Jawaban yang paling jujur adalah: ya, tapi bukan yang seperti dulu.
Era di mana sebuah artikel tentang “10 Manfaat Minum Air Putih” bisa menghasilkan ribuan klik organik per hari kemungkinan besar sudah berakhir.
AI akan terus menyempurnakan kemampuannya menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu.
Namun jurnalisme sejati — yang hadir di lapangan, bertanya kepada narasumber, mengverifikasi fakta, dan menceritakan kisah yang belum pernah diceritakan — tidak bisa digantikan oleh mesin.
Setidaknya, belum sekarang.
Bagi media online yang ingin bertahan, pilihan strategisnya sudah jelas: berhenti bersaing dengan AI di arena yang AI pasti menang, dan mulai bermain di arena yang hanya bisa dimenangkan oleh manusia.
Sumber: Semrush, SparkToro, Reuters Institute Digital News Report, berbagai laporan industri media global.
Lihat:
- 10 Pekerjaan yang Mulai Tergerus AI Tahun 2026 — Ada yang Sudah Terjadi di Indonesia
- Debt Collector Manusia Mulai Punah — Robot AI Sudah Ambil Alih, Ini Faktanya
- Artificial Intelligence, Teknologi Google yang Mampu Menulis Berita, Pesaing Media atau Asisten Jurnalis?
