Dikatakan, akan menjadi lengkap dan sempurna jika seorang muslim taat melaksanakan perintah shalat, dan selalu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu amar makruf nahi mungkar tersebut.
“Kita bisa lihat banyak pejabat yang mungkin alim, rajin shalat, tapi ujung-ujungnya ditangkap KPK. Ini karena praktiknya saja dijalankan, sementara subtansi dari shalat itu tidak,” tegas Mahyudin.
Lantas bagaimana dengan mereka yang selalu berbuat baik tapi malas shalat.
Mahyudin kembali menjelaskan dari kacamata antropologi.
Menurutnya, perbuatan baik seseorang di dunia memang akan diagungkan di level sosial.
Apalagi jika figur tersebut telah berjasa bagi banyak orang.
“Dia akan dikenal, dipuji, diagungkan tapi di tataran manusia saja,” bebernya.
Mahyudin yakin, kebaikan, prestasi dan capaian ibadah setiap individu dicatat oleh Allah SWT.
Ia bahkan sedikit menggambarkan ilustrasi tentang Thomas Alfa Edison penemu bola lampu yang namanya tetap dikenang.
“Secara manusia kita pasti berpikir, besarnya pahala seorang Thomas Edison ini. Sebab karyanya dipakai penduduk dunia sampai sekarang. Tapi semua adalah rahasia yang di atas,” katanya.
Dalam Islam, Mahyudin yakin, amalan setiap manusia akan diterima sang pencipta dengan syarat harus memiliki password.
“Ada passwordnya untuk itu,” ujarnya sambil tersenyum.
Pasword itu, tambah dia, adalah akronim dari nama-nama shalat wajib, ISLAM yang diambil dari singkatan Isya 4 rakaat, Subuh 2 rakaat, Lohor 4 rakaat, Ashar 4 rakaat dan Maghrib 3 rakaat.
(Alfrits Semen)
