Di sana, ada tujuh warung berpondok bambu beratapkan jerami yang siap memanjakan lidah Anda, bahkan beberapa di antaranya buka 24 jam!
Pengunjung bisa memilih laksa sesuai selera.
Misalnya, seporsi laksa ayam kampung dengan kuah kuning pekat dan rasa pedas berempah yang mantap, dibanderol Rp25.000.
Atau, jika Anda mencari sesuatu yang lebih ringan, ada laksa telur dengan kuah pucat namun tetap nikmat seharga Rp15.000.
Menurut Mang UU, salah satu pedagang yang ditemui pada Senin (23/6/2025) lalu, sebagian besar penjual di kawasan ini mulai berjualan sekitar tahun 2010.
Sebelum pandemi COVID-19, mereka bisa menjual hingga 100 porsi sehari.
Sayangnya, kini menjual 50 porsi saja terasa sangat berat.
Semoga saja, dengan semakin dikenalnya laksa Tangerang, hidangan lezat ini akan kembali jaya dan terus lestari sebagai warisan kuliner.
(sumber: xinhuanews)
