Orang akan melihat Hillary sebagai pendekar yang berani membela hak-hak warga negara yang sedang terpuruk akibat dari sistem yang tidak jelas.
“Kok bisa ya, sudah diumumkan secara virtual dan lulus seleksi secara nasional, namun beberapa hari kemudian dinyatakan tidak lulus melalui surat. Ini ada apa?” ujar Hillary.
Cara kerja seperti Hillary inilah yang sesungguhnya mesti diperankan oleh semua anggota DPR RI di Jakarta maupun DPRD di setiap daerah.
Ketika rakyat mendapat cobaan ketidakadilan, angota DPR maupun DPRD dengan cekatan tampil membela rakyatnya.
Rakyat adalah pemilik suara. Atas nama suara itulah, para politikus bisa duduk di gedung Dewan mengelola negara dan sumber dayanya.
Dalam peristiwa ini, Hillary telah menjalankan perannya dengan hebat.
Hillary telah membela Rafael Malalangi, salah seorang pemilik suara dari Sulawesi Utara yang sedang butuh bantuan untuk menyelamatkan karir dan masa depannya.
(rds)
Baca juga:
- Rafael Bisa Ikut Pendidikan, Hillary Lasut Apresiasi Polri dan Irjen Pol Nana Sudjana
- Pertanyakan Pengumuman Kelulusan, Keluarga Rafael Malalangi Apresiasi Tindakan Brigitta Lasut
- Rafael Digantikan Orang Lain Padahal Sudah Lulus, Hillary Lasut Menyurat ke Presiden dan Kapolri
