan terpasang…
jadi jika namanya diganti, barangkali menjadi mulus dan bebas hambatan…
Saya yakin MSL punya sesuatu yang ‘diketahuinya’ dan ingin diungkapkan… namun ia hanya menggunakan bahasa yang lebih simple saja…
kalau soal namanya Jembatan Sukar Noh…itu cuma ide einstein saja…
hehehehe…
buat beritamanado.com
posting einstein yang terakhir yang cuma satu baris, itu hanya meraba dan membaca ad art beritamanado.com
hehehehehe…sory deeeh….
Dia pande, juara juara maar dari pernyataannya so biongo!!!!! Apa ganti nama mo beking klaar lebe cepat. Depe pande so timpul.
ganti jo kuak deng Jembatan SHS, pasti cuma bilang bebrapa bulan selesai!!!!! hehehehehe!!!!!
So nda ada orang mo pilih p ngana meiva apa lagi orang sanger so talalu banyak ngana ambe fee di sana
tamang2 memang ngoni samua nda sepinter Meiva. pedatang baru di DPRD SULUT malawang dengan tu samua ban itang ada yang so 6 periode. maaar takluk p MSL. kita pe tau jo dia mulai dari skolah so juara truuus. alasan brikut di tangannya 2x WTP, kegiatan DPRD tepat waktu, stengah mati so deng daging dorang mo se turung p dia maaar sampe somo abis periode tetap duduk di kursi ketua. baca bae2 tu dia pe statment politik baru kase komentar. jangan kase tanggapan yang dapa lia orang biongo alias bolotu
Jembatan Sukar Noh…
Yang harus diganti itu pejabat pemda yang mengurusi jembatan ini, pimpro dan anggota deprov termasuk nga Meiva sebagai ketua DPR, karena selama ini berarti ngoni cuma tidor saja tu kerja….ck..ck..ck….jangan karena Sukarno pe anak pa megawati yang punya PDIP yang merupakan nga pe saingan pilkada n nga napsu pa PDIP lantas Sukarno yang ngana mo kase salah…………makanya kalo pendeta maka jadi jo pendeta yang baik ndak usah ba politik, ingat seorang gembala akan banyak godaan dari setan, makax resign jo dari DPR dan kembali ke pelayanan Tuhan….
Bisa di lihat kualitas dari seorang meiva lintang….
Ini no kalo pimpinan dewan ada angkat tanpa proses yg matang, ini penghinaan tethadap tokoh hebat nasional, ketidakmrngertian proyek konstriksi, ketidakmengertian dunia konstruksi membuatnya jd badut parlemen, cr mangarti apa itu cco, addendum, review design br comment, proyek lama karena ada review design….
Ini lg, tiba tiba berkoar-koar dgn biaro dan tagulandang…pahlawan kesiangan lantaran adamo pemilihan to?
Dasar pimpinan dewan nda ada ontak, memangnya kalo ganti nama somo klar so itu jembatan? Ba pikir dulu sebelum ba koar2. Bagini noch kalo nda ada kemampuan kong jadi anggota dewan. Itu jembatan nda klar2 karena kurangnya itikad baik dari pemerintah propinsi, pemerintah kota dan anggota dewan untuk menseriusinya karena so nda ada fee/manfaat buat mereka.
kesalahan bukan pada nama jembatan tapi lebih pada pemerintah daerah yang kurang berani teriak kepada pemerintah pusat guna menyelesaikan jembatan yg menjadi kebanggaan masyk manado.kasihan juga warga sindulang satu atau masy pante,tempat lahirku,tempat bermainku,memancingku,mandi2 waktu masih kecil kini tinggal kenangan gara-gara dibuat jembatan.masyk rela di gusur demi keindahan kota manado tapi sayang pemerintah daerah tidak menyelesaikan dari tahun ke tahun bagitu2 itu jembatan.coba kita tengok makassar apabila ada proyek besar tidak selesai mahasiswa demo nyada brenti2 sampai pemeritah perhatikan, bgm dgn mahasiswa manado coba bademo biar jembatan soekarno diperhatikan.[makassar]