
Manado, BeritaManado.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat sektor Industri Pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada Triwulan III-2025, dengan kontribusi mencapai 1,25 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi.
Selain industri pengolahan, dua sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan kuat adalah pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, serta jasa pendidikan.
Ketiganya menjadi penggerak utama ekonomi daerah pada periode ini.
Kepala BPS Sulut Aidil Adha menjelaskan, sektor industri pengolahan terus menunjukkan performa positif meski sedikit melambat dari triwulan sebelumnya.
“Industri logam dasar, makanan-minuman, serta tekstil dan pakaian jadi masih menjadi andalan. Permintaan ekspor olahan kelapa dan hasil perikanan juga meningkat,” katanya pada siaran pers di Kantor BPS Sulut, Rabu (5/11/2025).
Selain itu, sektor pengadaan air dan pengelolaan limbah tumbuh pesat karena meningkatnya kebutuhan air bersih dan pembangunan infrastruktur pendukung, seperti instalasi pengolahan air dan tempat pembuangan akhir.
Sementara sektor pendidikan terdorong oleh aktivitas akademik di awal tahun ajaran baru 2025/2026, serta pembukaan sekolah rakyat di beberapa wilayah.
Aktivitas tersebut turut meningkatkan lapangan kerja di bidang jasa pendidikan.
Menurut Aidil, keberlanjutan pertumbuhan sektor-sektor produktif akan memperkuat struktur ekonomi daerah.
“Kita harus terus dorong industri hilir agar nilai tambah ekonomi Sulawesi Utara semakin besar,” ujarnya.
(srisurya)
