
Ilustrasi
Kawangkoan, BeritaManado.com — Keberadaan rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan yang tergolong sebagai salah satu objek vital di Kawangkoan ternyata sudah lama dirindukan warga masyarakat.
Hal ini diungkapkan salah satu warga Kawangkoan Herly Umbas kepada BeritaManado.com, Sabtu (7/6/2025).
Menurutnya, rumah sakit bisa berdiri di Kawangkoan adalah kerinduan terpendam sejak tahun 2010 silam.
“Setahu saya waktu itu Gubernur Sulut SH Sarundajang sudah menyiapkan anggaran untuk peningkatan status Puskesmas Kawangkoan untuk menjadi rumah sakit tipe D. Akan tetapi tidak kesampaian dan akhinya anggarannya dialihkan ke daerah lain,” ungkap Herly Umbas.
Ditambahkannya, Kawangkoan sangat layak untuk memiliki sebuah rumah sakit berkelas dengan dasilitas medis yang lengkap.
Kawangkoan ini menurutnya berada di bagian tengah Kabupaten Minahasa, sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat dari wilayah Tompaso, Remboken, ateran Raya dan sekitarnya.
“Kalau ditanya soal lokasi yang cocok untuk dibangun rumah sakit ada cukup banyak di kompleks Lewetan, Kiawa (kompleks eks Kampus GPdI) atau di wilayah Desa Tondegesan,” kata Umbas.
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya Stefen Supit menuturkan bahwa pada pemerintahan Kabupaten Minahasa yang lalu sekitar tahun 2020 sejumlah tokoh masyarakat Kawangkoan mempelajari regulasi tentang peningkatan status Puskesmas Kawangkoan.
“Kami menyurat dan beraudiensi langsung dengan Bupati Royke Roring waktu itu. Namun yang jadi kendala yaitu di wilayah yang sama tidak noleh ada dua rumah sakit tipe D.
Keduanya pun berharap agar supaya dalam waktu tidak terlalu lama, akan hadir rumah sakit di Kawangoan sehingga dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.
(Frangki Wullur)
